Eps 8. Keinginan Untuk Bertahan

1449 Words
"Good Morning." Suara laki-laki yang terdengar lembut membuat aku terbangun dari tidur ku, dengan silaunya cahaya matahari yang masuk lewat dinding kaca kamar hotel, aku mulai membuka mataku, aku sepenuhnya tersadar sembari melihat ke arah laki-laki yang memiliki senyum indah dan mata yang penuh kasih sayang itu. Aku masih di sini, masih bersama dengan Ken ucapku dalam hati, berkat itu pagiku hari ini menjadi sangat berarti, tidak pernah aku merasakan perasaan sebahagia ini sebelumnya.  "Rachel bangun, saatnya kamu pulang ke rumah bukan." ucapnya dengan tertawa kecil sambil menarik tanganku, dia berusaha untuk membuat aku beranjak dari tempat tidur. "Iya iya... Aku akan bangun tapi aku perlu waktu 5 menit lagi ya." Aku tidak bisa membuka mataku seutuhnya dan suaraku terdengar serak seperti orang yang sangat kelelahan. "Kita tidak punya waktu untuk itu, kamu harus segera bangun, bukankah ibumu nanti khawatir." balasnya sambil menyilangkan tangan dengan menatapku, agar aku segera bangun dari tempat tidur. "Oke aku bangun" dengan berat hati aku beranjak dari tempat tidur. "Aku cuci muka dulu ya, baru kita pulang."  "Oke, aku tunggu di bawah ya" ucapnya sambil berjalan keluar. "Eumm.." ucapku dengan suara yang agak tinggi. Aku keluar dari kamar hotel setelah selesai mencuci muka, dengan berat hati aku turun ke lobby, aku tidak ingin pulang sekarang, aku bahkan tidak punya kegiatan di rumah, tapi Ken terus memaksaku untuk pulang dan mau tidak mau aku harus mengikuti kata-katanya. Ken menunggu di depan pintu hotel dan melambai kearah ku, aku sedikit berlari kearahnya sambil tersenyum. “Ayo, kita pulang..” ucapnya sambil mengusap kepalaku. “T-t-tapi aku masih mau bersama kamu,” rengekku dengan manja.  “Tidak, kita sudah cukup lama bersama, sekarang kamu harus pulang.” dengan semangat sambil menepuk bahuku.   Sambil memalingkan mataku “hemm… baiklah,” dengan nada yang agak sedikit kecewa. Di perjalan pulang kami berbincang-bincang sembari mendengarkan musik dan menikmagi pemandangan pagi. Tiba-tiba Ken menanyakan pertanyaan yang tidak biasa. “Apakah selama ini kamu bahagia Rachel?” ucapnya dengan santai sambil fokus ke jalanan. “E-e-e…. sepertinya sekarang adalah masa yang paling membuat aku bahagia.” ucapku dengan hati-hati agar dia tidak curiga. “Baguslah kalau seperti itu, aku juga bahagia mendengarnya.” ungkapnya. Selama beberapa saat kami sudah tiba di depan rumahku dan aku sudah disambut oleh ibuku. Aku turun dari mobil dan berlari ke arah ibuku sambil kupeluk erat dia. “Maaf bu, aku baru pulang.” sambil tersenyum memelas ke arah ibuku. “Tidak apa-apa selama kamu baik-baik saja, ibu senang kok.” sambil tersenyum ke arahku. Di tengah percakapan kami Ken melambaikan tangannya dan berkata, “aku pergi dulu ya, sampai bertemu lagi.” “Iya Ken, hati-hati di jalan, bye....” sambil melambaikan tangan ke arah Ken. Kami memperhatikan Ken sampai dia sudah benar-benar pergi, setelah itu aku dan ibuku masuk ke dalam rumah. Sambil menutup pintu ibu berkata, “Hari ini ayahmu pulang dari pekerjaannya di luar kota, bagaimana kalau kita pergi piknik?” “A-apa ayah pulang? Apakah ayah tidak sibuk? ” ucapku dengan terkejut, aku pikir selama ini aku hanya punya ibu di dunia Barbie ini, ternyata aku juga punya ayah. Ternyata aku juga punya keluarga yang lengkap. “Iyaa, ayah pulang hari ini, tentu saja dia sibuk, tapi kata ayah, ayah akan meluangkan waktunya untuk kita, karena sudah lama bertemu.” ucap ibuku. “Kalau begitu, baiklah, kapan ayah datang dan kapan kita pikniknya?” “Mungkin sekitar jam 9 pagi ayah sudah datang, kita akan pergi piknik sore hari, tapi sebelum itu kita makan siang bersama di restoran, bagaimana?” ucap ibuku sambil tersenyum kepadaku dan seolah ingin meminta persetujuanku untuk rencananya hari ini. “Ide yang bagus, aku akan mandi dulu kalau begitu, dan aku mau istirahat sebentar ya bu.” ucapku sambil melemaskan badanku. “Oke, kalau begitu ibu juga akan bersiap-siap untuk menyambut kedatangan ayahmu” Beberapa saat kemudian pintu rumah kami terbuka dan di depan pintu ada sosok laki-laki yang besar, dan berotot serta wajahnya penuh dengan janggut dan kumis tipis, dan rambut yang sudah agak putih, serta memiliki kerutan di matanya, menandakan orang ini sangat pekerja keras. Dengan lantang dia berteriak. “AYAH PULANG!!! Apakah kalian semua merindukan ayah?” ucapnya dengan nada yang penuh percaya diri. Ibuku tiba-tiba berlari ke arah ayahku dan memeluknya erat, dan dia terlihat sangat terharu dengan kedatangan ayahku, aku yang melihat itu juga ikut berlari dan memeluknya seolah dia memang ayahku yang sesungguhnya. "Kalian pasti sangat merindukan ayah ya, hari ini ayah akan menebusnya dengan makan bersama kalian dan pergi piknik, tanpa memikirkan pekerjaan ayah." dengan penuh semangat dia mengatakan itu. "Yeay.." aku dan ibuku serempak menjawab dan tertawa bersama.  "Ayah akan ganti baju dulu dan kita akan pergi ke restoran untuk makan siang." ucapnya sambil melepaskan pelukan kami dan mencium pipi kami. "Oke, kami menunggu di ruang tamu." ucapku dengan semangat. ... Kami sampai di restoran untuk makan siang, dan kami duduk di bagian tengah, kami berbincang-bincang sambil memilih menu, di lihat dari sudut manapun keluargaku saat ini adalah keluarga yang sangat bahagia yang dapat membuat orang lain iri dengan keharmonisan keluarga kami.  Setelah makanan kami datang aku bertanya kepada ayahku "Bagaimana pekerjaan ayah di luar kota? Apakah semuanya berjalan lancar?" kuucapkan dengan penuh perhatian, pertanyaan ini yang selalu ingin aku tanyakan kepada kedua orang tuaku di dunia nyata tapi mereka tidak pernah ada untukku. "Tentu, semuanya berjalan lancar, Rachel kami tidak perlu khawatir, semuanya baik-baik saja" sambil tersenyum ke arahku dan memastikan kalau dia memang baik-baik saja. "Ayah, baik-baik saja rachel, kita hanya perlu mendukungnya agar tidak terlalu lelah." sahut ibu sambil tersenyum ke arah ayah. "Baiklah kalau begitu" ucapku. ... Sepulangnya kami dari restoran kami bersiap untuk pergi piknik, ayah menyiapkan barang-barang yang perlu kami bawa dan ibu memasak makanan agar kami bisa bersantai sambil makan, sedangkan aku hanya membantu ayah dan ibuku menyiapkan barang-barang itu, kami semua sudah siap untuk berangkat. Selama beberapa saat di perjalanan kami sudah sampai di tempat tujuan, banyak orang yang berada di sana, tempatnya sangat teduh dengan banyak pohon, dan rumput hijau dan langsung mengahadap ke arah sungai, sangat tempat yang cocok untuk pergi piknik. Kami menurunkan barang-barang kami dan mulai mencari tempat untuk menaruh barang-barang ini. Aku menemukan tempat yang cocok, dan kubentangkan alas tempat untuk kami duduk, dan kuletakkan barang-barang bawaan kami di atas alas ini. Aku keluarkan barang-barang yang kami akan makan, ibu membuat Nasi Kepal dengan campuran rumput laut, ayam goreng, dan juga ada minuman bersoda. Kami bertiga bersantai sambil berbincang-bincang. "Hari ini sangat indah ya." ucap ayah. "Iya, hari yang pas untuk kita pergi piknik, oh iya katanya nanti jam 7 malam ada kembang api, kita pulang setelah melihat kembang aja ya?" ucap ibu. "Oh ya, baiklah kalau begitu. Rachel bagaimana keseharian kamu? Apakah menyenangkan?" tanya ayah dengan rasa penasaran. "Sangat menyenangkan yah, semuanya terasa nyata berada di sini" ucapku tanpa sadar. "Emang di sini palsu rachel?, hahaha..." ucap ayah sambil bercanda. "He he he iya benar tidak ada yang palsu di sini” sahutku dengan tawa canggung. “Apa ayah akan pergi lagi?" tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan kami. "Iya, besok ayah akan pergi lagi karena ada urusan pekerjaan, kamu jagain ibu ya." sahut ayah. "Oh ya, tapi ayah sudah mau meluangkan waktu untuk kami, aku sudah sangat bahagia," ucapku sambil tersenyum. Tentu saja aku sangat bahagia, di sini sesibuk apapun ayahku dia tetap meluangkan waktunya untuk keluarga, sedangkan di sana mereka hanya sibuk, dan tidak ingin meluangkan waktu untuk ku. ... Hari mulai gelap dan waktu sudah menunjukan pukul 7 malam yang artinya kembang api itu akan muncul. Ibuku berusaha merekam momen itu, dan menyiapkan kamera, dia mengarahkan kamera itu ke arahku sembari bertanya. "Bagaimana hari ini? dan sebentar lagi ada kembang api, apa yang kamu harapkan?" ucap ibu dengan gembira sambil mengarahkan kamera ke padaku. "Hari ini aku sangat gembira, semuanya sempurna, harapanku aku ingin kebahagian ini akan selamanya ada." ucapku dengan semangat ke arah kamera. "Untuk ayah berikan pesan dan kesan untuk hari ini" lanjut ibu ke arah ayah. "Untuk kesan, ayah sangat bahagia dapat berjalan dan menikmati hari dengan kalian. Untuk pesannya kalian harus selalu bahagia, dan kita akan selalu bersama." ucap ayah sambil mengangkat tangan penuh kebahagiaan. "DUARRRR!!!!... DUARRR...." Suara kembang api yang nyaring dan kembang api yang berwarna warni ada di langit malam, membuat kami semua terpaku dengan keindahannya. Bahagia, senang, dan tidak ada sama sekali kesedihan, membuat aku terlena dengan keindahan kembang api itu, di sini semuanya tanpak lebih nyata, semua berjalan dengan apa yang aku inginkan, aku ingin bertahan di sini lebih lama, meskipun aku menghilang di dunia nyataku sepertinya tidak akan ada yang sadar bukan.  Sambil memejamkan mata aku membayangkan, apabila aku menghilang dari dunia nyata apakah semua orang akan mencariku atau mereka tidak akan sadar aku menghilang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD