Eps 9. Peristiwa yang Tidak Biasa

1345 Words
Perlahan aku membuka mata, suara kembang api perlahan menghilang, aku mendapati diriku di dalam kamar, piknik dengan keluargaku berakhir di sini. Kenapa aku bisa kembali? Padahal aku tidak tertidur?. Sepertinya aku harus mulai mencari bagaimana aku bisa kembali, aku melihat ke arah kotak barbie itu dan tombol powernya belum bisa digunakan. Untuk memastikan berapa lama aku tertidur aku melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 6 sore, berarti 3 jam berlalu setelah aku tidur tadi, sepertinya perbedaan waktu yang sangat berbeda jauh dengan dunia barbie. "Mari kita rincikan Rachel, apa saja yang terjadi" aku berguman sendiri sambil mencari buku dan pulpen untuk menulis permasalahan dan rincian kejadian itu. Aku menulis catatan yang isinya: Senin, 1 november 2021 -          aku menemukan kotak barbie itu jam 2 siang -          aku membuka tombol power itu di rumah jam 3 sore -          aku berada di dunia barbie selama 1 jam -          jam 4 sore aku kembali ke dunia nyata -          aku dapat membuka tombol barbie itu setelah 1 jam berlalu sekitar pukul 5 sore -          aku berada di dunia barbie selama 2 jam  -          kembali ke dunia nyata pada jam 7 malam -          kemudian aku mencoba kembali lagi ternyata tombol power itu belum bisa digunakan -          keesokan paginya aku masih belum bisa menekan tombol itu -          pulang dari kuliah pukul jam 3 sore tombol itu sudah bisa digunakan -          aku kembali ke dunia barbie dan kembali kedunia nyata 3 jam setelahnya. Yang artinya aku berada di dunia barbie selama 3 jam. -          jadi bagaimana aku bisa kembali.?....   Pikiranku terhenti sejenak setelah menulis itu. Aku mulai mengetahui kalau setiap aku ke dunia barbie aku akan tertidur mengikuti urutan angka, pertama kali 1 jam aku tertidur, yang kedua kali 2 jam aku tertidur dan yang 3 kali 3 jam aku tertidur. Berarti apabila aku ke dunia barbie lagi aku akan tertidur selama 4 jam. Tapi bagaimana aku bisa kembali?. Aku baru mengetahui sudah berapa lama aku berada di dunia barbie itu, dan tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, sebaiknya aku harus tidur mungkin saja besok sudah bisa digunakan. ... Pagi hari yang melelahkan kembali, aku bangun dan bersiap berangkat ke kampus. Setelah bersiap aku keluar kamar dan pergi ke dapur untuk minum, aku sangat terkejut dengan pemandangan asing ini, ayah dan ibuku berada di meja makan, tidak seperti biasanya apa yang terjadi. "Kalian tidak berangkat kerja?" tanyaku. "Ibu hari ini libur, jadi ibu mau menyiapkan makan untuk kamu" sahut Ibuku. "Sama, hari ini ayah juga libur, dan ingin bersantai di rumah" dengan nada yang sama ayah menyahut. "Oh... kalian libur, baiklah, aku berangkat ya." "Kamu mau kemana?, makan dulu baru berangkat, ibu sudah dari pagi menyiapkan makanan untukmu." tahan ibuku sambil memegang piring untukku. "B-b-baiklah, akan kumakan." dengan perasaan asing ini, aku tetap memakan apa yang dimasak ibuku. Aku baru menyadari kalau makanan yang dimasaknya enak, sepertinya sudah cukup lama aku tidak memakan makanan ibuku. "Gimana enakkan masakan ibu?" tanya ibuku dengan rasa penasaran. "Eumm, enak." sahutku dengan mulut yang penuh sambil mengangguk. "Pasti seenak itu kan? kamu tidak pernah memuji masakan ibu, baru kali ini kamu bilang enak berarti memang sangat enak." dengan perasaan gembira seolah makanannya menang kontes memasak. "Eum ya, begitulah, sepertinya aku sudah cukup makanya, aku berangkat dulu ya" "Hati-hati" ucap ayaku sambil melihat koran seolah tidak perduli dengan keberangkatanku. "Hati-hati Rachel" ucap ibuku sambil mengantarku ke depan pintu. ... Aku sudah sampai di kampus dengan perasaan yang sangat bimbang, karena kejadian pagi tadi membuat aku sangat bingung. Itu kejadian yang sangat langka yang bisa aku temui, perasaan itu bercampur aduk antara senang tapi juga bingung melanda. Di tengah lamunanku ada seseorang yang menegurku. "Hai Rachel!" ucap seseorang itu. Aku memalingkan wajahku mengira itu pasti Ales, siapa lagi kalau bukan Ales, dan itu memang bukan Ales, siapa dia? kenapa dia tau namaku? membuat diriku sendiri bingung kenapa dia bisa menegurku?. "Iya kenapa?" ucapku dengan ragu. "Hari ini kitakan ada kerja kelompok, kamu mau ngga sekelompok sama kita?" ucapnya sambil berdiri di depan teman-temannya. “Ooh iya! kita ada kerja kelompok , jam berapa?" "Jam 3 sore."  "Jam 3 sore? baiklah tapi tidak akan lama kan?" "Iya tidak lama, hanya beberapa bagian saja kita kerjakan." "Oke!" ucapku setuju. Ada apa dengan hari ini? Kenapa banyak sekali kejadian aneh? Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Apakah ini ada hubungannya dengan diriku atau kotak barbie itu akan menghilang? Pikiranku sangat berkecamuk dengan kejadian tidak biasa hari ini, tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 sore. Apakah waktu memang secepat ini berlalu?. "Rachel kita kerja kelompoknya di rumahku ya" ucap seseorang itu yang sampai saat ini aku belum tau namanya. "Baiklah, aku akan ikutin dari belakang." ucapku sambil bergegas mengikutinya. Sesampainya di rumahnya, ada sekitar 9 orang yang datang ke rumahnya. Kamipun memulai kerja kelompok, di sana aku melihat mereka tertawa bersama, dan aku ikut tertawa juga tanpa mengetahui apa yang mereka bicarakan, aku hanya mengikut mereka, karena pikiranku sekarang sedang sangat bingung, bagaimana bisa aku di ajak untuk kerja kelompok.  "Akhirnya selesai." ucap seseorang memecah lamunanku.  Dengan refleks yang cepat aku langsung berkata "Apakah kita sudah boleh pulang?" ucapku dengan semangat. "E-e silahkan kalau mau pulang." sahutnya dengan bingung. "Kamu tidak mau makan dulu rachel." sahut orang yang lain. "Tidak aku langsung pulang saja duluan ya." ucapku sambil bergegas berdiri tanpa menengok ke belakang sedikitpun, aku tak memikirkan bagaimana ekspresi mereka melihat aku yang seolah-olah terbebas dari penjara. ... Kulempar tasku dan kubaringkan badanku ke kasur, hari yang melelahkan dengan kejadian yang tidak biasa, tiba-tiba aku mendengar suara ketukan pintu. "Tok...tok...tok.. Ibu masuk yaaa" Hah ibuku, kenapa dia ke kamarku, sangat tidak biasa, aku dengan cepat berdiri dari tempat tidur dan duduk di meja belajar seolah memang aku terbiasa akan hal itu. "Oh kamu lagi belajar ya, kenapa tidak istirahat saja, ini ibu bawakan kamu makanan." bujuk ibuku dengan lemah lembut. "E...e.. Iya bu, habis ini mau tidur kok, makasih banyak ya." "Yaudah, ibu keluar ya, jangan tidur larut malam, besok ibu dan ayah akan pergi kerja lagi." Sambil menutup pintu kamar ku secara perlahan ibuku keluar. "Iya bu." Tanpa sadar aku tersenyum dengan lebar. Sepertinya hari ini memang hari spesial untukku, memang buka hadiah istimewa tapi ini membuat aku menjadi bahagia, tidak pernah sebahagia ini sebelumnya dan ini terjadi di dunia nyata, bukan dunia barbie. Aku menoleh ke arah kotak berbie itu dan masih belum bisa digunakan hemm memang sangat aneh, tapi hari ini waktu terasa begitu cepat berlalu, tidak seperti hari-hari biasanya. Apa karena kejadian yang tidak kuduga terjadi itu tidak bekerja, mungkin aku sebaiknya tidur, badanku hari ini juga sangat lelah, seperti aku sudah bekerja mengangkat benda-benda berat di kepalaku. ... Ke esokan paginya aku segera bangun dan berlari ke arah dapur, berharap semuanya masih seperti hari kemarin. Tapi ekspektasiku yang terlalu tinggi menghancurkan semuanya, tidak ada siapapun di meja makan, seperti hari biasa. Mungkin kemarin hanya terjadi sekali selama aku hidup. Hufft kenapa tidak bisa terjadi setiap hari sih, aku kemudian bergegas ke kampus untuk memastikan apakah teman-teman yang mengajak aku kerja kelompok akan menegurku hari ini, karena kemarin kami banyak bercanda walaupun aku tidak terlalu ingat apa saja yang mereka bicarakan. Tapi hanya ekspektasiku yang berharap seperti itu, mereka mengganggap aku tidak ada seperti hari biasanya, kenapa kemaren semuanya baik kepadaku, apakah karena ada maunya?. Dunia di sini memang tidak seindah dunia barbie, yang bisa kurasakan setiap saat aku berada di sana. Carla dan Sana memang orang yang sangat peduli tentangku tidak ada teman sebaik mereka dan Ken dia sangat luar biasa perhatian. Hari cepat berlalu dan hari ini membosankan seperti biasanya, aku pulang dengan perasaan berharap agar tombol power itu bisa digunakan, karena dua hari sudah tombol itu belum bisa ditekan. Sesampainya di rumah aku bergegas untuk pergi ke kamar dan aaaaa tombol itu bisa digunakan, sepertinya aku perlu ke dunia barbie untuk mengetahui bagaimana caranya aku bisa bolak-balik di dua dunia ini. Baik rachel kita tekan tombol itu, mungkin aku tidak mengetahui aku akan berada di mana, tetapi di manapun aku berada semua pasti akan indah. Aku mulai menekan tombol itu dan perlahan semuanya menjadi gelap, semua suara perlahan menghilang.   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD