Eps 16. Teka Teki yang Terpecahkan

1376 Words
Aku termenung di depan cermin kamar barbie ku, mendengar cerita Ken membuat aku masih syok karena tidak percaya, walaupun aku semalaman memikirkan Ales tidak ada apapun yang terjadi, aku masih ada di dunia barbie. Ales memang bukan kenangan indah ku di dunia nyata, mungkin itu penyebab aku tidak bisa kembali ke dunia nyata. Sekarang aku tidak bisa memikirkan orang tuaku karena mereka sedang bertengkar, aku sangat benci pertengkaran, itu juga yang membuat aku tidak ingin kembali sekarang. Sekarang apa yang harus kulakukan?, pikirku. Cukup lama aku berada di depan cermin hanya berpikir mengenal hal itu "Aku harus bertemu dengan Ken untuk menyelesaikan permasalahan ini," ucapku sambil memandangi wajah barbie ku. Aku menghubungi Ken, aku memberitahunya untuk membantuku memecahkan misteri ini, dan apa yang bisa kami lakukan di sini untuk mengetahui dunia ini. Tak lama kemudian Ken datang untuk menjemputku, aku yang buru-buru pergi keluar tidak memperdulikan siapapun yang ada di dalam rumah, setelah berada di depan Ken aku hanya mengucapkan, "Kita harus pergi ke perpustakaan di sini," setelah mengatakan itu aku masuk ke dalam mobilnya. Melihat ekspresi Ken yang bingung, dan sepertinya dia tidak terlalu bersemangat akan hal ini, mungkin saja dia merasa aku akan meninggalkannya, tapi aku hanya tersenyum menatap ke arahnya. "Ken kita harus mencari tahu ini agar kita dapat bersama, aku tidak peduli kita bersama di dunia ini atau nyata, tapi aku hanya tidak ingin menyesali sesuatu lagi" ucapku dengan nada yang meyakinkan. Mendengar hal itu wajah Ken mulai menampakan sedikit kebahagiaan, aku yang sadar akan pilihan Ken untuk bersamaku dan memilih dunia ini membuatku ingin melindunginya. Apa yang kulakukan saat ini aku harap membawa secercah harapan menuju kebahagiaan kami, batinku Mataku takjub melihat banyak sekali buku yang ada di perpustakaan ini, ruangan yang cukup luas dan tempat yang sangat nyaman berada di sini, kami mengelilingi tempat ini terlebih dahulu untuk mencari tempat yang nyaman untuk berbicara mengenai dunia ini tanpa diketahui orang-orang, perpustakaan ini memiliki banyak kursi bagi orang yang ingin membaca, dan jauh di dalam kami menemukan tempat yang tepat, di sini untuk orang-orang yang ingin membaca sambil tiduran, rancangan yang sangat bagus untuk orang yang ingin tidur, kami berdua masuk ke dalam tempat itu, di dalamnya cukup untuk dua orang dan terletak jauh di belakang dari orang-orang yang cukup serius untuk membaca sesuatu. Setelah meletakkan barang yang kami bawa aku mulai membagi bagian mana yang harus kami cari "Karena tempatnya sangat luas, kamu cari di bagian sana dan aku mencari di bagian sini" sambil menunjuk tempat yang kumaksud, "Cari buku yang dapat memberi kita petunjuk mengenai dunia ini, mungkin seperti buku sejarah" ucapku menambahkan. Ken mengangguk setuju dan kami pun berpencar untuk mencari buku itu, walaupun kami sudah membagi tempat, tapi ini masih cukup luas, pikirku. Aku mulai mencari dari yang paling ujung, satu-persatu tanpa meninggalkan satu buku pun, tapi buku ini hanya dipenuhi dengan buku tentang kecantikan, memasak, cara menjaga peliharaan, tidak ada satu buku pun yang dapat dijadikan petunjuk, pikirku. Tanpa terasa hampir setengah buku yang aku cari tapi tidak menemukan apapun, apakah Ken menemukan sesuatu?, setidaknya harus ada satu buku yang kami temukan, batinku. Setelah lama mencari setiap celah di sudut perpustakaan ini, aku tidak menemukan satu buku pun yang dapat membantu penyelidikan kami, aku merasa di perpustakaan ini hanya dipenuhi buku yang membuat orang lain bahagia, tidak ada satu buku pun yang membuat orang lain khawatir. Dengan pasrah aku berjalan menuju tempat kami, kulihat dari jauh Ken menunggu aku hanya berharap mendapatkan berita baik darinya, dengan perasaan kecewa aku menggelengkan kepala ke arah Ken dengan wajah yang pasrah aku melihat ke arah Ken, melihat ekspresi tersenyum Ken sepertinya ada berita baik darinya. "Bagaimana? Apa yang kamu temukan? " ucapku penasaran. "Sebenarnya aku tidak tahu buku ini membantu kita atau tidak, tapi dari semua buku yang kulihat hanya buku ini yang berbeda" ucap Ken sambil memperlihatkan buku yang ada di tangannya. Buku yang bertuliskan ‘KEBAHAGIAAN’, memang menarik perhatian dari satu kata yang penuh makna, aku harap kami menemukan sesuatu dari buku itu, kami mulai membuka buku perlahan satu demi satu tidak ditemukan siapa penulis buku ini tapi buku ini memang menarik perhatian mengenai bagaimana kita mencari kebahagiaan dan arti kebahagiaan itu sendiri, ada satu kalimat yang menarik perhatianku. "Kebahagiaan tidak datang dari orang lain, kebahagiaan datang dari sendiri, cari tahu kebahagiaan dengan caramu sendiri." Kalimat yang membuatku berpikir, kenapa selama ini aku merasa tidak pernah merasa bahagia di dunia nyata?, karena aku hanya mengharapkan kebahagiaan dari orang lain, aku tidak pernah merasa bahagia karena diriku sendiri. Aku merasa dunia barbie memang pilihanku dan aku harus memutuskannya apakah untuk berada di sini pilihan yang tepat. Aku mulai menyadari untuk mencari tahu tentang pertama kali aku datang ke sini dan pertama kali Ken datang ke sini, apakah ada kesamaan antara kami berdua yang dapat dijadikan petunjuk "Ken sepertinya buku ini bukan jawaban dari pertanyaan kita, sepertinya kita harus mencari sendiri," ucapku sambil menatap Ken. "Baiklah, bagaimana caranya?" balas Ken. Sambil menyiapkan note di Smartphone, "Oke, pertama aku harus tahu kapan pertama kali kamu menemukan dunia ini" ucapku sambil bersiap mengetik. "Saat itu dimana aku lagi terpuruk dengan keadaan hidupku disana, semuanya tidak pernah berjalan dengan indah, kesedihan selalu datang dan tidak pernah sedikitpun aku merasakan kebahagiaan, perasaan itu tidak pernah kulupakan "Sambil menarik nafas dalam," kemudian aku diberitahu oleh seseorang tentang dunia mainan dan aku berkunjung kesana, begitu masuk mataku langsung tertuju ke kotak barbie yang ada di sana, tanpa sadar aku membeli kotak itu dan kulihat di rumah kotak barbie itu bertuliskan, tekan tombol merah di samping kotak, kamu akan merasakan kebahagiaan, karena tulisan itu aku berani menekan tombol itu seketika aku tidak sadarkan diri dan ketika aku membuka mata aku sudah dikelilingi oleh barbie dan mendapatkan kebahagiaan di sini, sampai bertemu dengan kamu kebahagiaanku semakin bertambah dan aku memutuskan untuk tinggal di sini" ucapnya sambil menatap ke arahku dengan tersenyum manis. Mendengar ucapan Ken membuatku semakin penasaran dengan dunia ini, ceritanya hampir sama dengan kejadian yang aku alami apakah hanya kami berdua manusia di sini atau banyak manusia lainnya, pikirku. "Sepertinya cerita kita untuk datang ke sini hampir sama," ucapku. "Benarkah? Bagaimana caranya kamu kesini?" ucap Ken penasaran. "Aku juga merasa seperti kamu, tidak pernah merasakan kebahagiaan didalam hidupku, hanya hidup yang sangat membosankan, seolah tidak ada cerita apapun yang dapat kuingat, kehidupan kecilku pun tidak banyak memiliki ingatan yang bahagia, sampai aku menemukan dunia ini, semuanya berubah, aku menemukan kebahagiaanku, aku juga melihat dunia mainan itu dan mataku juga langsung tertuju pada kotak barbie" ucapku. Ken tersenyum kepadaku sambil mengusap lembut kepalaku, dan aku menatap dengan tersenyum manis ke arah Ken. "Sepertinya cerita kita menemukan dunia ini hampir sama." ucap Ken memastikan. "Iya sepertinya, waktu pertama kali ke sini apakah aku memang sudah ada?" "Iya, kamu menemui kami bersama Carla dan Sana, tapi saat itu kamu memang sedikit kaku, waktu aku tidak ada apakah kamu bertemu denganku?" ucap Ken "Hmm sepertinya tidak, aku pertama kali bertemu denganmu ketika kita berenam pergi piknik bersama." Sambil mengangkat alis " Itu dimana aku memutuskan untuk tinggal di sini selamanya" ucap Ken. "Berarti jarak kita tidak cukup jauh ketika aku pertama kali datang ke sini dan kamu tinggal di sini" ucapku memastikan. "Iya, aku rasa seperti itu" "Oh iya kamu bilang tadi seseorang, itu siapa? "Aku awalnya juga tidak mengenalnya, dia seorang perempuan dan selalu mengajak aku bicara, seolah dia mengenalku sampai dia yang menyarankan pergi ke dunia mainan itu" "Perempuan? Dan selalu mengajak kamu bicara?" aku mengangkat alis, sedikit bingung dengan perkataannya. "Iya" "Bagaimana dengan ciri-cirinya, apakah dia memperlihatkan koleksi mobil mainannya?"  "IYA, dia memperlihatkan mobil kecil kepadaku " "Itu Ales, teman satu kampusku, aku sangat yakin sekarang."  "Teman satu kampusmu?" Ken bingung. "Iya" sambil memutar mataku dan menggigit bibirku. Dari semua kejadian yang terjadi memang dapat disimpulkan cerita kami semua hampir sama berawal dari ketidakbahagiaan dan bertemu dengan dunia ini, serta memiliki teman untuk pertama kalinya dan juga memiliki seseorang yang dapat kami andalkan. Selain itu , semua tebakanku benar, Ales memang memiliki sesuatu dengan dunia ini, dan aku rasa dia memiliki peran yang cukup penting di dunia ini, "Tapi bagaimana bisa kita berdua melewati dunia barbie ini, apakah kotak barbie itu tidak hanya ada satu, artinya bukan hanya kami manusia di sini" seru sambil memandang ke arah Ken.   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD