Bab 12

907 Words
Chris menatap Chloe dengan senyum tipisnya sembari mengelus rambut wanita itu dengan lembut untuk memberinya ketenangan dan kenyamanan. Tadi, saat ia mengantar Cleo ke apartemen Chloe, entah kenapa perasaannya berubah menjadi tidak enak, seperti ada sesuatu yang sedang terjadi. Dan dugaannya benar, ia menemukan Chloe yang sedang menggigil di dalam kamarnya. Beruntung ia mempunyai duplikat kunci kamar wanita itu sehingga ia tak terlambat memberikan pertolongan kepada Chloe. Beberapa hari ini, Chloe memang sedang mengambil cuti karena kondisi badannya sedang tidak sehat walaupun ia masih bisa melakukan aktivitasnya seperti biasanya. Ia cuti dari pekerjaannya karena atasannya langsung yang memintanya. Ia butuh waktu untuk istirahat, begitu katanya. Dan ia tak bisa menolak karena Lori yang merupakan atasannya terus mencecarnya bahkan sampai mengeluarkan ancamannya. Kakak iparnya itu memang sedikit pemaksa. Dan tadi, Chris sudah memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Chloe yang terlihat sangat kesakitan karena wanita itu terus menggigil sambil bergumam tidak jelas. Beruntung wanita itu hanya terkena demam biasa. Dan entah kenapa, ia merasa kalau Chloe bisa sampai seperti itu karena perlakuan gilanya saat di apartemennya tadi. Sepertinya wanita itu terlalu lama menangis sampai membuat tubuhnya menjadi drop seperti itu. Lagi-lagi, Chloe harus menderita karena dirinya. Ia memang benar-benar seorang b******n. "Dad, apa Mommy baik-baik saja?" tanya Cleo yang sejak tadi hanya berdiri di ambang pintu karena bingung harus berbuat apa. Chris menoleh ke arah Cleo sembari melemparkan senyum lembutnya ke putri kecilnya itu. "Kemarilah, sayang." Cleo langsung berjalan menghampiri Chris dengan langkah kecilnya sambil menatap Chloe dengan sedih. Chris langsung mengangkat Cleo ke atas ranjang begitu putri kecilnya itu sudah berada di dekatnya. Ia lalu mendudukkan Cleo di atas pangkuannya untuk menemaninya yang sejak tadi menunggui Chloe di sisi ranjang sebelah kiri. Chris melingkarkan kedua lengannya di tubuh kecil Cleo yang sedang berada di pangkuannya untuk memeluk putrinya itu. Keduanya tampak diam selama beberapa saat dengan mata yang terarah lurus ke arah Chloe yang tampak tenang dalam tidurnya. "Dad," panggil Cleo memecah keheningan. "Hm?" "Apa dokter yang tadi datang ke sini untuk menyuntik Mommy?" "Hm... iya." "Pasti Mommy kesakitan," ucap Cleo dengan suaranya yang terdengar sedih. Chris tersenyum kecil. Ia lalu mengecup puncak kepala Cleo lantas berkata, "Mommy-mu adalah wanita yang hebat, sayang. Dia pasti baik-baik saja." Ya, Chloe adalah wanita yang hebat. Siapa pun orang yang kenal dengan Chloe pasti akan mengatakan hal yang sama. Bagaimana tidak, wanita itu berjuang sendirian selama kurang lebih lima tahun ini. Walaupun ada Jordan dan Lori di sisinya, tetapi hanya Chloe lah yang berjuang dalam artian yang sebenarnya. Berjuang untuk terus mempertahankan kandungannya yang saat itu tidak ada yang mau mengakuinya. Berjuang untuk hidup di tengah masyarakat banyak dengan kondisi perutnya yang membesar tanpa seorang suami. Berjuang untuk melahirkan Cleo dengan segala beban yang ditanggungnya. Berjuang untuk menghidupi Cleo seorang diri. Dan berjuang untuk terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain. Kurang hebat apalagi wanita yang satu itu. Setidaknya begitu menurut Chris. Dan Chris, satu-satunya orang yang membuat Chloe harus berjuang sedemikian rupa, kini kembali hadir dengan seenaknya seolah-olah tak pernah terjadi apa pun di antara mereka lima tahun yang lalu. Ia sadar akan hal itu. Namun, ia tak bisa terus bersembunyi di dalam kandanganya sementara ia tahu kalau saat itu, ia sangat membutuhkan Chloe dan sangat menginginkan bayi yang dulunya ditolak begitu saja olehnya. Penyesalan tak pernah membuat Chris bisa hidup dengan tenang. Apa yang ia lakukan kepada Chloe lima tahun yang lalu benar-benar membuatnya merasa sangat bersalah sekaligus merasa malu. Perkataan kurang ajarnya lima tahun yang lalu membuatnya sulit untuk kembali masuk ke dalam hidup Chloe. Apa yang ia lakukan di masa lalu ternyata berdampak buruk bagi kehidupannya di masa sekarang. Ia sadar kalau karma itu ada karena saat ini ia sedang menjalaninya. Benar apa yang dikatakan orang-orang selama ini; kita akan sadar kalau kita mencintai seseorang di saat orang tersebut sudah pergi dari hidup kita. Ia mengalami hal yang sama. Sial sekali karena ia terlalu lama menyadari kalau ia juga mencintai Chloe. Dan sekarang, apalagi yang bisa ia lakukan selain menyesal dan terus menyesal. "Dad, aku mengantuk," ucap Cleo dengan kepala yang mendongak untuk menatap Chris. Chris tersenyum tipis. Ia lalu membawa tubuh Cleo untuk rebahan di atas ranjang, tepat di samping Chloe yang sejak tadi masih lelap dalam tidurnya. "Tidurlah," ucapnya kemudian seraya mengelus lembut rambut Cleo. Cleo menatap Chris dengan mata bulatnya yang terlihat begitu lucu. "Jangan ke mana-mana. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kalau Mommy kesakitan. Jangan pergi sampai Mommy sembuh ya, Dad?" Chris mengangguk tersenyum. "Tentu saja. Ayo, tidur." Senyum Cleo tampak mengembang lebar. Ia lalu bangkit sejenak untuk mencium pipi Chris. "I love you, Daddy," ucapnya dengan girang sebelum memiringkan tubuhnya dan memilih untuk tidur dalam posisi memeluk Chloe. Chris terkekeh pelan. Ia lalu menunduk sejenak untuk mencium kening Cleo. "I love you too, Cleo," bisiknya kemudian. Chris mengelus rambut Cleo dengan lembut untuk membuat putrinya itu cepat terlelap. Senyumnya belum lepas dari bibirnya. Entah kenapa, setiap kali Cleo mengatakan kalau gadis kecil itu mencintainya, dadanya terasa hangat dan segumpal rasa bahagia pun langsung menelusup masuk ke dalam hatinya. Melihat Cleo yang sangat menyayanginya bahkan di saat mereka baru saja bertemu beberapa bulan yang lalu, ia merasa kalau ia adalah pria yang paling bodoh di dunia ini karena pernah menolak untuk mengakui kalau gadis kecil itu adalah darah dagingnya. Ia benar-benar seorang ayah yang jahat. Dan hal itu membuatnya merasa sangat bersalah kepada Cleo. Maka dari itu, ia berjanji untuk membuat Cleo bahagia di setiap detik kehidupan yang ia punya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD