Pov dini
Setelah bangun pagi, aku bergegas mencari sarapan rasanya sangat lapar setelah seharian kemarin lupa mengisi perut, ternyata sangat mudah mencari sarapan di kota padat penduduk, setelah sarapan aku mencari peralatan mandi rasanya sangat lengket sekali.
Sesudah mandi aku menemui penjaga kosan untuk menanyakan dimana mall terdekat, dengan senang hati dia menjelaskan dan menunjukan rutenya.
Setelah mengucapkan terima kasih kepada penjaga, tanpa berpikir panjang aku menuju ke mall tersebut, mengikuti arahan penjaga kos, aku berencana membeli kipas soalnya kosanya sangat panas, dan beberapa pakain kemarin pas pergi dari rumah aku cuma membawa satu set baju ganti.
Setibanya di mall aku mencari konter untuk mencari kartu perdana baru, setelah membeli kartu aku mencari yang jual pakaian, lama berkeliling mata ku tertuju pada satu kios, lalu aku menghapirinya terus memilih milih baju yang hendak aku beli ditemani seorang SPG tokonya.
"Pembayaran nya dikasir ya kak" ujar wanita berkurudung abu itu sambil menujuk ke tempat pembayaran.
"Terima kasih kak, oh iya kira kira disini ada lowong kerja gak kak?" Tanya ku sambil menatapnya.
"Kurang tau sih kak, tapi kemarin teman saya resign, coba tanya ke kasir kebetulan beliau pemiliknya" saranya.
Aku hanya mengangguk tanda setuju lalu berjalan menuju kasir, terlihat ada seorang pria kira kira berumur empat puluh tahunan, setelah membayar kebetulan kasir lagi sepi aku memberenikan diri.
"Maaf pak, disini ada lowong kerja gak" tanyaku sambil mengabil belanjaan.
Ditanya seperti itu dia lekat menatap kearahku, ditatap seperti itu aku buru buru menundukan kepala.
"Ada emang kenapa" dia balik bertanya.
"Kalau boleh saya mau melamar kerja disini" jawabku memberi tau tujuannya.
"Kamu membawa lamarannya?" Tanya nya lagi.
"Engga pak, nanti saya siapkan lamaranya kalau memang disini ada lowongan" ujarku.
"Oh ya udah, besok kamu datang lagi kesini sambil membawa lamarannya" ujarnya sambil memalingkan kembali pandanganya kekomputer.
"Terima kasih pak, besok saya akan datang kembali sambil membawa CVnya, kalau begitu saya mohon pamit dulu pak" ujarku sambil mengagguk tanda penghormatan.
"Iya" jawabnya singkat tanpa memalingkan wajahnya.
Dirasa semua udah selesai, aku bergegas kembali menghampiri mbak spg.
"Gimana kak?" Tanya nya sambil senyum
"Alhamdulillah ada, besok aku disuruh bawa cvnya, tapi belum tau juga sih kak, semoga aja ada rejeki ku di sini" jawab ku sambil membalas senyumanya.
"Iya semoga aja, aku do'ain semoga keterima" ujarnya.
"Amin, terimakasih doa dan infonya kak, oya kenalin aku dini" ucapku sambil mengasongkan tangan.
"Aku risma, senang bisa kenal kamu, ya udah saya mau lanjut kerja lagi" ucapnya sambil menjabat tanganku lalu pergi menghampiri pembeli yang baru datang.
Aku lalu melanjutkan mencari barang barang yang aku butuhkan buat di kosan.
******
Pagi harinya pukul 08:00 aku datang lagi kemall sambil membawa cv, ternyata kiosnya masih tutup, aku memutuskan menunggunya.
Pukul 08:30 kak risma datang lalu membuka toko, dia mulai menyiapkan semuanya mulai dari nyampu, ngepel, dan menata kembali pakai pakain yang mau di jual.
Merasa bosan menunggu, aku pun membantu kak risma meski menolak aku tetap memaksanya, karena menurutku kalau cuma ngepel dan nyapu aku bisa.
Setelah beres ngepel teman teman yang lain datang.
Pukul 10:00 pemilik toko baru datang, aku pun menghampiri lantas aku serahkan cvnya.
Setelah lama mengececek dengan sesama dia mengajukan beberapa pertanyaan formal seperti tujuan, gaji dan lain lain.
Dirasa sudah puas dengan jawaban jawaban yang aku berikan dia memangil kak risma lalu menyuruhnya mengajariku apa saja yang harus aku kerjakan.
Aku mengikuti kak risma lalu memperhatikan cara dia melayani pelangan dan apa saja yang ia perintah aku sigap melakukanya.
Begitulah hari itu terlewati, memiliki teman teman baru yang sangat ramah, walau hanya dengan cinta sederhana yang mereka berikan, tapi itu bisa membuatku sangat bahagia.
*******
Pagi sekitar pukul 08:00 aku dan kak risma sudah datang ketempat kerja, meski kerja di mulai pukul 09:00, tapi kita selalu datang duluan untuk merapihkan dan memberesihkan toko supaya pas buka udah siap semuanya, sesudah semua selesai kak risma memanggilku.
"Dini sini sarapan bareng kebetulan tadi ibu membuatkan nasi goreng banyak sekali" ajak kak risma sambil membuka tasnya mengeluarkan dua kotak makanan, dan menyerahkannya satu kepadaku.
"Terima kasih kak" ucapku sambil mengambil kotak yang di berikan kak risma.
Aku membuka lalu memakan nasi goreng, terasa sangat nikmat sekali.
Setelah sarapan selesai aku merapihkan tempat makan lalu memasukan ketempat semula.
*****
Pukul 12:00 aku menuju mushola sendiri, biasanya bareng kak risma, tapi hari ini dia berhalangan.
Sesudah wudhu aku melihat pria yang tak asing sedang mengikat sepatu.
"kak dali yang sekolah SMA ss kan" tanyaku tiba tiba membuat pria itu kaget.
"Ini kak dali kan" tanya ku mengulang.
Rasanya sangat malu, ngapin juga aku sok kenal sama orang baru aku temui, aku ngerasa b0doh banget, mukaku mulai memerah akibat rasa malu tak terhinga.
"Iya, kamu siapa yah" tanyanya sambil terus memandangiku kaya orang yang kurang waras.
Setelah ngobrol sebentar aku minta ijin untuk pamit melakukan sholat, dengan rasa malu aku pergi tanpa menunggu jawabanya.
******
Sorenya sepulang kerja aku membeli kebutuhan diminimarket, ketika mau membayar aku baru sadar dompetku tertingal dikosan, aku sudah menjeleskan kekasir, bukanya mengerti malah marah marah gak jelas, tak kuat mendengar cacian aku hanya bisa menuduk sambil meneteskan air mata.
"Ini kak, belanjaan" kata seseorang sambil menyerahkan kantong kepadaku
"Makasih kak" ucap ku sambil melihat wajahnya.
Degggg
"Kak dali" gumam ku dalam hati, dia hanya senyum tanpa memperdulikanku lagi, dia pergi mencari barang yang mau di beli, merasa di cuekin aku keluar membawa belanjaanku.
"Malu banget kenapa harus dia sih yang menolongku, rasa malu yang tadi siang aja belum hilang, masih terasa membekas" gumam ku dalam hati.
Tin
Tin
Tin
Tiba tiba ada motor gede yang berhenti dihadapanku, dia lalu membuka helmnya.
"Kok belum pulang" tanya pria yang benama dali itu.
" ya iyalah aku gak bisa pulang kan belanjaanku aja kamu yang bayarin kamu gimana sih kak" batin ku menjelaskan sambil menunduk.
"Ya udah kau antar nanti keburu magrib" ucapnya sambil menyerakan helm.
Setelah naik kak dali membawaku ketempat kosanku, seperti biasa dia langsung pergi tanpa menunggu jawaban apapun.
Setelah masuk ke kosan aku sangat kesel mengingat kelakuan cowok yang sok cool seperti itu tapi bisa membuatku tersenyum lebar.
*****
Paginya aku berdiri didekat pintu lift berniat mengembalikan uang ke kak dali, tak lama menunggu datanglah pria bertubuh gagah berdada bidang itu, akupun segera memangilnya lalu mengutarakan niatku.
Dia hanya berlalu pergi naik lift meningalkanku yang masih berdiri sambil bengong.
"Dasar pria aneh" gumamku sambil berjalan kekios tempat ku bekerja.