24. Pembulian Raya 2

1573 Words
Hari ini Alex mendapat libur. Setiap sabtu Alex kembali ke sekolah agar tak ketinggalan pelajaran yang lainnya. Setelah beberapa minggu alex jarang terlihat. Saat ini ia terlihat makin keren. Badannya makin atletis, rambutnya sedikit tertata dengan gaya manly. Alex benar-benar mempesona. “Gila!! Jodoh orang ganteng banget ya?” “Aduh aa alex meni kasep pisan, meni doang lontong kitu otot na.” “kalo modelan kayak gini di tikung halal-halal aja ye kan?” “Gede pisan etaa.. uuhh.. meni gogolowoh” Begitulah celotehan anak-anak yang melihat alex lewat di depannya. Sebelum alex pergi ke kelasnya, alex menyempatkan diri pergi ke kelas lexa. Ia ingin memberi kejutan pada adik tercintanya. Lexa melewati lorong gedung multi media. Saat ia akan menaiki lantai dua, alex menabrak seseorang. “Aaa..!!” teriak seorang cewek yang ia tabrak. Dengan sigap bara menangkap pinggang cewek tersebut. ‘HAP’. Sebelah tangan alex meraih pinggang tersebut dan menariknya. Sontak gadis itu tertarik dan terhempas kepelukan alex dengan kepala bersandar di punggung sebelah kanan alex, badan mungil cewek tersebut sedikit terangkat oleh alex. Raya terkejut dengan apa yang ia alami saat ini. sebelah tangan raya megalung di leher alex, dan yang sebelahnya lagi melayang di di udara. ‘Ya Allah gusti, apa ini? a..aku di pe..peluk siapa?’ benak raya berbicara. Tanpa sengaja kepala alex pun terparkir di ceruk leher raya yang terhalangi rambutnya yang di gerai. ‘Hmm… wangi Lavender’ kalimat yang terlintas dibenak bara. “Ma…maaf..” lirih raya yang masih dipelukan alex. Seketika alex membuka matanya dan melepaskan pelukannya secara perlahan. Cukup sedikit terkejut bahwa yang ia tabrak adalah raya sahabat adiknya. “Raya! Ya ampun. Maaf ya gua gak sengaja” ujar alex yang tak enak pada raya. “Iya kak gak pa-pa. makasih udah nolong aku juga” ucap raya sambil menundukan pandangannya. Ia malu beberapa orang yang lewat dan ada di sekelilingnya memeperhatikan kejadian yang baru saja terjadi. “Iya sama-sama. Lexanya ada di kelas?” tanya alex. “Ada kak.” Sambil menganggukan kepalanya. “Yaudah gua kekelas lexa dulu ya” ujar alex dan langsung berlalu. Raya pun kembali melanjutkan langkahnya. Raya awalnya ingin ke kantin dulu membeli roti untuk sarapan namun bel telah berbunyi jadi ia langsung menuju ruang guru untuk mengambil tugas. Raya berjalan melewati lorong lantai satu multi media. Tiba-tiba saja tangan di tarik dan diseret menuju halaman belakang. Raya di dorong sampai tersungkur di atas tanah. Dan saat mendongakan wajahnya raya melihat cindy and the genk sudah ada di hadapannya. Raya takut, ini di halaman belakang, dan sekarang sedang bel masuk kelas. Suasana sepi. ‘Ya Allah, selamat kan aku’ doa dalam benak raya. “Enak banget lo ya peluk-peluk cowok orang! Mau jadi pelakor lu HAH?!!!” bentak cindy. Lalu ia menjambak rambut raya sampai wajah raya terdongak keatas. Raya menggeleng membantah tuduhan cindy. “Ng..nggak cin, aku nggak peluk-peluk alex” lirih raya. “BACOT LO LACUR! MURAH LO!!” Bentak siska. Sambol menoyor kepala raya. Raya sudah menangis. Ia takut akan di sakiti kembali oleh cindy dan teman-temannya. “Guys, gimana kalo kita sedikit mempercantik dia? Misalnya merubah penampilannya biar lebih sexy?” ujar cindy. “DI bikin sexy? Pakein bikini gituh? Atau the pake lingeri? Tapi kita the nggak bawa cin” celetuk tia. “b**o!! Otak lo bener-bener otak bangke tia!” geram siska. Siska langsung mendekati raya dan berjongkok didepan raya. Dengan senyum liciknya siska dengan kasar membuka kancing baju raya hingga beberapa kancingnya terputus. Raya berteriak, berusaha menghalangi tangan siska. “Ja..jangan siska.. jangan… tolong jangan siska” lirih raya sambil menangis. “Hahaha.. rasain lo. b***l deh lo sekarang!” ujar cindy. Cindy masih menarik rambut raya, agar raya tak bisa berkutik cindy makin kencang menarik rambut raya. “AAkhh!!!... sakit cindy” ujar raya sambil sesegukan. Raya takut, raya juga malu karena bagian depan dadanya sudah terbuka bebas yang terlihat hanya kaos dalam yang menerawang memperlihatkan warna bra nya berwarna hitam. “Wooow.. ukurannya lumayan juga buat bocah culun. Sering di icip sama om om ya” tawa siska menggelegar. “Siska! Kamu teh mau memperkosa si raya? Kamu jeruk makan jeruk sis?” celetuk tia. “Eh najis ya! Gua masih normal. Udah lo jangan kebanyakan b**o. Cepet bantu gua telanjangin si culun ini. lumayan fotonya bisa kita jual. Dapet duit buat skin care” ujar siska. Tia pun bergegas membantu siska. Setelah selesai membuka kancing depan seragam, kini siska bergantian mencoba menurunkan rok raya. Raya dengan sigap menahan tangan siska dan tia. “Aaa.. jangan siska! Jangan.. jangan.. tolong..tolong” teriak raya. Dengan sigap cindy membekap mulut raya. Kemudian tia menahan tangan raya agar tak mengganggu kegiatan siska. Kaki raya berusaha memberontak, menendang-nendang siska yang ada di hadapannya. Namun dengan cepat siska menduduki kaki raya agar tak dapat bergerak. Raya menjerit tertahan, air matanya deras membasahi pipinya dab jatuh pada tangan cindy yang membekap mulutnya ‘Ya Allah, selamatkan aku.. ku mohon.. selamatkan harga diriku..’ lirih raya dalam hatinya. Alex yang baru selesai menemui adiknya, langsung menuju gedung kejuruannya. Ia melepas rindu dengan sang adik dengan membawakan dessert kesukaannya. Sayup-sayup alex mendengar suara erangan. Namun ia tak mempedulikan, lalu ia berlanjut jalan menuju kelasnya. Namun kembali ia dengar suara erangan namun ada sedikit suara cekikikan. Alex bingung, namun ia penasaran karena erangannya aneh. Di fokuskan telinganya untuk mencari suara erangan tersebut. Alex melipirkan langkahnya ke halaman belakang gedung multimedia. Lalu suara erangan itu semakin jelas. Kepala alex menengok keseluruh sudut dan ia melihat sekelompok anak perempuan ada di pojok dekat gudang sekolah. Alex langsung menghampirinya. “HEH KALIAN!! APA-APAAN INI?” bentak alex. Posisi cindy dan teman-temannya membelakangi alex. Sedangkan raya sudah terbaring di atas tanah dengan baju seragam bagian depan sudah terbuka sepenuhnya, dan rok seragam yang sudah melorot di bawah panggul raya. Ketiganya menegang, ternyata ada yang memergoki kelakuan mereka. Cindy dan teman-temannya saling melirik, dan langsung berlari cepat kabur dari seorang cowok yang memergoki perbuatan mereka. Alex yang ingin mengejar mengurungkan niatnya, saat mendengar isakan lirih dari seorang gadis yang kini tengah terbaring di atas tanah. Kondisinya mengenaskan. Alex melihat seragam bagian depan siswi itu terbuka, dengan kaos dalam terangkat sampai di bawah payudaranya. Lalu roknya sudah merosot sampai di bawah panggulnya menampilkan pop strect hitam yang menutupi bagian sensitive nya. Alex langsung menghampiri gadis tersebut. Ia bingung harus bagaimana. Tubuh siswi tersebut hampir di telanjangi. Sedangkan wajahnya tertutup oleh rambut yang acak-acakan. Isakan masih terdengar pilu. Alex mencoba membantu raya. Saat alex mencoba menyentuh tangan raya yang berusaha menutupi dadanya, namun raya berteriak histeris. “JANGAN! JANGAN! TOLONG JANGAN!” Teriak raya. Alex merasa mengenal suara tersebut. Alex mencoba membersihkan rambut yang menutupi wajah raya. Kaget bukan main alex. “RAYA??!!” alex benar-benar shock. Raya, mengapa semengenaskan ini? “Raya!.. raya! Ini gua alex! Raya buka mata lo!” ujar alex sambil mengguncang-guncang kepala raya. Disisi lain cindy, tia dan siska berlari tunggang langgang menghindari saksi mata. Semoga saksi tersebut tidak mengenali siapa mereka. Tak jauh dari mereka bertiga, ada seorang guru sedang mengontrol sekolah saat jam pelajaran. Cindy dan yang lainnya bingung. Mereka sudah terlihat oleh guru BK tersebut. Namun otak encer cindy menemukan sebuah alasan. “PAK.. PAK.. PAK..!” teriak cindy. Siska dan tia pun hanya mengikuti saja. “Kalian! Ini jam pelajaran kenapa kalian kelayapan?” tanya guru BK. “Aduh pak kami nggak kelayapan. Kami ini habis memergoki siswa UVO berbuat m***m pak” ujar cindy. Siska langsung paham maksud cindy dan ikut mengangguk. Sedangkan tia masih loading tahap kuota abis. “Berbuat m***m? Maksud kalian?” tanya guru BK “Itu pak disana.. di halaman belakang sekolah dekat gudang. Ada yang lain berbuat m***m. Siceweknya agresif banget narik-narik si cowok. Mending bapak cepet cek!” ujar cindy. Guru BK tersebut pun penasaran dan langsung bergegas menuju belakang sekolah. Cindy pun tersenyum puas begitu pun siska. Mereka bertiga lalu melanjutkan perjalanan mereka dengan santai kearah kelas. Guru BK tersebut menelusuri lorong sekolah antara jurusan multi media dan bisnis. Kemudian guru bk tersebut membelokan langkahnya menuju halaman belakang gedung tersebut. “HEI KALIAN!! APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN?!!” teriak guru BK tersebut. Terlihat disana ada alex yang sedang berlutut dengan satu tangan memegangi kepala raya dan satu tangannya memegangi bahu raya. Keadaan semakin kacau karena penampilan raya yang masih berantakan. Guru BK tersebut melotot melihat pemandangan tersebut. Alex tampak seperti sedang berusaha meniduri raya, dan raya tampak seprti pasra dihadapan alex. Alex yang sadar akan kondisi raya langsung melepaskan almamaternya dan menutupi tubuh bagian depan raya. Raya juga berusaha untuk memebenarkan roknya yang telat melorot. “Kalian benar-benar biadab! Berbuat m***m di area sekolah dan tidak tahu tempat!! Geram guru BK tersebut. “Pak, bapak jangan salah paham. Ini nggak seperti yang bapaka liat” alex mencoba menjelaskan. Namun sepertinya sia-sia. Guru BK tersebut tetap terlihat murka. “Jangan berkilah kamu! Sekarang kalian ikut Bapak ke ruang BK!” “Tapi pak.. “Apa kamu mau saya langsung D.O saat ini juga?” ancam guru BK tersebut. Alex terdiam dan menuruti perintah guru BK tersebut. Tak lupa ia memapah raya. Raya hanya tertunduk malu. Ia malu menatap alex yang telah menyelamatkannya. Terutama ia malu kepada alex yang telah melihat bagian-bagian tubuhnya yang terekspos di depan mata kakak kelasnya tersebut. Dan sekarang, ia di kira berbuat m***m dan tertangkap oleh guru BK yang sadis? Raya terisak, kenapa musibah terus-terusan menghampiri hidupnya. Salah apa yang ia sudah lakukan sehingga ia mendapat semua ini. “Kak.. Maafin aku” lirih raya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD