Sebenarnya Fatimah masih kesal, tetapi kesalnya tertahan oleh sejuta kerinduan. Menatap wajah Karisma yang juga tengah menatap nya. Wajah itu masih menyisahkan goresan luka yang mengering serta balu. "Apa ini sakit?."tanya Fatimah sembari menyentuh tulang pipi Karisma. "Tidak sesakit waktu kamu tolak aku." Fatimah mendecih malas, "Jangan main-main dulu. Aku mau tanya keadaan kamu." "Enggak sakit sayang." Hari ini, Karisma sudah memutuskan untuk memanggil Fatimah dengan sebutan sayang. Panggilan sayang nya untuk wanita ini. Sementara Fatimah, wanita itu memanggil Karisma dengan sebutan Mas. "Terus kaki yang dibilang terhimpit itu?." Karisma menatap kaki kanan nya. "Enggak begitu sakit lagi. Kan ada kamu yang ngerawat." "Mas aku gak lagi becanda loh. Aku gak suka kamu main-main gini.

