"Di sana ketemu sama cewek cantik gak, Bang?" "Boro-boro ketemu cewek cantik! Baru aja duduk udah suruh pulang," gerutu Angga. Dela tertawa mendengarnya. Wanita itu mengelus kepala anaknya yang sedang tertidur di pahanya. Tangannya sesekali memijat kepala anaknya. "Kenapa? Bukannya pulangnya lusa? Mama aja kaget waktu Papa telepon hari ini pulang." Angga berdehem sekali. Ia tidak bisa mengatakannya pada sang mama. Kalau wanita itu belum tahu alasannya berarti Papanya belum memberitahu dan sebagai anak sekaligus General Manager, Angga tidak bisa mengatakannya oada sembarang orang. Termasuk Mamanya. Selain karena wanita itu adalah anggota keluarga, Mamanya juga adalah orang yang paling dekat dengan sang kakek. Akan sangat rumit nantinya kalau sampai Mamanya yang terkena amukan Kakeknya.

