Bab 10

1300 Words

Pagi itu, Nina tiba lebih awal di kantor Star Company. Kantor masih relatif sepi. Ia masuk ke ruangannya, meletakkan tas, lalu berdiri di dekat jendela sambil membuka ponsel. Jemarinya berhenti di satu nama, tapi ia urung menekan apa pun dan mengunci layar kembali. “Nyaris,” gumamnya pelan. Beberapa menit kemudian, Tomi muncul membawa tablet dan segelas kopi. “Kamu kelihatan aneh sejak minggu lalu,” komentar Tomi sambil meletakkan kopi di meja. “Nggak marah, nggak meledak, nggak nyari masalah.” “Itu kritik atau pujian?” “Observasi.” Nina duduk, membuka laptop. “Aku cuma lagi ngatur ulang ritme.” “Dengan Arya?” Nina meliriknya tajam. “Kamu kebanyakan tahu.” Tomi tersenyum tipis. “Itu job desk aku.” Hari itu mereka dijadwalkan menghadiri rapat gabungan dengan Diaskara Group. Nina d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD