Bab 9

1173 Words

Pagi itu Nina datang ke kantor Star Company dengan wajah masam. Tomi sudah menunggunya di ruang kerja. “Gimana hasilnya?” tanya Tomi. “Dia nggak bereaksi,” jawab Nina singkat sambil menjatuhkan tas ke sofa. “Aku sengaja telat ke rapat. Aku nyela pembicaraan. Aku koreksi keputusan dia di depan timnya.” “Dan?” “Dia setuju,” kata Nina kesal. “Bahkan bilang masuk akal.” Tomi menghela napas pelan. “Dia sengaja, Nin.” “Aku tahu!” bentak Nina. “Itu yang bikin aku emosi.” Ia berdiri, berjalan mondar-mandir. “Dia kayak tembok. Apa pun yang aku lempar, mental.” Tomi berpikir sejenak. “Kalau begitu, jangan serang. Ubah pendekatan.” “Jadi aku harus baik?” Nina menatap tajam. “Bukan baik. Normal. Jangan kasih dia konflik. Bikin dia bingung.” Nina berhenti melangkah. “Kamu nyuruh aku jadi dir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD