TIGA PULUH LIMA

1329 Words
Gazakha menoleh ketika dia mendengar namanya dipanggil.             Cowok itu baru saja ingin ke kafetaria dan terpaksa berhenti melangkah karena seseorang memanggilnya. Dia melihat Keylo mendekat ke arahnya bersama dengan... Neyla. Cewek itu tersenyum riang ke arahnya dan melambaikan tangan, membuat Gazakha mendengus dan bersedekap.             “Halo, mantan calon adik ipar,” sapa Neyla. Cewek itu terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.             “Jangan talk nonsense deh sama gue, Kak,” gerutu Gazakha. Cowok itu menyentak pelan tangan Neyla yang berusaha untuk mengacak rambutnya.             “Bahasa Inggris lo kok makin kacau, Za?” Keylo mengerutkan kening. “Belajar nggak sih di kampus?”             “Sengaja gue, Bang. Sengaja,” sahut Gazakha dengan nada bete. “Mau apa si mantan di sini?”             “Seperti yang gue ceritain di chat tadi,” jawab Keylo. Cowok itu memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan tersenyum.             Baru saja Gazakha ingin membuka mulut untuk bersuara, bahwa dirinya ingin sekali makan ketoprak yang ada di kafetaria rumah sakit karena lapar dan juga karena makanan itu sangat enak, seseorang datang menghampirinya. Cowok itu berdiri di samping Neyla dan tersenyum ramah sambil mengangguk untuk menyapa.             Yaiks! Dia kenapa datang juga, sih?             “Bang?” tanya Gazakha, meminta penjelasan pada sang kakak. Keylo sendiri hanya menggeleng, menyuruh secara tersirat bahwa Gazakha tidak boleh bersikap yang aneh-aneh dan dilarang untuk membuat keributan.             “Kita harus bicara,” kata Keylo. “Tapi nggak di sini.”             Gazakha menarik napas panjang dan mengangguk. “Ayo, kita ke kamar Cath aja. Ada bang Verco sama Keanu di sana. Keanu sama Cath udah tau kok soal hal ini, bang Verco juga,” jelas Gazakha sambil berjalan paling depan.             Alis Keylo terangkat satu. “Bang Verco tau?”             “Yep. Gue udah cerita ke dia soal cewek yang mirip banget sama kak Zeva.”             Devan dan Neyla saling tatap. Mereka hanya mendengarkan cerita saja, tapi belum pernah bertemu dengan oknum yang katanya sangat mirip dengan Zeva itu. Memangnya semirip apa sih oknum ini sama Zeva?             Sesampainya di kamar Catherine, Gazakha segera membuka pintu dan masuk lebih dulu. Cowok itu langsung menoleh ke arah ranjang dan menemukan Catherine sudah bangun. Cewek itu sedang memakan buah yang dikupas oleh Keanu.             Cih! Cari kesempatan sekali si Keanu ini. Gue ngilang sebentar, dia udah deketin si Cath!             Menyadari tatapan bete dari Gazakha, Keanu hanya terkekeh geli dan menggeleng. Sepertinya Gazakha masih mengira bahwa dirinya menyukai Catherine, padahal sebenarnya tidak seperti itu. Dia dan cewek blasteran itu hanya bersahabat dekat, tidak lebih. Tapi, biarlah Gazakha berasumsi seperti itu. Ini merupakan hiburan tersendiri bagi Keanu dan Keanu sangat suka melihat reaksi yang meledak-ledak dari Gazakha.             “Kok lo balik lagi?” tanya Verco. “Katanya mau beli ketoprak?”             “Ada tamu.” Gazakha menyingkir dari pintu dan mempersilahkan Keylo, Neyla serta Devan masuk ke dalam. Keylo langsung menghampiri sang kakak dan duduk di sampingnya, sedangkan Neyla dan Devan berdiri agak canggung di tengah kamar.             “Kenapa lo ke sini?” tanya Verco. “Mereka mau ngapain di sini?”             “Kata Gaza, Abang udah tau soal orang yang mirip banget sama Zeva itu,” kata Keylo, mengabaikan pertanyaan Verco. “Benar, Bang?”             Verco memutuskan untuk tidak berpura-pura bego. Cowok itu mengangguk dan saling tatap dengan Gazakha.             “Gue tadi kirim pesan singkat ke Gaza dan cerita soal spekulasi Neyla mengenai cewek yang mirip dengan Zeva itu. Florencia. Gimana kalau sebenarnya dia itu Zeva tapi mengalami amnesia?”             Ya emang begitu kenyataannya, Key, batin Verco, Gazakha dan Keanu di dalam hati. Catherine sendiri hanya duduk manis di ranjangnya, mendengarkan dengan seksama sambil memakan apel yang sudah dikupas oleh Keanu.             “Makanya, gue, Neyla dan Devan mau menyelidiki Florencia dan mau mastiin kalau Florencia beneran Zeva.”             “Lo kerjasama sama mereka?”             Pertanyaan Verco dibiarkan menggantung oleh Keylo. Cowok itu melirik ke arah Neyla dan Devan yang nampak gelisah di tempat masing-masing tapi masih menyunggingkan seulas senyum tipis.             “Ya.”             “Sama mantan pacar lo, orang yang udah ninggalin lo demi cowok di sampingnya itu dan juga cowok itu, yang membuat mantan lo meninggalkan lo dan mau merebut Zeva dari lo?”             Si abang terlalu berbelit-belit ngomongnya, ih, gerutu Gazakha di dalam hati. Cowok itu berjalan menuju ranjang Catherine dan berdiri di samping Keanu. Dia mengambil beberapa potongan apel dari piring.             “Za, kakak lo kenapa marah-marah?” tanya Catherine ingin tahu.             “Lah? Lo nggak dengar barusan?” Gazakha mengangkat satu alisnya. “Itu cewek, namanya Neyla. Dia mantan pacarnya bang Keylo. Nah, yang bikin Neyla ninggalin abang gue itu adalah, Devan, cowok yang di sampingnya. Devan itu seniornya kak Zeva semasa kuliah dulu, sekaligus orang yang mau ngerebut kak Zeva dari bang Keylo setelah dia meninggalkan Neyla.”             “Waduh,” komentar Keanu seraya berdecak. “Kacau banget relationship mereka.”             “Begitulah.”             Keylo memutar bola matanya dan mendengus saat mendengar Gazakha membicarakan dirinya, Zeva, Neyla dan Devan seolah-olah mereka tidak ada di ruangan ini dan tidak bisa mendengarkan. Verco bahkan sampai memalingkan wajah untuk menyembunyikan senyumannya. Sementara itu, Neyla dan Devan sama-sama menunduk dengan wajah memerah. Neyla bahkan sampai menyikut pinggang Devan, membuat Devan mengaduh tanpa suara dan mengusap pinggangnya tersebut.             “Gaza!”             “Ya?”             “Sejak kapan lo berubah jadi pembawa acara berita gosip?” tanya Keylo dengan nada bete. “Lo ngomong seolah-olah kita bertiga nggak ada di sini.”             “Eh?” Gazakha tertawa. “Sori, Bang. Gue keceplosan. Maaf ya, Kak Neyla, Kak Devan.”             Neyla dan Devan hanya meringis sambil mengangguk, membuat Keanu terbahak. Catherine yang merasa simpatik pada Neyla dan Devan karena ulah Gazakha itu, langsung mencubit tangan Gazakha hingga cowok itu mengerang dan mengusap bekas cubitan Catherine tersebut.             “Udah, udah,” kata Verco sambil berdeham. “Kenapa lo bisa berpikiran kalau Florencia adalah Zeva, Ney?”             “Mm....” Neyla melirik Keylo dan cowok itu mengangguk. “Karena, aneh.”             “Aneh?”             Neyla mengangguk. “Menurut cerita Keylo, cewek bernama Florencia ini muncul tiga bulan setelah Zeva menghilang dari tempat kejadian kecelakaan waktu itu. Selama tiga bulan juga, Zeva nggak pernah bisa ditemuin meskipun Keylo udah cari di ke mana-mana. Hilangnya Zeva, munculnya Florencia yang sangat mirip dengan Zeva, bukannya itu aneh dan terlalu kebetulan? Bahkan, nggak ada yang namanya kebetulan di dunia ini.”             Smart... pikir Verco.             “Gimana kalau Zeva punya saudara kembar?”             “Eh? Mm... kalau Zeva punya saudara kembar, kenapa dia nggak pernah cerita dari dulu? Kalau dia cerita, bukannya kita bisa menebak ke arah sana juga? Lagi pula, kalau Zeva emang punya saudara kembar, masa iya saudara kembarnya nggak tau soal Keylo? Pastinya kalau Keylo dan Florencia pernah ketemu, cewek itu bakalan kenal sama Keylo karena Zeva pasti cerita ke saudara kembarnya kalau dia punya cowok yang namanya Keylo.”             Verco tersenyum dan mengangguk. Cowok itu bertepuk tangan, mengapresiasi jalan pikiran Neyla. Dia saling tatap dengan Gazakha dan adiknya itu mengangguk. Mungkin, sudah saatnya Keylo tahu dan mereka semua bekerjasama untuk menyerang Fitz.             “Oke, karena lo semua berpikiran seperti itu, akan gue kasih tau kebenarannya.” Verco menarik napas panjang dan menatap tegas Keylo yang mengerutkan kening. “Key, Florencia memanglah Zeva.”             Keylo mematung, pun dengan Neyla dan Devan.             “A... pa...?”             “Florencia adalah Zevarsya Venzaya.” Verco kembali bersuara. “Dia adalah pacar lo yang hilang dari TKP tiga bulan yang lalu. Dia ditolong oleh seseorang yang waktu itu menelepon ambulans untuk membantu lo karena wajahnya sangat mirip dengan mendiang adik kandungnya yang baru aja meninggal dunia dua bulan lalu. Dia dikasih identitas baru sebagai Florencia, adik orang tersebut dan saat ini, sepertinya orang itu mulai jatuh cinta sama Zeva.”             Keylo mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh.             “Siapa?” tanya Keylo. Nada suaranya terdengar dingin. “Siapa orang itu?”             “Lo ingat orang yang lo tanya keadaannya di lobi rumah sakit?”             Keylo langsung berdiri.             “Dia orangnya. Seorang pengusaha dan pebisnis terkenal yang sering muncul di majalah bisnis yang nggak pernah tertarik untuk lo baca. Namanya Fitz.”  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD