“Apa nggak sebaiknya kita kasih tau bang Key soal ini, Bang?”
Verco melirik adik bungsunya sekilas dan memijat pangkal hidungnya. Cowok itu menarik napas panjang dan berdecak. Pikirannya mendadak buntu. Dia bukannya tidak ingin memberitahu Keylo soal ini. Sungguh, dia sangat ingin memberitahu adiknya itu. Tapi, Keylo pasti akan merasa sedih sekali saat tahu Zeva mengalami amnesia dan melupakannya. Sudah begitu, mengetahui sifat Keylo, cowok itu pasti akan melabrak Fitz dan membuat kehebohan di mana-mana.
“Belum waktunya. Kita tunggu sebentar lagi.”
“Bang—“
“Gue setuju sama kak Verco.”
Kalimat itu membuat Gazakha dan Verco menoleh. Keanu, sambil mengaduk minumannya, mengangguk ke arah Gazakha dengan tatapan tegasnya. Keanu memang diajak Gazakha untuk ikut berkumpul bersama Verco guna membahas masalah Zeva dan Fitz. Karena Fitz adalah pengusaha sekaligus pebisnis terkenal, maka Gazakha berpikir dia harus meminta bantuan seseorang dengan background keluarga yang sama dengan Fitz dan Keanu adalah orang tersebut.
“Kenapa?”
“Look,” Keanu menaruh minumannya di atas meja. “Kita emang menemukan banyak keganjalan mengenai Florencia. Informasi yang berhasil didapatkan oleh anak buah keluarga gue juga rupanya informasi yang sangat rahasia. Kalau bukan karena anak buah keluarga gue mengancam mereka, mungkin kita nggak akan pernah tau soal Florencia yang asli yang sudah meninggal. Tapi, itu bukan bukti kuat, Za. Bukti itu cuma berdasarkan informasi aja. Kalau kita mengkonfrontasi mereka, orang-orangnya Fitz pasti akan berkata lain lagi kalau mereka dijamin keselamatannya dan dibayar. Cara kerja orang-orang kayak selalu berkisar di antara uang.”
“Kayak lo, ya?” sindir Gazakha dengan nada geli, membuat Keanu mendengus.
“Gue beda. Ngapain harus pakai uang untuk menyelesaikan semua masalah?” Keanu berdeham. “Kita harus cari bukti fisik dan bukti kuat. Biar gue suruh anak buah keluarga gue selidiki lebih lanjut. Untuk saat ini, kita harus mengawasi Fitz. Dia pasti langsung mengurung Florencia di dalam rumah karena tau kalian udah tau soal ini dan berniat untuk membawa pergi Zeva menjauh dari cowok sialan itu.”
Gazakha yang sudah membuka mulut, bersiap untuk memberikan komentarnya, otomatis menghentikan niatnya ketika dia mendengar ponselnya berbunyi. Cowok itu mengatupkan mulutnya lagi dan buru-buru memeriksa ponselnya itu. Alisnya terangkat satu ketika dia membaca pesan yang masuk ke ponselnya tersebut. Lalu, Gazakha tertawa, membuat Verco dan Keanu mengerutkan kening mereka sambil menatap Gazakha dengan tatapan bingung.
“Diam, ah. Jangan berisik. Cath lagi tidur,” gerutu Keanu. Dia menoleh sekilas dan menemukan Catherine masih tertidur pulas. Ketiganya memang ada di rumah sakit, di kamar inap Catherine untuk menjaga cewek itu. Jasmine dan Keylo sudah pulang dan kebetulan Keanu datang menjenguk setelahnya.
“Ini, pesan dari bang Keylo,” kata Gazakha disela tawanya. Cowok itu menarik napas panjang, mencoba mengatur napasnya yang sedikit tersengal karena tertawa barusan. “And guess what?”
“Apa?” tanya Verco.
“Dia minta bantuan gue buat menyelidiki Florencia. Katanya, sekarang dia lagi ketemuan sama Neyla dan Devan dan barusan, Neyla berspekulasi soal Florencia yang sangat mirip dengan Zeva, setelah bang Keylo cerita sama dia soal Florencia. Kata Neyla, gimana kalau sebenarnya Florencia itu adalah Zeva yang amnesia. Gitu.”
“Heh.” Verco terkekeh geli. “Cewek itu emang pintar. Dia bisa melihat adanya keganjalan hanya berdasarkan sebuah cerita.”
“Ah, itu mah emang bang Keylo aja yang otaknya ketutup,” ejek Gazakha.
“Neyla ini siapa?” tanya Keanu yang bingung dengan percakapan mereka.
“Oh, mantannya abang gue,” jawab Gazakha. “Ninggalin abang gue buat cowok lain. Terus, pas mereka udah jadian, kita baru tau kalau cowok yang jadi pacarnya itu, penyebab Neyla ninggalin abang gue, ternyata seniornya kak Zeva dan orang yang disukai kak Zeva secara diam-diam.”
Keanu mengerjap dan terkekeh. “Udah kayak sinetron aja. Cinta segi banyak.” Cowok itu kemudian mengangkat satu alisnya. “Abang lo minta bantuan buat menyelidiki Zeva—maksud gue, Florencia?”
“Yep.” Gazakha mengangguk dan mengetik balasan untuk sang kakak. Cowok itu kemudian melirik Keanu. “Ngapain lo ganti nama kak Zeva jadi Florencia lagi tadi? Kan emang udah pasti kalau itu kak Zeva.”
“Ya, tapi kan identitasnya sekarang Florencia.” Keanu tertawa. Cowok itu kemudian bangkit. “Gue ke UGD dulu.”
“Ngapain?” tanya Gazakha dan Verco bersamaan.
Keanu memberikan kedua cowok itu tatapan yang berkilat nakal. “Mau ngeliat Florencia. Kebetulan, saudara gue lagi di UGD, baru aja masuk. Ini ada chat di grup keluarga. Sekalian gue ngeliat saudara gue, gue mau liat si Florencia. Ranjang di mana kata lo?”
“Paling ujung,” jawab Gazakha.
“Dan gue akan buat keributan di sana.” Keanu menyeringai. “Tertarik buat ngeliat?”
Gazakha dan Verco saling tatap kemudian bangkit berdiri. Ketiganya melihat Catherine yang masih tidur dan memutuskan untuk menitipkan cewek itu pada suster yang sedang bertugas jaga di mejanya.
“Kenapa dia belum dipindahin ke kamar biasa?” tanya Keanu dalam perjalanan menuju UGD.
“Mungkin karena Fitz mau bawa dia pulang? Gue yakin, begitu dokter memastikan Florencia baik-baik aja, cowok sialan itu bakalan langsung bawa kabur Florencia dan mengurung dia di rumahnya.”
“Scary, isn’t it?” Keanu mendengus. “Cowok kalau udah suka sama cewek, pasti bakalan ngelakuin apa pun buat dapatin cewek itu. Cewek juga sama, sih. Ya, pokoknya manusia itu mengerikan. Greedy.”
Ketiganya kemudian diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesampainya di UGD, Keanu menghampiri ranjang saudaranya terlebih dahulu untuk menanyakan keadaannya dan memeriksanya. Lalu, cowok itu pamit dan berjalan ke ranjang paling ujung, tempat di mana Florencia berada.
“Lo berdua ngintip aja dari sini,” tunjuk Keanu ke arah salah satu ranjang yang kosong dan tertutup tirai. “Nanti si Fitz tau lagi gue komplotan kalian.”
“Loh? Kalau lo nyebut-nyebut dia Zeva mah, udah pasti ketauan lo komplotan gue,” sahut Gazakha.
“Belum tentu, lah. Yang kenal Zeva kan banyak.”
Baru saja Gazakha ingin membuka mulut untuk membalas ucapan Keanu, Verco langsung menarik adiknya untuk bersembunyi di balik tirai. Mereka berdua mengawasi gerak-gerik Keanu dari balik tirai tersebut.
Ketika Keanu sampai di depan ranjang Florencia, karena sudah tahu wajah Zeva seperti apa, Keanu jadi tidak kaget lagi dengan wajah Florencia saat ini. Fitz juga ada di sana, duduk di samping ranjang sambil memeriksa ponselnya. Setelah menghitung satu sampai tiga di dalam hati, Keanu langsung menyeringai dan membuka tirainya dengan cepat, hingga Fitz tersentak pun dengan Florencia.
“Kak Zeva?!” seru Keanu. Cowok itu langsung mengitari ranjang dan berdiri di samping ranjang Florencia yang satu lagi. “Ini lo kan Kak Zeva?!”
Florencia mengerutkan kening sedangkan Fitz mematung. Datang lagi satu orang yang mengenal Zeva, membuat Fitz mengeraskan rahang dan mengertakkan gigi. Ditatapnya cowok di depannya itu, yang wajahnya agak familiar bagi Fitz. Di mana Fitz pernah melihatnya?
“Maaf, lo siapa? Gue bukan Zeva....”
“Nggak. Lo kak Zeva. Gue bisa mengenali lo di mana aja. Kak, kita semua nyariin lo. Keluarga lo, teman-teman lo... kak Keylo juga!”
Keylo? Florencia mengerang pelan dan memegang kepalanya yang mulai terasa nyeri. Keylo... cowok yang selalu bertemu dengan gue itu? Yang juga memanggil gue dengan nama Zeva?
“Hei,” Fitz bangkit dan memutari ranjang Florencia, kemudian berdiri di hadapan Keanu. “Lo udah mengganggu adik gue. Dia bukan Zeva. Dia Florencia. Zahara Florencia.”
Zahara Florencia my ass!
Fitz langsung menyeret Keanu yang meronta keluar, mengundang perhatian dan tanda tanya pada pasien dan keluarga mereka yang ada di UGD tersebut.
“Kak Zeva! Kak, kasian kak Keylo, Kak! Dia udah nyari Kak Zeva selama berbulan-bulan. Dia kangen sama Kakak, Kak! Kalian bahkan udah bertunangan. Plis, remember him, Kak! Kak Zeva!”
Gazakha dan Verco hanya bisa saling tatap dan menyeringai.
Good job, Keanu!