Part..4 Kejutan Rani
***
Malam ini Chelsea pura- pura Sibuk. Setelah pulang kuliah ia langsung diam dikamar membuka buku tebal kedokteran dengan nama- nama anatomi yang harus ia hafalkan. Padahal itu sudah diluar kepalanya tapi ketika mama masuk ke kamar ia pura- pura bodoh dan sulit menghafalnya.
" ini apa..ya..kemarin aku inget.."
chelsea pura-pura bodoh dihadapan mama.
" Apakah...benar kamu tidak ikut kerumah kakek?." Tanya mama menyakinkan. Sepulang kuliah mama sudah teriak ada undangan dirumah kakek. "benar kamu tidak mau ikut kerumah kakek?"
mama masih menyakinkan dengan hangat dan sentuhan dirambut chelsea.
Chelsea menatap mama hangat, sebenarnya ingin ia ceritakan mengapa ia membenci pergi kerumah kakeknya setelah beberapa tahun lalu.
Chelsea menggeleng. Ia kembali menatap buku tebal di meja belajarnya dengan lampu dan kacamata yang ia pakai.
" ya...sudahlah. Mama dan papa pergi dulu, atau Chelsea mau nyusul?" bujuk mama.kembali lagi memastikan jika chelsea. bersedia ikut.
Chelsea masih mengeleng. Dengan pasti.
"ngak!" jawabnya pasti
Mama pasrah dan pergi hanya dengan papa. Chealsea bersyukur jika mama nya tidak memaksa untuk dirinya ikut kerumah kakek karena ia akan mendapat masalah dengan bertemu dengan David. Ingin sekali chelsea bercerita jika ia telah patah hati oleh orang yang bernama David. Ia hanya cerita telah patah hati dengan seseorang dan tidak pernah menunjukan foto pacarnya pada mama.Chelsea merahasiakan hatinya pada mama dan papa
" Syukurlah..." desisnya.
Setengah jam sudah mama dan papa chelsea pergi, Chelsea berkutat diatas meja belajarnya , membolak balik buku yang tidak ia baca, dan hanya membuka lembar demi lembar. Ada perasaan marah dan kesal jika ia ingat tadi sore di poli, David berkata supaya ia datang. Agar lebih kejam pada hati chelsea. Mungkin kasarnya david meminta chelsea agar menerima kenyataan mereka telah berpisah.
"Ck!" decak chelsea kesal.
Mondar mandir dikamarnya lalu membanting tubuhnya ke tempat tidur. Memukul mukul jidatnya. Sudah hampir tiga tahun ini ia belum bisa move-on dari David.
" David! David, ada apa malam ini dengan David. Mungkinkah..." pikirnya. Ia memikirkan jika malam ini David akan memberitahukan orang - orang akan hubungann dengannya dulu pada seluruh keluarga. Termasuk pada papa & mama. " Gak mungkin!" Ucapnya pasti." itu gak mungkin! itu tidak ada untungnya jika mereka tahu pun!."
Ia menggeleng. Mengigit kuku jarinya yang cantik tanpa disadari. Bayangan cerita cinta dengan David dahulu dan masih terbayang dengan hembusan hangat David lalu ia menahan nafasnya sejenak dan mereka berciuman.
Ciuman pertama ia dapatkan ketika acara hiking di gunung pangrango.
Chelsea meringis menahan memori itu jangan kembali diputar. Ia masih berusaha melupakan David dalam pikirannya. Menepisnya.
" Malam ini acara apa, sih?" pikirnya.
Chelsea kembali menarik nafasnya. Ia membuka lemari miliknya dan memilih baju yang pantas. Karena malam ini David memberitahukan ada acara special." spesial..'
Chelsea singkat memakai gaun hitam dengan brukat ditangan dengan manic-manic indah warna hitam. Gaun yang ia sengaja rancang untuk acara ulang tahun jadiannya dengan David. Dan gaun itu belum sempat ia pakai karena hubungan mereka kandas. hanya tersimpan dilemari.
Rambutnya dibiarkan terurai dengan lisptik saja dan alis yang tebal asli. Make-up nya cukup tipis tapi itu sudah melihatkan kecantikan chelsea yang selalu di primadonakan di Universitas.
Ia berkaca dalam cermin membenarkan dandanan yang biasa di puji mama. Karena anak cantiknya masih belum resmi memperkenalkan pacarnya. Yang selalu ia sembunyikan.
" done"
***
Setangah jam.
Chelsea sudah sampai dirumah kakeknya. Hanya dengan waktu setengah jam, ia bisa membawa mobil miliknya dengan cepat kerumah kakek. perjalanan tidak terlalu ramai seperti biasanya, hingga ia bisa sampai dengan cepat.
Rumah kakek yang kini dihias bagai acara ulang tahun. Chelsea melihatnya heran. Sepanjang sejarah ia tidak pernah melihat rumah kakeknya dijadikan acara ulang tahun dan sebagainya. Rumah itu rumah yang besar namun selalu dingin dan sepi. Tapi kali ini terlihat sangat Ramai. Banyak tamu hadir kerumah.
Chelsea masih menatap Rumah megah itu heran.
Tiga tahun lalu ia mengutuk untuk tidak pergi kerumah kakeknya setelah ia dibuat kaget. David tiba-tiba hadir dirumah kakek Chelsea.
Chelsea senang ketika melihat David dirumah kakeknya. Ia malah menebak jika David telah diam-diam mendekati keluarga nya. Ia senyum sumringah malam itu dan duduk tidak karuan.
" Dave...,Dave..." Desis Chelsea. Kearah David. Penuh senyuman. " love you" Chelsea menerbangkan tanda cinta miliknya untuk David. Tapi ia melihat wajah david hanya diam, justru saat itu David melihat wajahku sangat dingin, tak seperti biasanya.
Malam itu Chelsea mengacungi jempol pada David dengan senyuman termanis dengan debaran jantung yang semakin kencang , ketika Kakek melihat David dan senyum padanya. kakek merengkuh david membawanya ketengah acara.
Tapi malam itu malah membuat Chelsea sangat terkejut. chelsea kira kakek akan membuat pernyataan bahwa chelsea dan David akan bertunangan. karena dahulu kakek pernah bilang kalau ia mau mencarikan calon suami untuk cucu kesayangannya.
" kakek!, kakek kenal Dave.." Tanya Chelsea. Riang dengan bibir terus merekah dengan wajah memerah. Melihat David hanya diam tertunduk. "Kenal david, dave?"
Chelsea malu.
Kakek mengangguk dan senyum. Ia melihat bola mata cucunya begitu bahagia.
" Dave..., begitukah panggilan kamu chel.. kepadanya" tanya kakek. " Bagus jika kalian sudah saling kenal, apa kalian satu kampus?"
Chelsea mengangguk. Raut wajahnya merah dan malu.
" Hoho..., anak ini sudah mengenal pamannya. Rupanya.." Ucap kakek. Dengan lantang dan membuat jantungan.
" Apa!" Ucap chelsea minta kakek mengulang ucapannya. " Apa tadi? kakek bilang apa?"
" Paman!" tegas kakek. Mata kakek membulat dengan senyum melebar bahagia, karena ia memiliki anak lelaki juga. Sepanjang sejarah ia hanya memiliki anak perempuan. Dan itupun hanya dua, mama chelsea juga adiknya tante Rini.
chelsea masih bingung ternyata ada keluarga lain dalam keluarga ibunya.
oh..apa benar yang diucap kakek? benarkah
Ternyata malam itu bukan kakek mengenal David sebagai kekasih Chelsea, tapi kakek mengenal David sebagai anaknya. Paman chelsea.
Jawaban Kakek Itu sudah cukup membuat chelsea tersiksa. penuh tidak percaya.
benarkah..benarkah david..tidak mungkin ini pasti mimpi...chelsea..
Chelsea seolah tuli. Telinganya seperti rusak dan tidak percaya. Dan ketika kakek menceritakan panjang lebar. Itu malah membuat sakit hati untuk Chelsea. Ia tidak bisa menangis. Atau berkata lagi selain memungkiri. Ini adalah mimpi.
" kakek bo-hong!!" Ungkap Chelsea tidak percaya.
Mata kakek kembali membulat tanpa kebohongan.
" David ini adalah anak saya dari istri saya Ayumi." Jelas kakek. Memberitahukan kepada seluruh keluarga besar Budiman.
"Akhirnya saya memiliki penerus...seorang anak lelaki yang saya cari selama ini."
Semua orang terlihat Shock dan tidak percaya. Lelaki tua Bangka itu memiliki anak yang baru diketahui setelah usia 25 tahun. Itupun Hasil pencarian dirinya yang dibantu oleh kenalan detektif. Semua keluarga Budiman menatap David.
Chelsea masih memaku dan tidak percaya.
" Itu...tidak mungkin. Gak mungkin..." Tatapnya nanar pada raut wajah kakeknya. Air matanya mengalir perlahan.
"David..ternyata." isaknya.
Kakek meninggalkan ruangan dengan keluarga yang membisu, Suara mereka dibuat kelu dan tidak berkata apapun selain kedongkolan yang melanda raut wajah mereka.
" Chelsea..ayo kita pulang!" Ajak mama.
Chelsea masih diam menunduk,mengusap lembut airmatanya.
"kamu kenal dia nak..?" Tanya mama chelsea yang bernama Ambar.
Chelsea menggeleng.
"Mah.." Chelsea menatap wajah mama ambar penuh ketidakpercayaan.
Setelah pengumuman itu kakek malah mengelar acara syukuran dengan menampilkan penyanyi local. Dan jamuan. Sedangkan keluarga besar dan inti malah pergi meninggalkan rumah termasuk Chelsea masuk ke urutan daftar keluarga yang segera meninggalkan rumah kakeknya.
Chelsea masih diam dan duduk dikursi tidak bergerak sama sekali. Matanya terus menatap wajah David yang terus menunduk.
David sama sekali tak bergeming, ia juga terlihat sama shock, sesekali kami berpandangan. Ia tahu betul kalau chelsea terus mengusap air mata.
" Gak mungkin!" gumamnya. " ini pasti mimpi.."
Chelsea bangkit dan melangkah gontai. Tidak ada rengkuhan dari David. Meskipun David melihatnya, ia bagai orang asing. Walaupun chelsea menatapnya dengan penuh keinginan untuk dipeluk dan bersandar dalam dadanya, berharap David mengatakan " Ini mimpi."mengelus rambutnya.
Tapi David tidak melakukannya. Ia berubah seketika
.
Chelsea keluar dari rumah kakek tiga tahun lalu penuh dengan luka dan kecewa.
Saat itu ia mengutuk untuk tidak kembali masuk kerumah kakek. Dan sejak 3thn lalu. Ia tahu bahwa David adalah pamannya. Chelsea terus menghindar, dan membiarkan David memperlakukan dirinya seperti orang asing . Setelah mengetahui kenyataan dirinya adalah anak kakek Chelsea adalah aib terbesar baginya. David berubah drastis. Menjadi David yang dingin bagai gunung es.
Merubah seketika hubungan mereka menjadi keponakan dan paman.
***
Chelsea menghela nafasnya sebelum ia turun dari mobil. Dan melihat suasana rumah kakek terbilang meriah. Seperti sebuah pesta ulang tahun. Sama seperti tiga tahun sebelumnya. Ada firasat untuk lebih tegar dan menerima kenyataan. Meski setelah 3 tahun itu tidak mengubah perasaannya.
kembali firasat buruk. Itu kembali. Chelsea meremas gaun miliknya.
Chelsea memberanikan diri untuk turun dan melihat keadaan. Melangkahkan kakinya pasti menyambut tamu yang hadir dan mengenalnya.
" Hai..chel.." Sapa Winda sepupu, anak tante Rini.
" Hai..." balas Chelsea. Menyapa sepupunya kali ini. Memasuki Ruangan tamu yang disulap menjadi ballroom mewah.
Ia terkejut.
Papa melihat Chelsea lalu berbisik pada mamanya, " itu chelsea" bisik papa. Terlihat oleh chelsea. dan hanya membalas dengan senyum pada papanya. ia melambaikan tangan dan duduk di kursi pojokan. tidak ikut berbaur.
Mama hanya melambaikan tangan. Chelsea berlari kedalam ruangan keluarga. Ada nenek tirinya yang seumuran mamanya, dan neneknya yang sudah tua ada di kursi dengan kemampuan yang terbatas dengan kursi roda. Chelsea menghampiri neneknya yang sudah lama sekali tak ia kunjungi.
"Maaf, baru berkunjung lagi.."
Chelsea mencium kening nenek yang sudah keriput dan senyum dikursi roda, Dan sudah tidak bisa berkata selain menulis di memo.ia menanyakan keadaan chelsea. chelsea masih duduk dihadapan nenek berharap nenek senyum, memberikan semangat lagi untuk Chelsea.
" Saya baik-baik ajah, nek." ucap Chelsea. Ketika melihat memo yang ditulis Nenek Sofie.
Kakek turun dengan seseorang yang menggandeng lengannya, lelaki yang kini dibenci olehnya. juga pernah ia cintai. David memboyong kakek. Yang sudah tua dan renta.
Chelsea tepat dibawah tangga. melihat langkah David menuruni anak tangga satu demi satu.chelsea senyum pada wajah David yang membuat dirinya selalu ingin meloncat kedalam peluknya. Seperti dulu. Tapi kali ini Ia menahan hasrat keinginnan terbesarnya selama tiga tahun yang sudah berlalu.
Chelsea mendengus. nenek melihat raut wajah chelsea seketika tanpa chelsea sadari. nenek menepuk bahu chelsea.
"iya." jawab chelsea.
Kini David memakai pantalon. Dengan rambut rapi dan pasti wanginya mengingatkan dirinya akan kedekatannya menjadi kekasihnya dulu. Wangi khasnya yang masih ia rindukan. Chelsea telan dalam- dalam. Dan dihirupnya pelan. Aroma kerinduan parfum yang selalu chelsea belikan. Masih selalu sama sampai saat ini.
Chelsea melihatkan giginya, senyum dibalik rambut yang ia selipkan. Melihatnya saja dibalik matanya. tanpa memandang David terang-terangan.
David melihat kearah chelsea yang kini duduk disebelah neneknya di kursi roda.
Para tamu masih menikmati hidangan yang disajikan. Menikmati Dessert, kudapan dan bakso disana, Tapi ketika MC memberitahukan bahwa kakek telah turun dan akan segera melaksanakan acara pertunangan.
kali ini Chelsea dibuat lagi shock oleh MC.
" Tunangan.." desisnya.
Mata chelsea membelak pada raut wajah nenek yang sudah mengusap lagi lengan chelsea. nenek tau hati dan perasaan chelsea pada David.
MC memberikan microfon itu pada kakek yang berdiri dihadapan semua orang membuat pernyataan yang mengejutkan.
" Karena saya..., sudah tidak muda lagi. Dan anak saya semua sudah menikah dan memiliki cucu. Jadi sebelum saya wafat saya mau memberitahukan kalian kabar baik. Anak saya yang bernama David Stefphan. Malam ini saya tunangkan dengan anak kerabat saya, Bapak Handoko silahkan Maju..." Pinta kakek. Mensejajarkan nya.
Pak Handoko ikut mensejajarkan dirinya dengan kakek chelsea.
" Terima Kasih Pak Budiman..." ucap pak Handoko. Pak handoko memboyong putrinya yang berdandan cantik memakai kebaya gold dengan riasan dirambutnya indah.
Rani melihat Chelsea dengan tatapan kemenangan dan puas.
" Malam ini saya akan mengumumkan pertunangan Anak saya David dengan Anak kerabat saya." Ucap kakek masih malu.
Ucapan itu bagai Bom dihati Chelsea. David melihat mata Chelsea yang hampir menangis dan berkaca-kaca. Tapi ia masih menahannya.
Tiba- tiba Ia mengutuk ia pernah mencintai Pamannya hingga sekarang. Dan yang paling mengagetkan adalah ketika kakek menyebutkan nama Chelsea.
" Chelsea! apakah kamu keberatan jika paman mu David nanti bertunangan dengan Ranindya?" Tanyanya.
David sentak melihat wajah kakek. Menatapnya
Chelsea spontan menggeleng. Ia tidak keberatan meski tidak ada suara yang terdengar dari mulut Chelsea kelu. Melihat Rani sudah menyeringai dirinya dengan senyuman kemenangan.
" oh" gumam chelsea. masih menguatkan hatinya lagi. Menahan tangis dan berucap berkali- kali dalam hatinya untuk tidak menangis dihadapan umum. Apalagi dihadapan David. Itu akan membuatnya sangat sulit.
_________
Ingatan Chelsea diputar lagi kemasa 3 tahun silam. Tiga tahun lalu setelah malam Chelsea mengetahui David adalah pamanya. Esok paginya Chelsea tidak masuk kuliah. Dihari pertama setelah malam itu David datang kerumah Chelsea. Tidak disambut hangat oleh mama Chelsea atau bisa dikatakan adalah kakaknya. Mama Chelsea masih menganggap David orang asing yang tiba- tiba hadir dalam kehidupannya. Mengacak silsilah keluarga mereka.
" Chelsea, apakah baik-baik saja. Tante..?" ucap David.
Ia belum bisa menerima juga kenyataan yang membuat dirinya tersisksa. David terlihat begitu sama tersiksa dari raut wajahnya.
mama chelsea menggeleng. "kenapa kamu kemari?" Tanya mama chelsea dengan nada yang menaik.
"Saya dengar tan. kalau chelsea sakit." Jawab David.
" Siapa yang bilang." Tanya nya kembali. Mama chelsea mulai curiga dengan David. " kamu siapanya chelsea.."
David Diam.
Detik berikutnya ia menjawab.
"Teman."
Mama Chelsea mengantarkan David kekamar Chelsea. Ada perasaan yang terselip dihati mama chelsea pada David. David kenapa perhatian pada chelsea. Benarkah ia teman Chelsea? ataukah lebih. Selama ini chelsea tidak pernah bicara apapun tentang teman lelakinya. Hanya saja ia pernah bercerita bahwa ia menyukai seseorang dan akan membawa kerumah jika chelsea siap malu pada mamanya.
"Chelsea.., ada temanmu." Ucap mama diluar. Tanpa mengetuk pintu.
Pintu kamar Tidak dikunci, kamar itu dibukanya perlahan. David menemukan Chelsea masih menutup dengan selimut dan masih memakai gaun dimalam dimana ia merasa paling cantik dan deg-degan seumur hidupnya. Tidur dengan heels dan gaun merahnya.
" Chel...sea.." desis David. " Chel...ada yang mau aku katakan." Jelas David.
Mama meninggalkan kamar supaya Chelsea dan David bisa lebih leluasa.
" katakan ..., gue denger kok." Ucap Chelsea dibalik selimut dan tidak berani melihatkan mata sembab miliknya.
Chelsea menjadi kembali pada kalimat 'gue-elo' . padahal sejak setahun pacaran kalimat itu adalah kalimat terlarang.
" Maaf..., chel..." Ucap David berat.
"Hmm..." Jawaban dibalik selimut. " Sudah cukup...elo pergi dari kamar gue." Pinta Chelsea. Dengan suara yang berat. Masih menutup mulutnya menahan tangis yang akan meledak dan tidak bisa ia tahan lagi.
"Maaf chelsea.." Tambahnya.
Sebetulnya hari ini ia butuh David untuk memeluknya dan mengatakan bahwa ini semua mimpi. Tapi David tidak melakukannya. Ia pergi begitu saja. Setelah meminta maaf, Dan membiarkan Chelsea menikmati tangis dibalik selimutnya. Yang terdengar ketika David keluar dari kamarnya.
David begitu kejam tidak memeluknya kali ini. Padahal setiap ada kesulitan atau tiap kali Chelsea cemburu atau sebaliknya. Mereka akan berpelukan dan mengucapkan kalimat 'maaf'.
Chelsea menangis lagi seperti anak kecil. Dan David hanya bisa diam tanpa suara. Ia menatap mama Chelsea. Dan pamit.
" Chelsea kamu tidak apa-apa kan sayang?" mama mendengar sesegukan dari chelsea. "sayang.."
" saya pulang..tan." pamit David di luar pintu. Dan hendak pergi kearah gerbang.
" Tunggu..." ucap mama chelsea. " Apa hubungan kamu dengan Chelsea..."
David Diam tidak menjawab.
" Maaf...permisi. Saya pulang." David meninggalkan mama Chelsea.
Ia menghentikan langkahnya tanpa membalik dan melihatkan Raut wajahnya
.
" yang jelas , kenyataan ini akan menyakitkan saya juga Chelsea. Mungkin anda menganggap bahwa saya mencari ayah yang memiliki kekayaan untuk membiayai kuliah saya. Tapi tanggapan itu salah! Saya lebih bahagia jika tau ayah saya MATI!! Dia bukan ayah saya! Ini membuat saya Rumit..tan, Andai saja saya bukan anak dari lelaki tua b******k itu dan merayu ibu dengan kekayaan. Mungkin hidup saya lebih baik, tidak seperti sekarang. Dan bisa mencintai gadis yang saya cintai" Jelas David.
David melangkahkan kakinya satu langkah, Dan terhenti dengan suara mama chelsea yang menghentikan langkahnya.
" ja...di, benar kamu pacar Chelsea selama ini." Mama kembali meneruskan kalimat yang terlintas dipikirannya. David tidak mengucapan kalimat 'iya' atau anggukan dari david. Tapi ucapan david Itu sudah cukup membuktikan bahwa pacar Chelsea selama ini adalah David. Yang Chelsea mau perkenalkan diacara special. Yang membuat putri kesayangannya menangis.
David pergi begitu saja. keluar dari rumah Chelsea. Membawa kemarahannya dijalan raya dengan Motor Ninja miliknya.
Chelsea mengintip dibalik jendela kamarnya. Melihat David melesatkan motornya.
hiks..
Membelah jalan, menyalip kendaraan bagai orang brutal dan ugal-ugalan. Hari ini ia berharap mati saja. Dari pada tahu kenyataan yang membuat dirinya sakit hati. Dan malu, jika ia adalah anak haram dari kakek Chelsea.
_________
" Paman David..., dave...". Desis Chelsea. Memori itu terus memutar isi kepala Chelsea. Beberapa kenangan lama terulang kembali pada rumah yang sama.
David menyematkan cincin dijemari Rani, ada bulir yang menetes lembut dipipi Chelsea. Ada keinginan membuat keributan dan membatalkan pertunangan malam ini. Atau melempar Gelas pada mereka.
Chelsea menghapusnya seketika. Supaya tidak ada yang tahu ia kembali menangis.
Papa dan mama melihat Chelsea senyum palsu dan pura-pura bahagia, ia tahu betul hati putrinya terluka, bahkan ketika ia tahu bahwa David itu pamannya. Chelsea sakit tidak mau makan selama beberapa hari dan terus menangis, melempar semua kenangan dan foto-foto David bersamanya. Yang akhirnya mereka mengetahui rahasia itu tanpa orang lain tahu. Mereka tahu pacar yang selalu disembunyikannya adalah David.
Ini adalah pukulan berat namun dihadapi tegar oleh Chelsea. Ia masih mengembangkan senyuman bibirnya.
Rani menyambutnya, Gadis yang bernama Ranindya adalah teman kecil Chelsea, sewaktu papa & mama Chelsea tugas diluar negeri. Rani teman tapi ia selalu iri dengan Chelsea yang lebih ramah juga pintar. Wajahnya ayu dan juga lembut.
Tapi menurut Chelsea Rani berhati buruk. Ia tidak pernah suka jika Chelsea melebihinya. Bahkan hingga sekarang mereka satu kampus. Kakek selalu memaksa berteman dengan Rani. Padahal Rani selalu saja menganggu Chelsea dalam hal apapun.
Rani tahu bahwa dulu Chelsea adalah pacar David. Makanya ia meminta pada papa nya Handoko untuk meminta David menjadi tunangan dirinya. Dan membuat Chelsea terluka. Rani masih dendam karena semua lelaki dikampus lebih memperhatikan Chelsea dibanding Rani. Ia mau menunjukan betapa sulitnya menerima seseorang lebih memilihnya dan hanya melihatnya dengan iri hati.
Kini Rani meledek Chelsea dengan pelukan dan ciuman hangat mendarat di pipi David. Menunjukannya dihadapan umum. Tapi David tidak bereaksi sama sekali. Matanya masih menatap Chelsea jauh dan dalam. Cincin itu ia pamerkan dan jelas pada arah chelsea
.
Masih ada binar dalam raut wajah David. Matanya melihat Chelsea terang-terangan.
apakah kamu anggap saya akan sakit hati dave..jadi ini yang kamu sebut supaya kejam pada hatiku? tapi kenapa harus Rani. Rani yang selalu merebut apa yang menjadi miliku? yah..kamu kejam dave.kamu berulang menusukan pedang pada jantungku. tapi kenapa jantungku tidak mati dan berhenti saja. supaya aku bisa membawa cintaku mati bersama kenangan kamu.
Chelsea berjalan seolah tidak melihat pemandangan itu. keluar dan mengambil minuman dipojok. Meneguknya seketika. Dan berharap bahwa kakek nya menyajikan wine atau sampanye. ia berharap mabuk saja lalu hilang ingatan seketika. Tapi disana hanya ada orange juice.
kembali chelsea meneguknya. Bagai ia meneguk wine.
" Sekarang, kamu harus panggil saya bibi, nantinya. Tante atau aunty.." ledek Rani, dengan gaya yang membuat Chelsea ingin menguyur dengan jus ditangannya, tapi ia mencoba menahan. " aku calon istri paman kamu. David! Surprize kan?" Ejek Rani. Dengan wajah cantiknya, masih memamerkan cincin tunangan yang dipilihkan oleh kakek.
" Jangan ganggu... chelsea!!" David memperingatkannya menarik lengan Rani. Dan menjauhkan jauh dari chelsea.
Chelsea meneguk minuman nya kali ini. Ada rasa sesak kembali menyerang dadanya. Chelsea memegang dadanya kembali. Menepuk-nepuk lagi. Ia masih berusaha mati-matian menahan rasa sesak yang dirasakannya seketika.
"shitt..! " Rutuknya.
Dan tak sadar ia kembali meneteskan bulir lembut dari sudut matanya. Ia keluar dari rumah menuju parkiran dan kembali mengendarai lagi mobilnya entah kemana. Berusaha berlari meninggalkan kenyataan yang membuat dirinya tidak mengerti arti kehidupan dan rahasia kehidupan. Menangis sejadinya.
Papa dan mama mengejarnya. Hingga gerbang. Tapi mobil itu melesat dengan cepat
.
" Chelsea...chelsea..!!!" Teriak mama & papa. Khawatir jika sesuatu terjadi pada Putrinya.
David ikut mengejarnya hingga jauh. Ia berusaha menelpon nya berkali-kali tapi, sama tidak ada jawaban.
" Shitt!" kesal David.
" Untuk apa kamu mengejar anak saya!!" Bentak mama chelsea. " Ini gara-gara kamu!!."
" Maaf tante."
Satu tamparan mendarat dipipi David seketika dan membuat merah diwajahnya.
" Harusnya kamu bilang jika malam ini adalah pertunangan kamu dengan Rani, Mungkin saya malam ini akan kirim chelsea sekolah keluar negeri!! untuk menghindari sakit hati chelsea. Kamu tahu chelsea begitu tersiksa dengan kejadian pertama!! Hakh..!! puas kamu hancurin putri saya!!" Ucapnya naik pitam.
" Sudah mah.." Pinta papa. Menghentikannya, ketika semua orang melihat Ambar menampar wajah David.
" Orang ini yang memporak porandakan keluarga saya, juga kehidupan anak saya!! Awas kalau kamu berani lagi dekat dengan Chelsea. lebih baik saya melihat kamu Mati!!." Ancam Mama Ambar.
______
Chelsea berkeliling kota Jakarta.
Melihat malam yang selalu ramai di ibu kota, berharap semua kehidupan yang Chelsea alami adalah mimpi. Tapi mimpi yang tidak pernah usai. Hiruk pikuk kota Jakarta adalah kemacetan dan para pengamen yang berkeliaran, anak - anak punk yang menakutkan. Dan para pedagang asongan yang turun dan naik.
Papa menelponya berkali-kali. Tapi Chelsea mengabaikannya.
David mengirima Sms untuk pertama kalinya setelah tiga tahun mereka putus. Dengan telepon yang berkali-kali tidak ia angkat.
Dear Chelsea.Maaf. Satu kalimat maaf tidak dapat menghapus semua lukamu.Maaf ini untuk seumur hidupku.Dave.
Chelsea tidak pernah membalasnya. Ia hanya diam di parkiran menuju monas. Menepikan mobilnya dan berharap makan kerak telor disana. Ia berjalan membanting pintu mobil. Berjalan menuju tukang kerak telor di sudut. Masih berjalan gontai dengan membawa heelsnya ditangan tanpa ia pakai, dengan mata sembab dan segukan.
" pak! kerak telornya satu." Pinta Chelsea. Duduk kedinginan dengan gaun. Membawa kesedihan didalam dadanya.
Chelsea duduk dan melamun menghapus airmatanya. Mascaranya mulai agak luntur dan membuat lingkaran hitam di bawah kelopak matanya.
" Dua pak! saya satu."
Ucap seorang lelaki yang kini berada di belakangnya.
Chelsea mendongkak.
" Dokter..." Desis Chelsea. Ia kembali mengusap sisa air mata dibawah kelopak matanya.
Dokter ilham menatap Chelsea malam ini terlihat begitu cantik. Tapi Ia menunduk malu, dengan mata sembab, Ia mencoba menghindari tatapan dokter Ilham. Dan pasti dokter memperhatikan maskaranya sudah belepotan. Karena air mata.
" Sedang apa disini?" Tanya Dokter ilham. ia masih terlihat Formal. melihat raut wajah Chelsea yang menghindari tatapannya.
" Nyari makan dok..." Jawabnya singkat. Ia masih mencoba menghapus pipinya yang basah dan berusaha Senyum kearah Dokter
Ilham.
"Memakai baju ini!" Ilham memastikan Ucapan Chelsea.
Chelsea melebarkan giginya lalu menggeleng. Ia terlalu malu, kalau sudah berbohong pada Dokter bimbingannya, Ia kalau ia masih memakai gaun pestanya.
" Hmm. Malam ini dingin apa kamu tidak kedinginan? Tanya Ilham Romatis
.
" Ck..! ah.., Andai saja saya memiliki jaket mungkin sudah saya pakaikan." senyumnya melebar kearah Chelsea dan menggodanya.
Chelsea senyum.
"Nah..., itu baru manis."
"ng, seperti dalam drama saja, kedinginan dan jaket. Itu terlalu Romantis." Celetuk Chelsea malu.wajahnya merah karena digoda oleh Dokter Bimbingannya yang masih single.
Dokter Ilham mensejajarkan duduk didekat Chelsea dan menatapnya lembut. Ia menarik nafas dalam - dalam.
"oh..., kebanyakan dalam sinetron." Dokter ilham mengangguk. Dokter itu duduk disebelah Chelsea. Memakai pakaian santai. Dengan kaos putih. Dan celana pendek saja. Ia menatap wajah Chelsea murung.
Ilham tidak banyak bertanya pada chelsea, Ia menebak malam ini pasti terjadi sesuatu. Gaun yang dikenakan Chelsea begitu cantik Dan tidak mungkin seseorang kabur dari pesta dengan uraian airmata, kecuali itu terjadi sesuatu.
Ia tidak mau bertanya sesuatu yang belum dapat ia tanyakan kecuali chelsea memulai ceritanya.
" Oh...kerak telornya sudah jadi. Ayo makan." Ucap Dokter ilham. Ia mengambilkan kerak telor milik chelsea.
Chelsea mengangguk.
Malam ini Chelsea sadar jika kerak telor itu bisa menghangatkan suasana sedihnya. Apalagi ditemani oleh Dokter Ilham yang mencairkan suasana beku hatinya malam ini. Dokter Ilham banyak cerita mengenai pasien pasiennya yang membuatnya tersenyum bahkan tertawa, karena ceritanya kocak dan membuat perut chelsea sakit karena menertawakan ekpresi dokter Ilham.
" Thanks ya, Dok."
" Untuk Apa?"
" Untuk menghibur saya, Malam ini."
Dokter Ilham senyum dan memandangi wajah Chelsea yang kembali normal seperti biasanya ia bertemu, " Next, Traktir saya minum kopi." Pinta Ilham dengan senyuman.
" Oke,"
Chelsea mengacungkan jempol miliknya dan berjalan menuju mobil miliknya, dengan senyum kepadanya.
______
Esok paginya, Chelsea teringat Tas tangan miliknya tertinggal dirumah kakek. Ia meminta Mama mengambilkan tas tersebut. Tapi mama sibuk & tidak mau mengambilkan, dan para pembantu libur.
Hasil nya adalah ia pergi mengendarai kembali mobilnya. kembali pada rumah kakek yang menjadi kutukan baginya.
Sepuluh menit sudah ia tiba dirumah kakek, masih berdiri didepan pintu rumah kakek tanpa membunyikan bel, berdiri lalu membuka kaca mata hitam yang sekarang naik keatas kepalanya, Chelsea membenahkan kemeja krem miliknya dengan celana bahan warna coklat caramel. dengan kalung manik warna hitam dengan mode rambut diikat.
Hari ini ia siap pergi ke tempat praktek Dokter Ilham lagi, Membantunya dan mencari ilmu disana.
Bel pintu ditekan Chelsea. Akhirnya ia sendiri yang datang kerumah kakek lagi
.
Ting..tong..
Tidak ada sahutan dari dalam, Chelsea hanya melihat mang ujang berdiri disekitar kebun dengan menyiram tanaman kesayangan nenek sofie.
" Mang pada kemana?" Tanya chelsea pada tukang kebun yang sudah lama mengabdi untuk keluarga Budiman.
" oh, neng chelsea. Kalau tuan besar pergi cek up katanya. darah tinggi dan gulanya kembali naik." jelas mang Ujang menghentikan semprotan air ke bunga anggrek yang digantung .
" Oh. mobil mas David kemana? Tanya chelsea kembali.
" kalau tuan David. sepertinya ada praktek dirumah sakit."
"oh, makasih mang.''
Ting..tong
Kembali bel itu ditekan. Chelsea mengelanafas panjangnya.
Suara langkah kaki membuka pintu rumah. Hari ini ia tidak melihat mobil kakek ataupun David, ia bersyukur jika kedua mobil itu pergi dan leluasa menemui nenek yang menyimpan tas tangan milik Chelsea yang diberikan oleh mama sebagai kado ulang tahun.
Ceklek..
Pintu terbuka.
Istri siri kakek yang membukanya.Ia melebarkan senyuman, Karena belum sempat menyapa Chelsea tadi malam.
" Masuk..nak." sapanya ramah.
Chelsea mencium pipi dan menyambutnya.
" Sebentar saja. Saya mau ambil tas tangan yang semalam tertinggal. Disimpan dimana ya? Sama nenek sofie?" Tanya nya bingung. " Ng, Itu tas hadian dari Mama." Ucapnya malu karena ia datang hanya karena sebuah tas.
Ibu Ayumi Memikirkan sesuatu, ia menjentikan jarinya dan mengingat sesuatu.
" Tas tangan warna hitam itu semalam David yang menyimpannya. Mungkin masih ada dikamarnya." Jelas Ibu Ayumi.
" Bisa, tolong ambilkan untuk saya..." pintanya.
" Bisa, Ta..tapi..." Ia melirik kearah dapur, " Sebentar Chelsea." Ia menahan Chelsea membuka mulutnya. " Masakan Saya.." Gumamnya.
Ibu Ayumi mendengar suara masakannya hampir mengering. Ia berlari kearah dapur dengan tergesa-gesa.
" Maaf Chelsea. Ambil saja dikamar David!." Teriaknya. " Tidak dikunci, tenang ajah..., David tidak ada dirumah!"
Suara ia masih sibuk dengan masakannya masih terdengar oleh Chelsea, saat bau gosong mulai tercium oleh hidung Chelsea yang membuatnya senyum.
" Chelsea, Naik saja kekamar David!." Teriaknya kembali, suaranya seperti memakai pengeras dan terdengar sangat nyaring. "Tadi sepertinya ia simpan dimeja dekat tempat tidur." Tambahnya setengah teriak. "Maaf ya..saya lagi masak nak, Nanti kakekmu keburu pulang minta makan siang!"
" Baik bu, saya ambil sendiri ."
Ia menghirup nafas dalam- dalam seperti memasuki rumah hantu yang menyeramkan, Padahal semasa kecil. Chelsea tinggal dirumah ini, Main petak umpat kesana kemari dengan Rani. Juga kamar yang kini jadi kamar David adalah miliknya sewaktu kecil. Andai saja David mengetahui silsilah kamar yang kini David tempati, Mungkin ia akan senyum ataukan benci. Kamar itu telah membesarkan Chelsea.
Chelsea memberanikan diri menaiki tangga satu demi satu. Melangkahkan kakinya menuju kamar David yang membuat dirinya berat untuk melangkah. Tapi kamar itu seolah memanggil dirinya untuk masuk dan singgah disana.
Chelsea membuka pintu kamar David.
Ceklek...
Ia belum berani melangkahkan. Masih diam mematung di depan pintu. Melihat tempat tidur dengan bed cover bendera amerika dan bola basket di sudut meja belajar miliknya, Buku-buku tebal kedokteran yang selalu Chelsea baca.
Chelsea menghirup nafasnya pelan. Lalu menghembuskannya.
Satu langkah ia memasuki kamar itu. Ia melihat tasnya diletakan di meja dan langsung berlari mengambil tas itu. Ia bersyukur tidak ada pemilik kamar ini.
Chelsea mengambil tas miliknya, Tapi ia kembali dibuat diam. ketika melihat frame dimeja. Sebuah foto mengejutkan yang membuatnya gemetar dan menjatuhkan tas yang ia pegang.
Sebuah foto romantis ketika dirinya dan David di puncak gunung pangrango untuk hiking dan acara pelantikan mahasiswa.
" Ti..tidak. ini mustahil." Chelsea mengigit bibirnya. " David.." desisnya.
Tiba-tiba sura sepatu pantofel terdengar jelas dan berhenti dibelakang tubuh Chelsea. Chelsea membalik seketika.
Lelaki itu menatapnya dan menatap kembali frame kenangan David dengan Chelsea.
" Oh.."
Chelsea menatap lelaki itu. Masih gemetaran.
" kakek.." desis Chelsea.
Mata lelaki tua itu melotot, dan membanting keras frame kelantai hingga pecah.
Pranggg
" Hegh...sudah kuduga."
" Maaf." Desis Chelsea gemetaran.
Chelsea lalu pergi dan mengambil frame pecah dan tas tangan hitam, berlari menuruni tangga dan kembali pada mobil kecil miliknya. Menerobos tubuh David yang diam diambang pintu. Entah sejak kapan mereka cepat kembali. Ia kembali ke kampus. Melesatkan mobil dengan cepat.
***