Chapter 18

798 Words
Karyna dikerjai. Perempuan itu tahu tetapi tak bisa menolak. Sensasi yang diberikan kepada kegiatan mereka itu menandakan jauhnya bagian lain yang dirasakan Karyna. Terasa bodoh, sekaligus tak ingin geloranya berhenti hanya disatu sisi saja. Sungguh, menjadi terikat dengan status membuat Karyna tak begitu was-was. Jika agenda malam ini menimbulkan hasil selain kenikmatan yang didapat, maka tak akan menjadi masalah. Sebab pelaku yang bertanggung jawab sepenuhnya siap dilimpahi amanat. Ketika istri sah Dave itu memasang wajah merajuk dan memperlihatkan ekspresi tanggung dari efek ulah sengaja Dave, Karyna langsung menaiki ranjang. Menempatkan diri diposisi tengah, melebarkan kedua kakinya yang tak jenjang bak model tetapi patut dibanggakan. Alis perempuan itu bahkan dinaikkan sebelah sebelum bibirnya yang suka dijamah oleh Dave menjilat jemari lengan kanannya sendiri sebelum diletakkan dipermukaan inti tubuhnya sendiri. Melihat itu, Dave terkesiap. Bibirnya terbuka karena terlalu fokus tanpa mengambil jeda mengamati semua pergerakan tubuh perempuannya. Lehernya terasa panas karena menginginkan dahaga terpenuhi, tetapi Dave memaksa dirinya sendiri untuk bersabar menanti tontonan hebat yang istrinya suguhkan. Kepala Karyna meneleng ke kiri. Ada pergerakan lambat serta teratur di bawah sana. Dave mengamatinya hingga lapis legit milik Karyna itu terbelah dan menunjukkan warna merah muda yang setia pria itu pandangi. Tenggorokannya semakin kerontang, pria dan dahaga besarnya menggulir mata hingga setiap desah kecil maupun besar yang lawannya keluarkan menjadi simbol birahi yang sedang menunggu jatah dipuaskan. Disentuhnya milik perempuan itu sendiri adalah manifestasi dewa. Dave harus mengakuinya, membayangkan Karyna dalam keadaan semacam ini tidak terpatri dalam benaknya, sebelumnya. Sosok Karyna sebelum malam ini terlalu riskan, pemikir ulung sampai Dave tidak bisa memilah gairah dan fantaso seksual untuk perempuan itu. Namun, setelah melihat langsung bagaimana sang objek yang bukan hanya sekadar fantasi itu melebur dirinya sendiri dengan jemari, bibir, lidah, mata serta selangkangannya yang indah berpadu dengan suara-suara bak kicau burung Dave mengubah pikirannya. Karyna adalah bintang AV paling tepat yang tak pernah Dave bayangkan sebelumnya. Bukan p******a sebesar pepaya, bukan pula b****g sebesar semangka yang Karyna miliki. Tetapi data tarik dalam otak serta tindakannya yang membuat betapa perempuan itu sangat seksi dimatanya. "Eung... hhh... sss—" Dave tidak ingin menahan bengkak kepalanya lagi. Dia tarik jemari perempuan itu keluar dari sangkar pujaan milik Karyna sendiri. Menggantinya dengan burung jenis lain daripada yang lain untuk dikungkung di dalamnya dengan hangat, tepat dan nikmat. Karyna tidak tahu bagaimana pria itu memulainya, karena sepengelihatannya Dave belum melepas baju tidurnya tadi. Namun, tak dipedulikannya lagi mengenai hal itu. Terpenting, malam pertama mereka diisi dengan meleburnya sesi percintaan menjadi... buah cinta, mungkin? "P—pak..." "Hm?" Menahan pinggul Karyna, pria itu menahan geramannya yang sia-sia. Ketatnya Karyna menjadikan kepala Dave tidak mau berulah banyak selain pada into mereka yang berpusat sama. "P—pak Dave..." Pria itu menampar cukup keras b****g Karyna. Bukan karena ingin, tapi karena Karyna mengganggu fokus Dave. "Kenapa?" "Dari... ugh, bela—kang...." Kali ini, sekali lagi, Dave tak menyangka Karyna akan meminta hal demikian. Pertama kali mereka mencoba memposisikan ritme keras dari belakang, Dave merasakan perempuan itu tak begitu menerimanya dengan baik. Jadi, malam ini dia manfaatkan kesediaan Karyna dengan sangat baik. Melepaskan diri, Dave menciumi setiap senti tubuh Karyna yang gaun tidurnya dilepas dari bawah ke atas. Menyisakan sepasang dalaman yang percuma saja dipakai, tetap saja bagian intim istrinya tetap terpapar dengan indahnya. "Jangan tengkurap. Naikkan bokongmu, Ryn!" Meski mengatakannya lebih dulu, tetap saja Dave tak menunggu Karyna memposisikan diri seperti apa yang pria itu mau. Menarik cepat perut Karyna beserta pinggulnya, Dave menempatkan diri menyesuaikan ritme yang akan dirinya lakukan kepada sang istri. "Jangan nangis karena ini, Karyna." Bisikkan Dave membuat sekujur tubuh Karyna meremang. Dan benar saja, Karyna menangis begitu merasakan betapa kuat dan dalamnya posisi b******a mereka. Karyna menjadi tahu, mengapa banyak dari video tersebut yang suka sekali menggunakan posisi begini. Posisi yang lebih terlihat seperti posisi hewan b******a. Astaga, Ryn... Dave membuat kamu gila kegiatan ranjang! Meski memaki dirinya dalam hati, Karyna tidak akan menghentikan buaian dari Dave. Gelombang cintanya yang datang entah untuk yang keberapa kali menunjukkan d******i Dave malam ini. Lalu, disusul dengan gelombang milik pria itu, maka lengkap sudah perjalanan malam pertama yang tidak perdana tersebut. Karyna ambruk, ditindih oleh Dave yang menyeringai dibalik punggungnya. Masih dengan napas berderu, Dave berkata, "Apa kamu selalu sepenasaran ini untuk menjadi hebat dalam segala hal?" Karyna mendengkus. "Saya selalu suka tantangan, Pak. Dan saya nggak suka hanya didominasi, saya suka keduanya bergantian." "Oh, begitu? Berarti... kamu merencanakan untuk mendominasi saya?" Dengan terkekeh Karyna menjawab, "Untuk yang itu... rahasia, Pak." "Sial, Karyna! Saya menjadi terhasut untuk selalu penasaran dengan rahasiamu." Tentu saja hal itu bukan buruk bagi Karyna. Rencana perempuan itu berhasil. Tidak akan dia biarkan Dave tidak antusias kepadanya. Sebab menjadi istri Dave bukan hanya harus pandai melawan kata-kata saja, tetapi juga pandai mendominasi ranjang agar situasi tak satu arah saja. Lihat saja, Dave. Kamu bukan hanya terhasut tapi terhisap kepada sekretarismu ini. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD