Ayana masih menatap Azam dengan tatapan kosong karena kaget. “Ayana engga bisa mikir, otak Ayana jadi kosong...” ucapnya dengan sangat polos. Dan desahan penuh rasa frustasi keluar dari mulut Azam walaupun di tahan, tetap saja terdengar. Sulit menjelaskan, sulit mendapatkan jawaban. Dan sepertinya, hubungan ini sulit karena hal yang sederhana. “Mas Azam bisa nanyanya jangan sambil liatin Ayana kaya gitu? Serem....” ucap Ayana lagi dengan polosnya minta di tampol. “Saya harap, kamu engga salah naruh jantung di pankreas.” Sindir Azam dengan sisa sisa kekecewaan. Bahkan, sekarang Ayana tak berkedip. “Ayana lulus dengan nilai terbaik. Jangan remehin otak Ayana.” Kilah Ayana tak terima kecerdasan keturuanan posi

