Bahagia 3

1413 Words

Bintang, Tolong jangan begini. Kau harus terima kenyataan, sesulit apa pun itu. *** Bintang sedang menadahkan tangan, menunggu putik bunga berjatuhan setelah pohonnya diterpa angin kencang. Namun, masih melayang di udara serbuk-serbuk putih dan merah muda mirip bunga sakura itu, Bintang tiba-tiba terusik oleh panggilan putrinya. “Abati!” Bintang berbalik melihat rumah kediaman pewaris Abinaya. Khumaira berlari, memanggilnya dan menangis. Gadis itu lalu melambaikan tangan agar Bintang ikut pada ajakannya. “Abati, Ummi!” Kata kedua Khumaira membuat jantung Bintang seketika berdebar. Latifa Bakrie! Bintang langsung meninggalkan tempatnya berdiri lalu berlari masuk rumah. Ditinggalkannya Khumaira di belakang sana demi segera menemukan Ifa. Bintang tergugu di tempat saat pintu terbuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD