Obat 4

1417 Words

Bintang, Jangan keras kepala. *** Bersyukur sekali Bintang punya putri secerdas dan seberani Khumaira. Bintang melihat istrinya sebentar. Demi Tuhan, Bintang tahu apa sebab tingkah tak terduga Ifa. Bintang mencium kepala putrinya sebentar lalu mengusap pipinya juga. “Jangan takut, Ummi tidak marah kepada Khumaira. Ummi sayang Khumaira. Terima kasih, Saleha.” “Hati-hati di jalan, Abati.” “Kalian juga.” Bintang melambaikan tangan pada putrinya yang dibawa menjauh dalam mobil mereka. Kini ia di sisi jalan bersama Ifa. Bintang ingin tertawa, tapi Latifa Bakrie tengah murka. Ia lalu menghadapnya, merayu juga. “Sayangku, kau cemburu.” Ifa tak menafi. “Karena kau sudah tahu, aku ingin kau menikah lagi setelah aku pergi.” Bintang tersenyum, tak menanggapi perkataan istrinya dengan serius

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD