Sharon menatap kapsul magnetik berbentuk persegi empat dengan penutup berbahan dasar kaca bening yang transparan. Benda-benda itu berjajar rapi di depan Sharon. Menurut penjelasan Pho kemarin. Benda itu akan mempengaruhi massa otot semua anjing yang memasukinya, setelah selama ini tubuh mereka disuntikkan ekstrak protein dan karbohidrat yang cukup. Sehingga dengan bantuan energi magnet positif yang terdapat pada permukaan dasar kapsul itu, akan menarik massa otot setiap anjing dan membentuknya seperti badan atlet angkat besi yang sering menang lomba.
Sharon dan anjing-anjing yang berada di ruangan yang sama dengannya ada di barisan paling depan. Mereka yang akan mencoba benda itu terlebih dahulu. Karena mereka telah menjadi klan teratas dalam generasi kedua bangsa Fabelion.
Di tempatnya duduk, Pho menatap barisan anjing-anjing itu dengan senyum penuh kemenangan. Matanya menatap lurus tanpa berkedip sekali pun. Seakan dia benar-benar tidak ingin melewatkan sedetik saja kejadian yang sudah sekian lama ia tunggu-tunggu itu.
'Akhirnya generasi kedua bangsa Fabelion akan segera terbentuk. Dan dendamku pada semua insan manusia akan segera terbalaskan,' batin Pho tanpa melepas pandangannya.
Waktu yang Pho nanti-nantikan pun akan segera tertunai juga. Satu per satu anjing-anjing itu masuk ke dalam kapsul sesuai arahan dari para anjing penjaga. Tak terkecuali Sharon. Sebelum memasuki benda asing itu. Sharon menahan langkahnya sejenak. Ia melirik ke arah Pho yang duduk di singgasananya yang berada di tempat lebih tinggi dari lantai yang ia pijak itu. Sekelebat bayangan mengenai ucapan Pho pun kembali melintas di benaknya.
Flashback.
"Sudahlah, Sharon. Kau sudah dilupakan oleh pemilikmu. Chloe dan Adam sudah memiliki pengganti yang lebih menggemaskan daripada anjing Siberian Husky tua sepertimu," kata Pho dengan nada meremehkan.
"Tidak. Tidak mungkin. Chloe tidak mungkin melupakan aku. Kita sudah melewati banyak hal bersama-sama. Dan dia sudah menganggapku saudara," elak Sharon sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Hahaha. Apa kamu yakin?" tanya Pho dengan nada menohok. Sharon pun terdiam. "Ingat saat terakhirmu bersama manusia itu?" tambah Pho yang membuat Sharon semakin down. Ia menjatuhkan badannya di lantai dengan tidak bersemangat. Teringat akan sikap terakhir Chloe yang mengusirnya tanpa perasaan. "Padahal, kamu cepat-cepat ingin pergi dari sini untuk menemuinya, kan? Tapi, kenapa dia malah sejahat itu padamu. Sungguh, malangnya. Ck. Ck. Ck." Pho terus menekan mental Sharon agar dia membenci Chloe dan mau mengikuti keinginannya.
"Tidak. Ini tidak mungkin," gumam Sharon terus menerus. Pho pun tersenyum penuh kemenangan.
"Sudahlah, Sharon. Jangan khawatir. Aku bisa membuatmu merebut hati Chloe kembali," ujar Pho dengan mantap.
"Bagaimana caranya?" tanya Sharon cepat. Pho tidak langsung menjawab. Namun, ia kembali menarik kedua ujung bibirnya secara bersamaan.
"Jika kamu bisa menguasai dunia manusia. Maka hati Chloe pun bisa kamu kuasai dengan mudah," ujar Pho mantap.
"Menguasai dunia manusia? Tapi, bagaimana caranya?" tanya Sharon polos. Sejujurnya, ia memang tidak begitu mengerti dengan apa yang diucapkan Pho. Sebab, otaknya yang baru berkembang hanya bisa membayangkan dunia manusia sebatas rumah Chloe saja. Tempat yang selama ini memang berada di bawah kekuasaannya.
"Caranya sangat mudah. Asalkan kamu mau mengikuti semua langkah yang aku tunjukkan."
"Baiklah. Aku setuju," balas Sharon cepat.
.
"Hei! Cepat masuk!" perintah seorang anjing penjaga sambil mendorong punggung Sharon dengan tongkat di tangannya. Seketika Sharon pun membuyarkan lamunannya. Ia kembali tersadar lalu meneruskan gerakannya untuk masuk ke dalam kapsul magnetik itu. Sharon merebahkan badannya di dasar kapsul dengan posisi terlentang. Kemudian keempat kaki langsung dikunci secara otomatis. Sharon tak bisa beranjak lagi. Sehingga mau tidak mau ia hanya bisa pasrah menatap pintu kapsul itu menutup secara otomatis pula.
Setelah pintu tertutup rapat, lantai dasar dinding itu mulai bereaksi. Secara perlahan energi magnet yang ada di setiap permukaan lantai semakin meningkat, meningkat dan terus meningkat. Sehingga bada Sharon terasa tertarik ke bawah dan ke samping.
"Aaauuu!!!!" Sharon berteriak kencang saat tubuhnya terasa hendak hancur karena ditarik dari segala arah. Namun, karena kapsul itu sudah didesain sedemikian rupa. Jadi, suara sekeras apapun tidak akan keluar dari kapsul itu.
Dari singgasananya Pho tersenyum penuh kemenangan melihat para anjing itu merasa kesakitan di dalam kapsul itu. 'Setelah ini aku akan mengetahui siapa yang paling kuat dan pintar diantara yang generasi terbaik selanjutnya,' batin Pho mulai merasa tidak sabar.
Sedangkan di dalam kapsul para anjing sedang menghadapi kesakitan yang luar biasa. Saat massa otot mereka mulai terbentuk dan terus bertambah besar. Mulai dari kedua otot lengannya yang perlahan berotot, d**a dan perut yang mirip tahu kotak berbaris serta kaki-kaki mereka yang semula lembek dan tidak berisi otot pelan-pelan mulai berotot besar.
"Aaaauuuu!!!" Mereka semua mengerang kesakitan. Tak sedikit anjing yang berusaha membuka kuncian tangan dan kakinya. Meskipun hal itu tidak membuahkan hasil sama sekali. Mereka terus merasa kesakitan sampai beberapa saat kemudian satu per satu diantara mereka mulai pingsan. Hanya Sharon yang masih tersadar. Meskipun tenaganya terasa sangat lemah. Bahkan, untuk membuka matanya dengan lebar pun tak bisa. Entah bagaimana bisa menjelaskannya, tapi Sharon merasa badannya kembali normal saat dirinya lebih tenang dan tidak banyak bergerak.
Kreekkk! Bunyi tutup kaca kapsul itu sesudah proses di dalamnya selesai. Secara perlahan semua kapsul itu terbuka dan menampakkan kondisi setiap anjing yang ada di dalam. Mereka semua tepar. Tak berdaya. Melihat hal itu Pho beranjak dari duduknya.
"Sekarang! Kalian semua pindahkan badan-badan mereka di ruang selanjutnya!" titah sang pemimpi.
"Siap! Laksanakan!" jawab para anjing penjaga itu kompak. Lalu tanpa basa-basi mereka Segera melakukan apa yang diinginkan oleh sang penguasa tempat ini. Mereka yang mendekati badan para anjing itu dengan menarik sebuah kursi roda. Kemudian segera memindahkan badan-badan tak punya energi itu ke atas kursi roda. Tak sampai disitu mereka pun langsung mendorong tubuh mereka memasuki ruangan lain di samping kiri.
Ruangan selanjutnya adalah inti dari keberadaan mereka disini. Setelah mereka disekap lalu diproses menjadi generasi baru kelompok mereka. Kini mereka akan dicek isi otak dan besarnya massa otot yang ada di dalam tubuh mereka masing-masing. Satu per satu dari mereka dihadapkan dengan sebuah alat dengan layar berukuran sepuluh inci menempel tepat berhadapan dengan mereka. Kepala anjing-anjing itu juga dipakaikan sebuah helm yang unik. Sebab, diatas helm itu sudah terpasang puluhan kabel yang berhubungan dengan alat di depan mereka.
Di tempat yang lebih tinggi. Pho datang sambil menatap mereka lekat-lekat. Mata Pho yang sangat tajam dapat melihat ekspresi wajah tersiksa mereka satu per satu. Usai sang pemimpi bangsa Fabelion itu duduk di kursi khusus. Kedua tangannya terangkat kemudian bertepuk tangan beberapa kali. Seakan memberi instruksi.
Semua anjing penjaga itu mengangguk. Lalu segera memencet beberapa tombol yang ada di alat itu. Ddrrrrttt!!! Mendadak seluruh tubuh, bahkan dari permukaan kulit terluar sampai di sumsum tulang anjing-anjing itu terasa kesetrum. Seakan ada aliran listrik yang menyengat-nyengat. Sedangkan layar di depan mereka mulai berkedip-kedip. Kemudian memberikan informasi mengenai keadaan seluruh tubuh anjing-anjing itu. Melihat usahanya selama ini telah membuahkan hasil. Pho sontak mengangkat badannya hingga berdiri.
"Hahaha. Akhirnya usahaku tidak sia-sia! Dan dendamku akan segera terbalaskan. Hahahaha," gumam Pho disela-sela tawanya yang sangat lepas.