Bab. 13 Kau Bisa Bicara

1369 Words
Brukkk! Mau tidak mau badan Chloe terjatuh di tanah. Chloe segera membuka ikatan tangan, kaki dan sumpalan di mulutnya. "Herrrrr…. Herrrr…." Suara hewan liar itu pun terdengar semakin mendekat. Diantara gelapnya malam di hutan itu, Chloe memundurkan badannya pelan-pelan. "Siapa disana?! Jangan ganguin aku! Hiks. Hiks. Hiks." Chloe menangis sambil terus memundurkan tubuhnya yang masih dalam posisi duduk. Bruk! Punggung Chloe pun menabrak pohon di belakangnya. Sehingga ia tidak bisa mundur lagi. Krek! Krek! Krek! Langkah kaki hewan itu semakin dekat, dekat dan dekat. Chloe pun semakin ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat, detak jantungnya berdegup kencang, sedangkan keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya. "Jangan!!! Jangan mendekat!!!" teriak Chloe sambil mengibaskan tangannya ke depan. Berusaha menghalau. "Guk! Guk! Guk!" Suara hewan itu pun berada tepat di depan Chloe. Namun, mendengar suara yang sangat fenomenal itu. Chloe pun membuka matanya. Sedetik kemudian kedua mata belo itu membulat sempurna. "Sharon!" kata Chloe saat menatap sosok anjing yang tersinari cahaya rembulan dari sela-sela pepohonan. "Sharon?! Apa kamu benar-benar Sharon?" "Guk! Guk! Guk!" Sharon membalas ucapan Chloe seakan dia mengiyakan ucapan Chloe tadi. Mendengar suara yang selalu menemani hari-harinya dulu. Senyum Chloe mengembang dengan lebar. Tanpa rasa takut ia segera berlari mendekat lalu memeluk badan Sharon yang lebih kecil darinya. "Sharon! I Miss you. Hiks. Aku benar, kan? Kau masih hidup. Hiks. Hiks. Aku sungguh tidak pernah percaya kamu sudah mati. Hiks. Hiks. Hiks," ujar Chloe di sela-sela tangisannya. Kemudian Chloe melepas pelukannya. "Apa yang sebenarnya terjadi? Kemana saja kamu selama ini? Aku terus mencarimu seperti orang gila, meskipun banyak orang menganggap kau sudah mati?" cerocos Chloe sambil memegang kepala Sharon. "Bukankah kau sudah melupakan aku dan menemukan anjing baru?" ujar Sharon yang membuat Chloe sontak melompat kaget. Chloe mengerjapkan matanya beberapa kali sambil sesekali mengucek matanya sendiri. "Sharon. Kau? Kau bisa bicara?! Tidak! Tidak mungkin! Aku pasti sedang berhalusinasi. Jangan-jangan pertemuan aku dengan Sharon juga mimpi." Chloe menampar kedua pipi berkali-kali dengan cukup keras. Plak! Plak! Plak! Sharon mendekat lalu menghentikan aksi gila Chloe. "Hentikan, Chloe! Aku memang bisa bicara dengan manusia sekarang. Ada sebuah kejadian besar saat aku menghilang kemarin," bentak Sharon sambil memegangi tangan sang majikan. "Ken… kenapa bisa begitu? Apa yang sebenarnya terjadi denganmu saat kau menghilang?" "Aku jelaskan nanti saja, Chloe. Aku punya informasi yang jauh lebih penting," ujar Sharon dengan nada misterius. "Informasi penting? Apa itu?" tanya Chloe cepat. "Peradaban manusia dalam keadaan terancam, Chloe," ujar Sharon pelan tapi mampu membuat Chloe kembali terlonjak kaget. "Apa maksudmu Sharon?" "Sudahlah, Chloe. Kita harus segera pergi dari sini. Daddy-mu pasti sudah mengkhawatirkanmu di rumah. Nanti aku ceritakan semuanya jika kita sudah sampai di sana," ajak Sharon yang membuat Chloe beranjak dari duduknya. "Sharon. Apa kamu juga akan berbicara dengan Daddy dan Damian?" tanya Chloe sambil berjalan beriringan. "Tidak dong. Ini adalah rahasia. Jadi, kamu juga tidak boleh cerita sama siapa-siapa. Sekalipun itu Daddy ataupun Damian. Oke?" "Oke. Apapun aku lakukan asalkan kau jangan pergi lagi." "Apakah kau secemas itu?" "Tentu saja. Kalau tidak untuk apa aku mencarimu terus-menerus seperti orang gila." "Iya. Aku percaya, yang tidak kupercaya hanya omongan si Pho." "Pho? Siapa dia?" "Jika kau kenal dengannya, pasti kau akan segera menyesal. Oh, iya. Naiklah ke punggungku. Aku akan mengantarmu pulang lebih cepat daripada kau hanya berjalan kaki." Chloe menatap wajah Sharon yang berada jauh lebih rendah darinya itu. Sekarang badan Sharon memang kembali seperti semula dan dia bisa mengeluarkan tenaganya saat dia marah ataupun merasa terancam. "Heh." Chloe tersenyum meremehkan. "Kau yakin bisa menahan beban tubuhku yang berat ini?" canda Chloe. "Tidak," jawab Sharon cepat. Kening Chloe pun seketika berkerut sempurna. "Tidak ada yang tau kalau belum dicoba," tambah Sharon sambil menyusupkan kepalanya diantara kedua kaki Chloe. Kemudian Sharon mengangkat kepalanya sehingga membuat badan Chloe terangkat di atas punggungnya. Sedetik kemudian Sharon berlari dengan cepat menuju rumah Chloe. "Hahaha. Sharon kau hebat! Kau begitu hebat!!" teriak Chloe kegirangan. "Pegang telingaku, Chloe! Kita lari lebih cepat!" balas Sharon dengan nada yang sama. "Hahaha." Tawa keduanya terdengar semakin kencang sembari langkah Sharon yang semakin cepat. Rasanya Chloe begitu bahagia saat ini. Bahkan, rasanya ia sudah melupakan kesedihannya yang berlarut-larut kemarin. Hati Chloe rasanya sangat lega. Separuh jiwanya yang kemarin menghilang. Kini telah kembali pulang. "Sharon!!" teriak Chloe tiba-tiba. "Ada yang salah, Chloe?!" tanya Sharon heran. Tanpa mengurangi kecepatan langkahnya. "Tidak! Aku hanya ingin minta maaf sama kamu! Karena saat itu aku sudah membentakmu seperti itu!!" balas Chloe dengan nada yang semakin meninggi. "Aku sudah melupakannya, Chloe. Aku hanya ingin tau alasanmu memiliki anjing baru di rumah?!" "Darimana kamu tau itu?!" "Tentu saja aku tau. Bahkan, aku tau dia sangat lengket di pangkuanmu! Aku pikir kau benar-benar sudah melupakan aku!" "Bukan begitu, Sharon. Anjing itu hadiah dari Daddy. Dia bilang dia hadiah spesial untukku. Padahal, aku tau Daddy membeli anjing mahal itu agar aku bisa melupakan kesedihanku karena kamu menghilang." "Aku beruntung bisa cepat kabur dari Pho. Jika tidak mungkin aku akan terus termakan ocehannya yang tidak masuk akal." "Oke? Kamu punya hutang banyak padaku, Sharon. Tolong jelaskan dengan detail siapa Pho dan darimana saja kamu selama ini?" "Baiklah. Jika memang kamu penasaran dengan kepergianku yang penuh misteri itu," balas Sharon sambil terus berlari. 'Sepertinya, Chloe sangat merindukanku. Dia seakan sudah lama sekali tidak bertemu,' batin Sharon. Ia belum sadar jika kepergiannya dari dunia manusia sudah berbulan-bulan lamanya. Sebab, perbedaan waktu antara bumi dan kerajaan Fabelion sangat berbeda. Dimana waktu disana puluhan lebih lambat dibandingkan waktu di bumi. Jadi, pantas saja Sharon merasa kepergiannya hanya sejak kemarin sore. Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Adam. Tepat di depan rumah itu Chloe turun dari punggung Sharon. Lalu berlari ke arah pintu. Chloe pun membuka pintu rumah itu. Namun, pintu terkunci. Tok. Tok. Tok. "Dad! Dad! Dad! Ini Chloe, Dad! Chloe sudah pulang!" teriak Chloe sambil terus mengetuk-ngetuk pintu. Sayangnya, tidak ada sahutan sama sekali. "Dad! Daddy! Daddy di dalem, kan?!" ujar Chloe yang tetap tak mendapat jawaban. "Sepertinya rumah ini kosong. Daddy kemana ya? Apa dia pergi keluar kota?" gumam Chloe bingung. Tak berselang lama mobil Damian sampai di depan rumah Chloe. Adam pun turun dari mobil itu dengan tidak bersemangat. "Damian terima kasih sudah membantu mencari Chloe hari ini," ujar Adam. "Tidak masalah. Aku pun sangat khawatir dengan hal itu. Semoga saja Chloe segera ketemu." "Daddy!!" teriak Chloe yang langsung membuat Adam dan Damian menoleh. "Chloe," ucap Adam dan Damian bersamaan. Matanya menatap lurus ke arah Chloe yang sedang berlari ke arah mereka bersama Sharon. "Sharon?!" ujar kedua orang itu dengan kompak lagi. ………………………… Hai, kak. Jumpa lagi di cerita Riezka Karisha. Sebagai seorang penulis, saya kembali mengingatkan kepada kalian semua untuk saling menghargai setiap karya kita ya, kak. Tentunya, kakak-kakak semua punya sebuah karya yang mungkin berbeda bentuknya. Entah itu dalam bentuk lukisan, jahitan, makanan atau apapun itu. Yang pasti, kita tidak mau dong karya kita diatasnamakan orang lain, dijiplak orang lain, apalagi sampai diperjualbelikan orang lain. Jadi, tanpa mengurangi rasa hormat saya. Saya memohon kepada semua pembaca sekalian untuk bisa melindungi dan menghargai semua cerita yang pernah kalian baca. Entah cerita saya ataupun cerita penulis lain agar terbebas dari plagiat dan penjual Pdf tak bertanggung jawab. Memang benar kalian kadang harus membeli koin untuk membuka bab yang ingin dibaca. Namun, saya tekankan disini. Uang yang kalian bayar untuk membeli koin. Hanya mendapat hak membaca bukan membeli cerita. Karena sesungguhnya, cerita di Innovel maupun Dreame sudah dikontrak dengan Stary dan sepenuhnya milik Stary. Jadi, jika kalian melanggar hak cipta kami. Tentunya akan berurusan dengan pihak Stary yang lebih paham hukum. Selain itu, apakah kalian tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya si penulis yang menjadi sasaran plagiat. Ibaratnya nih, kita punya anak berprestasi. Tapi, diakui orang lain itu anak dia. Kan sakitnya tuh disini? Hehe. Aku yakin sih kalian semua pembaca bijak dan amanah. Tapi, saling mengingatkan itu penting, kan? Siapa tau kalian pernah baca cerita A disini lalu Nemu lagi disana. Kan nggak afdol tuh. Ya, sudah sekian pengumuman saya kali ini. Mungkin, kalian akan menemukan hal yang sama di bab-bab selanjutnya. Jadi, kalian bisa abaikan saja ya kak. Karena saya akan selalu mengingatkan hal yang sama. Agar kita bisa selalu sejalan dan sepaham. Terima kasih atas perhatiannya. Jika ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebanyak-banyaknya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD