Bab. 26 Salah Paham

1316 Words
Bab. 26 Salah Paham Chloe dan Albern memang terlihat semakin dekat. Baik di sekolah ataupun luar sekolah. Hal ini juga yang kini menjadi gosip besar di sekolah Chloe. Tak sedikit anak yang tengah membicarakan kedekatan mereka berdua. Bahkan, banyak yang mengira jika Chloe sudah menjadi sugar baby-nya Albern. Begitu pula dengan apa yang di dengar Damian saat istirahat di kantin sekolah saat itu. "Eh, udah denger gosip terbaru belum?" kata seorang cewek pada teman-teman ceweknya yang lain. Mereka semua sedang berada di kantin sekolah. Tepatnya di meja belakang Damian dan teman-temannya duduk. "Tunggu-tunggu. Jangan bilang ini mengenai si cupu Chloe," timpal cewek lain. Awalnya Damian tidak terlalu peduli dengan apa yang akan mereka gosipkan. Namun, mendengar nama Chloe disebutkan. Ia jadi merasa tertarik. Apalagi dia sangat tau. Feeling dan rasa kepo cewek tuh amat sangat tinggi. Jadi, ketika mereka penasaran dengan hal apa. Mereka akan kejar berita itu hingga tau detail masalahnya seperti apa. Sedangkan, Damian? Damian tidak mungkin melakukan hal konyol seperti itu. Sekalipun otaknya berpikiran yang sama dengan para cewek-cewek itu. "Yap. That's right. Siapa lagi yang sedang jadi artis dadakan. Selain dia. Lihat saja kedekatannya dengan Mister Albern sekarang. Benar-benar tidak wajar. Aku yakin sih kalau dia benar-benar menjadi sugar baby-nya si Mister Albern," ucap si cewek pertama sambil mengunyah makanannya. Mendengar kata 'sugar baby' Damian pun langsung mempertajam telinganya. "Jadi, beneran hubungan mereka sedalam itu?" tanya cewek ketiga yang sedari tadi hanya diam. "Ya, emang apalagi alasan yang membuat Mister Albern mau dekat-dekat dengan gadis cupu seperti dia. Kalau tidak karena badannya," timpal si cewek kedua. "Kenapa Mister Albern memilih cewek cupu seperti dia. Kenapa dia tidak memilih cewek cantik seperti aku?" ujar si cewek ketiga yang langsung membuat mata kedua cewek lain itu membulat ke arahnya. "Memangnya kamu mau menjadi alat pemuas yang akan ditinggalkan setelah Mister Albern punya yang baru atau elo mulai terserang penyakit? Kalau aku tidak. Tidak akan pernah mau. Sekalipun Mister Albern memohon-mohon padaku," jelas si cewek pertama. "Tapi, apa bedanya dengan Louis? Kau pernah berpikir dia akan menikahimu kelak?" tanya si cewek ketiga. Cewek pertama pun diam. Tak bisa mengelak. "Coba kalau jadi Chloe. Dia udah mendapat kesenangan, uang yang banyak dan nilai yang bagus. Masalah penyakit? Emangnya kita tidak berpotensi? Tapi, kalau uang? Apa pacar kita sering memberikan uang? Tidak, kan? Berbeda kalau jadi Chloe. Dia pasti dapat banyak uang," cerocos si cewek kedua. Damian yang terus mendengarkan ucapan mereka pun tersulut emosi. Ketika teman-teman satu mejanya sedang tertawa riang dan saling melempar candaan. Tiba-tiba Dian malah meletakkan sendok di tangannya dengan gerakan sangat keras. Brak!!! Bunyi sendok tak bersalah itu saat membentur meja. Jelas saja hal itu langsung menarik perhatian semua orang di sekitarnya. Dengan tatapan penuh tanda tanya mereka pun hanya bungkam saat menatap Damian beranjak dari duduknya. Kemudian pergi entah kemana. "Dia mau kemana?" "Damian kenapa?" "Apa kata-kata kita ada yang Membuatnya marah?" ujar teman-teman Damian kebingungan. Sementara itu, Damian sudah tidak peduli lagi dengan mereka semua. Kini ia berjalan tegap menuju taman samping. Tangannya mengepal dengan erat dengan tatapan mata tajam yang siap menerkam orang-orang yang berpapasan dengannya. Tak lama sampai juga dia di taman samping. Ia memutari tempat itu yang ternyata kosong. Emosi Damian pun semakin meradang. Dia bingung harus mencari Chloe dimana lagi. Sebab, hanya ini tempat yang Chloe datangi untuk menghabiskan waktunya di sekolah. 'Dimana kau berada Chloe? Kenapa kau tidak pernah mengizinkan aku datang ke tempat ini. Sedangkan laki-laki tak bermoral itu boleh,' batin Damian sambil terus berjalan. Kepalanya pun tak urung terus celingukan mencari sosok Chloe di daerah itu. Hingga akhirnya saat ia berjalan melewati toilet sepi yang nyaris tidak terpakai. Pundaknya tak sengaja menabrak tubuh Albern yang baru saja keluar dari tempat itu. Di sampingnya Chloe terlihat sedang membenarkan seragamnya. "Kalian berdua? Apa yang kalian lakukan di tempat ini?" tanya Damian dengan raut wajah yang terlihat garang. Manik matanya yang tajam seakan hendak mencabik-cabik wajah Albern saat itu. "Damian? Kenapa kau berada di sini? Cepat pergi Damian! Cepat pergi aku mohon!" ujar Chloe sambil mendorong tubuh Damian agar segera meninggalkan tempat itu. "Chloe!!!" bentak Damian yang membuat Chloe langsung terdiam. "Awalnya aku tidak percaya dengan omongan anak-anak. Tentang hubungan kau dan lelaki b******k ini. Tapi, setelah apa yang aku lihat disini. Rasanya semua pertanyaan yang ada di otakku terjawab sudah. Apakah kau tidak pernah merasa bersalah dengan Daddy yang sudah merawatmu selama ini?," kata Damian dengan nada penuh penekanan. Kemudian ia pun berbalik arah dan hendak pergi. Untung saja Chloe segera menangkap tangan Damian. "Apa yang kau bicarakan, Damian? Sungguh aku tidak mengerti?" "Heh." Damian menahan tersenyum geli. "Haruskah kau lakukan ini untuk mendapatkan teman baru, Chloe?" "Hah?" Kening Chloe pun semakin berkerut. Ia semakin tidak mengerti arah pembicaraan Damian. "Jangan tunjukkan wajah polosmu, Chloe. Aku sudah tau semuanya. Semua yang terjalin antara kau dan dia." Damian menunjuk ke arah Albern sambil menekan kata itu. "Damian! Please, aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang kau katakan. Jadi, tak bisakah kau beri sedikit saja penjelasan agar aku paham?" "Oke. Haruskah aku berkata jika kau sudah dibuat bodoh oleh lelaki itu. Hingga kau mau menjadi baby sugar dia?!" kata Damian dengan nada tinggi. "Apa?! Baby sugar?! Kenapa kau sampai kepikiran aku serendah itu, hah?" ujar Chloe dengan nada yang tidak mau kalah. Air mata Chloe pun seketika meleleh dari kedua matanya yang sedikit Belo. "Aku kira kau adalah orang yang paling mengerti aku setelah Daddy. Tapi, ternyata kau sama saja. Sama saja dengan mereka semua!" teriak Chloe. Kemudian ia pun berlari meninggalkan tempat itu. "Chloe!!" panggil Damian yang tidak lagi dipedulikan oleh Chloe. "Andai kau benar-benar dekat dengan, Chloe. Kau tidak akan pernah terhasut kalimat murahan seperti itu," ujar Albern kemudian ia pun melangkahkan kakinya ke arah yang berlawanan dengan kepergian Chloe. "Tunggu!" ujar Damian yang membuat langkah Albern terhenti. "Bisakah kau jelaskan detail hubungan kalian? Agar aku tidak termakan gosip murahan lagi!" "Heh." Albern tersenyum geli. "Bukannya kau teman dekat Chloe. Dia akan senang hati menjelaskan semuanya daripada aku. Asalkan, kau bertanya dengan kalimat yang lebih sopan dan tidak menyakiti hatinya," balas Albern tanpa memutar badannya sedikit pun. Setelah kalimatnya selesai. Ia segera melanjutkan langkahnya. Meninggalkan Damian yang semakin bingung dibuatnya. ………………………… Hai, kak. Jumpa lagi di cerita Riezka Karisha. Sebagai seorang penulis, saya kembali mengingatkan kepada kalian semua untuk saling menghargai setiap karya kita ya, kak. Tentunya, kakak-kakak semua punya sebuah karya yang mungkin berbeda bentuknya. Entah itu dalam bentuk lukisan, jahitan, makanan atau apapun itu. Yang pasti, kita tidak mau dong karya kita diatasnamakan orang lain, dijiplak orang lain, apalagi sampai diperjualbelikan orang lain. Jadi, tanpa mengurangi rasa hormat saya. Saya memohon kepada semua pembaca sekalian untuk bisa melindungi dan menghargai semua cerita yang pernah kalian baca. Entah cerita saya ataupun cerita penulis lain agar terbebas dari plagiat dan penjual Pdf tak bertanggung jawab. Memang benar kalian kadang harus membeli koin untuk membuka bab yang ingin dibaca. Namun, saya tekankan disini. Uang yang kalian bayar untuk membeli koin. Hanya mendapat hak membaca bukan membeli cerita. Karena sesungguhnya, cerita di Innovel maupun Dreame sudah dikontrak dengan Stary dan sepenuhnya milik Stary. Jadi, jika kalian melanggar hak cipta kami. Tentunya akan berurusan dengan pihak Stary yang lebih paham hukum. Selain itu, apakah kalian tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya si penulis yang menjadi sasaran plagiat. Ibaratnya nih, kita punya anak berprestasi. Tapi, diakui orang lain itu anak dia. Kan sakitnya tuh disini? Hehe. Aku yakin sih kalian semua pembaca bijak dan amanah. Tapi, saling mengingatkan itu penting, kan? Siapa tau kalian pernah baca cerita A disini lalu Nemu lagi disana. Kan nggak afdol tuh. Ya, sudah sekian pengumuman saya kali ini. Mungkin, kalian akan menemukan hal yang sama di bab-bab selanjutnya. Jadi, kalian bisa abaikan saja ya kak. Karena saya akan selalu mengingatkan hal yang sama. Agar kita bisa selalu sejalan dan sepaham. Terima kasih atas perhatiannya. Jika ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebanyak-banyaknya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD