"Aaargh!!!" Damian berteriak sambil mengacak rambutnya sendiri. Bug! Bug! Bug! Ia juga menghantam dinding di depannya beberapa kali.
Sementara itu di jalan menuju kelasnya Chloe berlari sambil menangis sesenggukan. Ketika ia hendak melewati segerombolan cewek tiba-tiba….
Byurrr!!! Pletak! Pletak! Pletak! Badan Chloe disiram dengan seember air hingga membasahi seluruh tubuhnya. Tak hanya itu puluhan telur busuk pun langsung berjatuhan ke arah badannya tanpa rasa iba.
"Hahahaha. Rasakan itu gadis jalang. Hahaha," ucap salah satu dari cewek itu sambil terus tertawa lepas.
"Hahaha. Kau memang pantas mendapatkannya," timpal gadis lain sambil ikut menertawakan nasib s**l Chloe. Chloe sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menangis sesenggukan sambil menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Melihat Chloe sudah tidak berdaya. Bukannya iba dengan nasib Chloe. Gil, si cowok b******k yang sudah terkenal hiperseks ingin melecehkan Chloe di hadapan teman-temannya. Ia mengeluarkan alat vitalnya yang sudah tegak menantang. Lalu tanpa rasa malu dilihat oleh banyak orang ia menyodorkan benda itu ke depan wajah Chloe.
"Hai, Chloe. Coba bilang hallo dengan mainan kesukaanmu. Aku yakin. Milik Mister Albern pasti tidak sebesar ini, kan? Jadi, apa kau tidak merasa terangsang sedikit pun? Perhatikanlah. Sangat menggairahkan, bukan?" ujar Gil tak senonoh. Chloe pun langsung memalingkan wajahnya. Air matanya semakin deras mengucur di kedua pipinya. Ia merasa sangat hancur. Dilecehkan seperti itu. Anak-anak yang lain malah menonton dengan penasaran. Apa yang akan dilakukan Chloe selanjutnya. Sebab, ia tidak mungkin melawan Gol yang sudah terkenal suka berantem. Ditambah lagi image Chloe yang benar-benar sudah hancur. Membuat anak-anak yang ada disana langsung berpikiran liar.
Melihat Chloe yang semakin tidak bisa melawan. Gil berpikir untuk meraih rahang Chloe dan memaksa gadis itu untuk menuntaskan kesenangannya. Namun, belum sempat tangannya berhasil meraih rahang Chloe. Mendadak tangan kekar Damian berhasil menahannya.
"Jangan sentuh Chloe sedikit pun!" ujarnya dengan nada penuh penekanan.
"Hahaha. Lihat semua! Sang pahlawan sudah datang!" kata Gil berteriak. Kemudian perhatiannya pun beralih pada Damian. "Kenapa? Apa kau hanya ingin berbagi tubuh gadis ini dengan Mister Albern? Apa dengan begitu nilai Biochemistry mu menjadi naik? Hahaha."
Bug!!!! Satu hantaman keras langsung mendarat di wajah Gil.
"Bangun!!! Mari kita bertarung!!" ajak Damian dengan nada penuh emosi. Sambil mengangkat tubuh Gil agar berdiri. Semua anak-anak yang melihat itu pun langsung menutup mulutnya masing-masing. Perasaan mereka antara tegang dan penasaran. Karena mereka sangat tau. Gil memang suka berantem, tapi Damian dia adalah seorang atlet tangguh. Dia mendapat juara satu karate se kota Aberdeen juga seorang kapten basket yang tidak bisa diremehkan lagi kemampuannya. "Kau ingin pergi baik-baik dari hadapanku atau kau ingin aku mematahkan batangmu terlebih dahulu. Agar kau jadi pecundang di depan semua orang," ujar Damian penuh ancaman.
Tentu saja Gil langsung merasa ketakutan. Ia segera menepis genggaman tangan Damian dari kerahnya. Memasukkan jimat saktinya. Kemudian nyelonong pergi dengan diikuti tatapan kasihan dari anak-anak yang sedari tadi menontonnya.
"Apa yang kalian lihat? Apa kalian ingin merasa hal yang sama?" kata Damian pada anak-anak itu. Seketika mereka pun membubarkan diri. Sebelum Damian benar-benar melakukan apa yang dia katakan. "Chloe. Kau tidak apa-apa?" kata Damian sambil jongkok di samping Chloe. Kemudian ia segera membuka jasnya untuk menutupi tubuh Chloe yang basah kuyup.
"Hiks. Hiks. Hiks." Chloe tak bisa berkata apa-apa selain menangis sesenggukan.
"Hust...." Damian pun memeluk tubuh Chloe sambil mengelus rambut Chloe dengan pelan. "Sudah. Sudah, Chloe. Semua sudah pergi. Sekarang kau aman," kata Damian menenangkan. Kemudian ia pun melepas pelukannya. Ia mendorong tubuh Chloe perlahan. "Mending sekarang kau mandi. Biar badan kamu segar lagi."
"Tap… hiks. Hiks. Tapi bajuku…. Hiks. Hiks."
"Hust…. Tenang. Ada aku disini," kata Damian.
Kring…. Kring…. Kring…. Jam masuk pun berdering cukup kencang. Semua anak masuk ke dalam kelas masing-masing. Tak terkecuali Chloe dan Damian. Kedua anak itu masuk ke dalam ruang kelasnya dan langsung disambut dengan tatapan tajam teman-temannya. Sebagian ingin menertawakan seragam yang dipakai Chloe. Seragam itu milik Damian. Jadi, wajar saja seragam itu kedodoran. Sementara Damian memilih memakai kaos basketnya.
"Kenapa?" ujar Damian ketus pada anak-anak yang masih terlihat memusuhi Chloe. Termasuk juga Alice dan kedua temannya. "Siapapun yang berani mencelakakan Chloe. Dia akan berhadapan denganku," kata Damian penuh penekanan. Sambil merangkul pundak Chloe.
"Ish," sungut Alice sambil memalingkan wajahnya.
"Mister Christ datang. Mister Christ datang," kata salah seorang teman sekelas mereka sambil berlari masuk. Tentu saja Chloe dan Damian pun segera duduk di tempat masing-masing.
"Hello class," sapa lelaki setengah baya itu dengan langkah tegapnya. Baru saja duduk di meja guru. Mendadak penglihatannya langsung tertuju pada Damian yang memakai kaos basketnya.
"Hey, Mister," balas anak-anak itu secara serempak.
"Damian," panggil Mister Christ yang membuat seisi kelas menatap ke arah yang sama. "Kau ingin mengikuti pelajaran saya? Atau main basket di lapangan?" tanya Mister Christ dengan nada menohok.
"Ehms…. Saya. Saya ingin ikut kelas Mister. Hehe." Damian membalas sambil nyengir kuda.
"Lalu kenapa kau memakai seragam itu?" tanya Mister Christ lagi. Awalnya Chloe mau menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Namun, Damian segera membalas.
"Seragamku basah, Mister."
"Alasan! Keluar dari kelas saya dan berdiri di depan tiang bendera!" titah Mister Christ dengan nada penuh penekanan.
"Damian," gumam Chloe dengan tatapan iba pada sahabatnya itu, tapi Damian tidak membalas. Ia hanya mengisyaratkan agar Chloe tenang dan dia baik-baik saja. Damian segera beranjak, lalu berjalan keluar dari kelas itu dengan langkah mantap. Bahkan, ia juga melempar senyum pada gadis itu. Seakan ia baik-baik saja.
Setelah bel pulang berdering. Chloe langsung mendatangi Damian di lapangan. Di tangannya sudah membawa sebotol air mineral yang ia beli dari kantin tadi.
"Damian," panggil Chloe yang membuat wanita itu memutar otot lehernya. Senyum pun langsung mengembang saat ia melihat Chloe berjalan ke arahnya. Sayangnya, tiba-tiba….
Bruk! Badan Damian terjatuh ke lantai yang keras.
"Damian!" teriak Chloe sambil berlari mendekati tubuh Damian yang sudah terkulai lemas. Segera Chloe angkat tubuh Damian dan ia sandarkan di pangkuannya. "Damian! Damian bangun! Bangun Damian!" kata Chloe sambil menggoyang-goyangkan tubuh Damian dengan cukup keras.
"Hahaha. Panik ya! Hahaha," ujar Damian sambil tertawa lepas.
"Damian. Kau–?" Kalimat Chloe terhenti seraya menatap Damian yang beranjak dari pangkuannya.
"Hehe." Lelaki itu malah nyengir kuda.
"Damian!!! Awas kau ya! Sudah membuat aku panik!" Chloe berkata dengan nada tinggi. Damian pun berlari saat Chloe mulai mengejarnya mengelilingi lapangan. Kemudian mereka pun kembali menikmati masa-masa indah mereka saat masih kecil dulu.
…………………………
Hai, kak. Jumpa lagi di cerita Riezka Karisha. Sebagai seorang penulis, saya kembali mengingatkan kepada kalian semua untuk saling menghargai setiap karya kita ya, kak. Tentunya, kakak-kakak semua punya sebuah karya yang mungkin berbeda bentuknya. Entah itu dalam bentuk lukisan, jahitan, makanan atau apapun itu. Yang pasti, kita tidak mau dong karya kita diatasnamakan orang lain, dijiplak orang lain, apalagi sampai diperjualbelikan orang lain. Jadi, tanpa mengurangi rasa hormat saya. Saya memohon kepada semua pembaca sekalian untuk bisa melindungi dan menghargai semua cerita yang pernah kalian baca. Entah cerita saya ataupun cerita penulis lain agar terbebas dari plagiat dan penjual Pdf tak bertanggung jawab.
Memang benar kalian kadang harus membeli koin untuk membuka bab yang ingin dibaca. Namun, saya tekankan disini. Uang yang kalian bayar untuk membeli koin. Hanya mendapat hak membaca bukan membeli cerita. Karena sesungguhnya, cerita di Innovel maupun Dreame sudah dikontrak dengan Stary dan sepenuhnya milik Stary. Jadi, jika kalian melanggar hak cipta kami. Tentunya akan berurusan dengan pihak Stary yang lebih paham hukum.
Selain itu, apakah kalian tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya si penulis yang menjadi sasaran plagiat. Ibaratnya nih, kita punya anak berprestasi. Tapi, diakui orang lain itu anak dia. Kan sakitnya tuh disini? Hehe.
Aku yakin sih kalian semua pembaca bijak dan amanah. Tapi, saling mengingatkan itu penting, kan? Siapa tau kalian pernah baca cerita A disini lalu Nemu lagi disana. Kan nggak afdol tuh.
Ya, sudah sekian pengumuman saya kali ini. Mungkin, kalian akan menemukan hal yang sama di bab-bab selanjutnya. Jadi, kalian bisa abaikan saja ya kak. Karena saya akan selalu mengingatkan hal yang sama. Agar kita bisa selalu sejalan dan sepaham. Terima kasih atas perhatiannya. Jika ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebanyak-banyaknya.