Kanika sudah memulai aktivitasnya seperti biasa, walau sisa cutinya karena sakit masih ada beberapa hari lagi namun bukan Kanika namanya jika diam berlama-lama di rumah dan tidak bekerja. Mama Nadia yang melihat Kanika sudah duduk manis di mejanya hanya mampu menggelengkan kepalanya saja sambil berkacak pinggang, Kanika belum menyadari kehadiran Mama Nadia. "Kanika," panggil beliau. "Eh, pagi dok." Kanika berusaha tersenyum melihat Mama Nadia. "Kok, kamu udah masuk?" tanyanya. "Kan jatah cuti kamu masih ada sampai weekend ini." "Hehe, kelamaan libur bosen juga dok. Lagian saya udah nggak apa-apa kok," jawabnya. "Bener udah nggak basah lukanya? Nanti rembes lagi," "Beneran udah nggak kok dok, kemarin udah di cek, cuma masih pake perban aja." "Ya udah, tapi kamu di depan aja ya. Ja

