“Hentikan!.” teriak Emma histeris karena rasa sakit yang menyerangnya.
Douglas menjatuhkan wajahnya dilekukan leher Emma. “Tidak.. aku tidak bisa, baby girl…Ohhh Tuhan” Douglas menghujam sekali, dua kali, lalu terdiam kembali.
Emma mengerang, ini tak terasa sakit lagi. Emma bergerak mengikuti nalurinya saat Douglas kembali menghujamkan miliknya dalam kehangatan selubung Emma.
“Ya..ya..ohhh little girl, kau belajar dengan cepat” desis Douglas seraya nencengkram erat pinggul Emma.
Tubuh Emma bergetar. “Please.. oh, please..” desahnya.
Douglas menghentikan hujamannya, membenamkan miliknya di kedalaman Emma.
Tangannya meremas kuat kedua payudra Emma. “Apa.., apa yang kau inginkan little girl?” bisiknya terengah di telinga Emma, menggerakan pinggulnya dengan gerakan memutar dan perlahan menggoda tubuh Emma.
“Ohhh.. ” desah Emma.
“Kau ingin aku berhenti sekarang juga?” tanya Douglas seraya mencabut miliknya perlahan-lahan.
“Oh.. tidak, jangan.. kumohon jangan..” rengek Emma
“Lalu apa yang kau ingi kan, little girl?” tanya Douglas menggesek-gesekan miliknya di kewanitaan Emma.
Emma terisak menahan gairhnya. “f**k me..” jawab Emma geram
“Jaga bicaramu young lady, kau benar-benar tak sopan. Kau ingat bukan hukuman apa yang akan daddy beri untuk gadis nakal sepertimu hmm?” desis Douglas tajam seraya mencengkram erat pinggul Emma.
“Ohhh..kau b******k!” Ucap Emma geram.
“Gadis nakal!” ucap Douglas bersamaan dengan dia menampar bkong Emma keras membuat gadis itu menjerit.
Douglas terus menampar bkong Emma dan mengusapnya perlahan, dijilatinya bongkahan padat yang memerah akibat tamparannya. Emma mengerang, mengepalkan kedua tangannya. Rasa nyeri, perih, panas dan nikmat bercampur menjadi satu.
Nafas Emma tercekat saat mulut Douglas menghisap k******s. “Please..Ohhh Tuhan.. please..” raungnya.
Douglas bangkit dan duduk bertumpu dihadapan Emma, tangannya menggenggam miliknya yang masih menegang.
“Kau ingin ini, little girl?” tanyanya mendekatkan miliknya ke mulut Emma.
“Ya..ya..Ohhh, ya..” desah Emma terengah-engah.
Douglas mencengkram kasar Rambut Emma, menampar-nampar wajah Emma dengan miliknya yang mengeras.
“Mintalah dengan sopan baby girl, jadilah gadis baik. Maka, daddy akan beri yang kau inginkan” desisnya tajam.
Emma menelan ludahnya, bibirnya terasa kelu, saat ini di hadapannya bukanlah Douglas Blackwood yang selalu terlihat dingin dan berwibawa tapi seorang pria yang berbeda. Seorang dominan. Tapi Emma tak merasa takut. Tidak, dia tidak takut pada sosok Douglas yang ini.
Keinginan untuk selalu menentang pria ini dan memikirkan seribu satu macam bentuk hukuman yang akan diberi oleh pria itu padanya membuat gairh Emma menggelegak. Dia akan mengambil resiko ini, dia ingin mencoba masuk dalam dunia Douglas, ikut dalam permainannya.
“f**k me daddy, f**k me harder…please” pinta Emma.
Emma melihat Douglas memejamkan matanya, nafasnya terengah lalu pria itu melumat bibir Emma, menggigit dan menarik bibir bawahnya.
Douglas menekan pinggul Emma dan memposisikan miliknya di liang Emma dan memasukannya dengan cepat dalam sekali hentak. Emma menjerit tertahan karena rasa perih akibat hujaman kasar Douglas. Dia merasa miliknya terisi penuh sesak membuat nafasnya tersengal.
Douglas mulai bergerak perlahan, dia mendesis nikmat saat merasakan betapa sempit milik Emma. “Ohhh Tuhan. Kau luar biasa nikmat little girl” gumamnya.
Emma mengerang dia mencoba untuk bergerak mengikuti gerakan Douglas. Douglas mempercepat gerakannya, dia menghujam Emma dengan keras, Emma terengah nikmat, tubuhnya menggelenyar. Gerakan tubuhnya semakin liar, otot-ototnya menegang dia menjerit keras, tubuhnya menggelinjang saat dia mencapai klimaksnya.
Douglas meringis saat dia merasa miliknya seperti di remas erat otot-otot kewanitaan Emma saat gadis itu mencapai klimaksnya. Dia semakin mempercepat gerakannya, tangannya menggenggam erat rambut Emma, membuat wajah gadis itu mendongkak, dan tangannya yang lain menampar-nampar bkong Emma seiring hujaman kasarnya.
Tubuh Emma berguncang, payudranya bergerak liar karena hujaman kasar Douglas, rasa nikmat kembali menyerangnya. Rentetan kalimat vulgar dan pemujaan terus keluar dari mulut Douglas membuat gairh Emma semakin melesat naik.
“f**k me daddy. f**k me. Buat aku datang dengan keras” isak Emma seraya terengah.
“Gadis nakal! Berani sekali kau memerintah ku. Aku akan memberikan apa yang kau inginkan, tapi nanti. Kau dengar little girl, nanti!” ucap Douglas menampar keras bkong Emma.
Douglas mencengkram memiting leher Emma, meremas kuat payudranya dan mencubit putingnya. “Kau tak boleh memerintah daddy mu seperti itu little girl, itu tidak sopan. Kau mengerti?! ” desis Douglas tajam
“Y..ya..ya” cicit Emma.
“Apa kau mengerti!? ” tanya Douglas sekali lagi dengan nada tinggi.
“Ya daddy..” ulang Emma.
“Good girl, kau boleh datang nanti, aku sangat murah hati bukan?. Ingat little girl, kau harus bilang apa pada daddy?” bisiknya di telinga Emma.
“Te..terimakasih, daddy” ucap Emma lirih
Douglas kembali menghujam keras, tangannya menyelinap ke bawah mengusap kewanitaan Emma. Giginya menggigit kecil kulit punggung Emma. Emma terengah, kembali menjerit saat Douglas menyentuh klitorisnya.
“Sekarang little girl, lepaskan” perintah Douglas. Gerakan Emma semakin liar, tubuhnya menghentak dengan cepat, dan cairan miliknya menetes dari liang vginanya dengan deras.
Douglas merintih nikmat dan menghujamkan dalam-dalam miliknya untuk terakhir kali lalu mencabutnya dan menumpahkan cairannya di bkong Emma, tubuhnya menggelinjang hebat.
Keadaan menjadi hening hanya nafas keduanya yang terdengar tersengal-sengal. Douglas meremas bkong Emma, di dengarnya rintihan gadis itu, Dia mengoleskan cairan miliknya tadi ke sepanjang belahan bkong gadis itu lalu membawa jemarinya ke mulut Emma.
Emma menghisap dan menjilati jari Douglas, melihat kearah pria itu yang sedang menatapnya dengan nafas terengah, penuh nafsu.
“Baby girl, aku belum ingin menyudahi permainan kita, tapi aku tak ingin membuatmu merasa lelah. Kita akan beristirahat dan melanjutkan nanti. Kau setuju?” tanya Douglas mengusap pipi Emma.
Emma meletakan pipinya di tangan Douglas dan mengangguk. “Ya, Daddy” bisiknya lirih
“Good girl..” ucap Douglas mengecup bibir Emma dan melepaskan ikatannya.
Emma memijit pergelangan tangannya yang terlihat merah dan sedikit biru, Douglas meraihnya dan mengecup pelan bekas ikatan yang tercetak jelas di pergelangan tangan Emma. Douglas beranjak bangun dan meraih tubuh Emma kedalam dekapannya, menggendong gadis itu ke kamar mandi
Dengan lembut Douglas membersihkan tubuh Emma dan kembali membawa gadis itu ke tempat tidur, membaringkan tubuh mereka dan menutupi tubuh telanjang mereka dengan selimut.
Douglas meraih tubuh Emma dan meletakan kepala gadis itu di dad*nya. “Tidurlah baby girl, daddy disini menemanimu, memelukmu sampai pagi” bisiknya.
Emma memeluk erat tubuh Douglas, merasakan bulu halus di dad* pria itu, mendengar degub jantungnya yang teratur. Emma memejamkan matanya, menghirup aroma tubuh Douglas. Sampai rasa kantuk menyerangnya, Sayup-sayup terdengar Douglas mengucapkan Selamat malam padanya dan kegelapan merenggut kesadarannya.
^^^