Sweet 4

1239 Words
Emma terbangun pagi-pagi sekali, dia terduduk lama diatas tempat tidurnya memikirkan kembali tentang rencananya untuk merayu Douglas Blackwood. Dia mendengus kesal karena tak tahu apa yang akan dia lakukan tentang hal itu. Dia harus punya rencana yang matang. Emma memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap lalu turun untuk sarapan. Saat tiba di dapur dia melihat Douglas sudah duduk disana membaca koran pagi. Dihadapannya sudah tersedia secangkir kopi dan sepiring sarapan. Pria itu hanya meliriknya sekilas dan kembali membaca korannya. Menyebalkan! Dengus Emma. Douglas melirik Emma, hati kecilnya ingin meminta maaf atas ucapan kasar yang dia lontarkan semalam. Dia memang sedikit keterlaluan, dia merasa bersalah saat melihat gadis itu menangis dan berlari masuk kamar. Tapi dia terlalu gengsi untuk memulainya. Douglas memegang erat koran di tangannya saat melihat penampilan gadis itu yang memakai hotpans dan tanktop. Dilihatnya gadis itu duduk di sisi kirinya membuat Douglas bisa melihat dengan jelas belahan dad* nya. Andai saja Emma bukan putri Richard.. Sial! Kenapa dirinya harus berpikir kearah sana. Batinnya. “Aku akan pergi jalan-jalan hari ini” suara Emma membuyarkan lamunan Douglas. “Supir akan mengantarmu” kata Douglas datar. Mencoba untuk bersikap seperti biasanya. Tetap tenang dan fokus. “Mmm.. Aku, temanku akan menjemputku” jawab Emma. “Siapa?” tanya Douglas tajam. “Dorian” jawab Emma lirih. “Pria semalam yang mengantarmu pulang?” tanya Douglas. Tangannya mencengkram erat garpu yang dia pegang. “Ya” jawab Emma. “Tapi aku janji akan pulang cepat, sungguh” kata Emma cepat. Douglas terdiam lama, melihat kearah Emma dengan intens membuat Emma jengah. Sial! kenapa pria ini terlihat tampan, batin Emma. Emma menundukan wajahnya yang merona, berpura-pura menikmati sarapannya. “Baiklah, kau kuijinkan. Tapi ingat, jangan pulang terlalu larut” kata Douglas dengan nada dingin. “Ya, sir” Emma tersenyum lebar kearah Douglas. Sesaat Douglas terpana karena ini pertama kalinya gadis itu tersenyum padanya. Sebenarnya Douglas enggan untuk memberikan ijinnya, tapi dia teringat kalimat gadis itu tadi malam, Douglas tak berhak mengaturnya. Douglas sadar akan hal itu. Tapi semalam amarahnya tersulut saat melihat gadis itu dengan berani mencium pria cantik itu di depan matanya, dan pria itu balas mencium nya. Douglas tak mengerti kenapa dia sangat marah. Dan tak mampu mengontrol emosinya malam itu. Dan itu membuatnya merasa gelisah. Douglas beranjak dari kursinya, menyambar jasnya dan berlalu pergi, sebelum dia melakukan hal-hal bodoh. Emma yang melihatnya mendengus kesal. Bagaimana bisa dia punya pikiran akan menggoda pria menyebalkan itu. Melihat kearahnya saja, pria itu sudah enggan. Dorian menghubungi Emma dan berkata dia akan menjemput Emma di penthouse Douglas. Dorian datang satu Jam kemudian dan langsung mengajak Emma ke lokasi pemotretannya di daerah Midtown. “Katakan padaku, apakah si tuan seksi benar-benar marah padamu?” tanya Dorian saat mereka berada di dalam mobil. “Yeahh, begitulah” jawab Emma bosan. “Apakah menurutmu dia marah karena kau pulang malam, atau karena kau bersama seorang pria yang menciummu didepan mata nya?” Tanya Dorian menggerak-gerakan alisnya. Emma memutar bola matanya. “Tentu saja karena aku terlambat pulang” jawab Emma dengan suara bergetar. Dad*nya bergemuruh memikirkan apakah mungkin kemarahan Douglas tadi malam disebabkan juga karena Dorian menciumnya. Ah, tak ada alasan untuk Douglas marah melihat dirinya bersama pria lain. Mereka tiba di lokasi pemotretan. Dorian memperkenalkan Emma pada yang lain. Emma sedang melihat-lihat saat Dorian menghampirinya dengan wajah kesal. “Ada apa Dorian?” tanya Emma “Pemotretan ditunda sampai model yang menjadi pasanganku datang” katanya kesal. Emma dan Dorian berbincang-bincang mengisi waktu seraya menanti model yang menjadi pasangan Dorian tiba. Lalu salah seorang kru menghampiri mereka. “Dorian, Katie tak bisa datang. Dia membatalkan kontraknya. Marissa sudah bicara dengan pihak klien dan mereka ingin kita mencari model penggantinya agar hari ini bisa melakukan pemotretan. Masalahnya kami belum menemukan model yang cocok untuk dipasangkan denganmu” katanya dengan lesu Dorian menggeram marah dia sangat kesal. Lalu dia melirik kearah Emma. Dia melihat Emma dari atas sampai bawah. Emma mempunyai wajah yang cantik dan eksotis, tubuh yang indah dan cukup tinggi. Kenapa dia tidak menyarankan Emma saja untuk menjadi partnernya. “Kenapa kau tak menawari temanku ini untuk menjadi partnerku?” kata Dorian tiba-tiba. Emma yang mendengarnya sangat terkejut dan menggeleng ngeri. Orang-orang yang berada di ruangan itu bergumam dan berbisik-bisik. Emma melihat Matt si fotografer mangarahkan kamera ke arahnya. Lalu berteriak penuh Semangat bahwa Saran Dorian benar-benar sempurna. Seorang wanita bertubuh mungil bernama Marissa menghampirinya. “Ya, Dorian benar. Kau cocok sekali. Wajahmu juga Sangat cocok di kamera, kau fotogenik” katanya tersenyum “Tapi.. tunggu, aku bukan model” kata Emma tergagap “Kau punya bakat alami sweetheart. Lagipula, selalu ada yang pertama kali ” Kata Dorian menimpali. “Ayolah kali ini saja” bujuknya. Emma terdiam, memikirkan tawaran itu. “Baiklah, aku terima tawaranmu” katanya lirih. “Bagus!, ayo kita bergegas mengganti pakaianmu dan merias wajahmu” kata Marisa tersenyum. Emma diajak menuju ruang ganti. Dan betapa terkejutnya dia saat tahu pakaian apa yang akan dia pakai untuk pemotretan. Dia menatap Marissa tak Percaya. “Apakah aku harus memakai ini?” tanya Emma tak percaya. “Ya, kau pasti akan terlihat menakjubkan memakai itu” kata Marissa. Emma menelan ludah gugup bagaimana ini, dia tak mungkin menarik ucapannya untuk menyanggupi pemotretan bersama Dorian. Di pandanginya gaun yang sedang dia pegang. Gaun itu berwarna khaki dengan bahan lace yang hanya menutupi dad* dan bagian vital lainnya. Marissa dan dua orang perempuan lainnya membantu Emma mengganti pakaiannya dan merias wajahnya. Emma terus saja berpikir dan merasa sangat gugup. “Kau memiliki tulang wajah yang sempurna, ya Tuhan kau sangat cantik dan panas” desah salah seorang penata rias. “Aku yakin setelah ini, kau akan dapat banyak tawaran untuk menjadi model” lanjut nya. Emma menatap penampilan nya di cermin, dia juga merasa takjub melihat dirinya yang terlihat sangat dewasa. Sulit dipercaya bahwa dirinya bisa terlihat seperti ini dengan sedikit riasan. Emma Diantar menuju tempat pemotretan. Semua orang yang berada disana merasa takjub dan terkagum-kagum melihat penampilan nya. Bahkan Dorian pun tak mampu berkata-kata. Mereka mulai melakukan sesi pemotretan dan Emma harus berganti pakaian sampai dengan 4 kali. Semua berjalan lancar, awalnya Emma sangat canggung tapi semua orang sangat baik berusaha membantunya untuk relaks. Pemotretan berakhir pada malam hari, semua orang mengajaknya ke salah satu club untuk bersenang-senang. Emma menolaknya, tapi Dorian terus memaksanya. *** Suara hingar bingar Club memekakkan telinga, ini pertama kali nya Emma datang ke tempat seperti ini, dia berpegangan pada Dorian. Dorian yang mengetahuinya mencoba menenangkan Emma. Emma melihat keselilingnya dan merasa sangat tidak nyaman, dia sudah cukup lama berada ditempat ini dan ingin segera pulang. Emma melirik Jam tangannya, dia sangat panik saat waktu menunjukan pukul sembilan malam. Dia sudah berjanji untuk pulang cepat, dia segera berdiri dan berpamitan. “Aku harus cepat pulang Dorian, aku tak ingin membuat Mr. Blackwood marah lagi” kata Emma cepat. “Tapi Em, ini baru pukul sembilan. Hari masih sore ” Kata Dorian. “Maaf Dorian, aku sudah janji untuk pulang cepat. Aku akan naik taksi saja. Kalian lanjutkan saja acaranya” jawab Emma seraya pergi tanpa menunggu jawaban Dorian. Untungnya tak butuh waktu Lama untuk Emma mendapatkan sebuah taksi, dan jalanan tak begitu padat. Emma sangat gelisah dan terus menerus berdoa agar Douglas tak memarahinya. Setibanya di penthouse, Emma berpapasan dengan Agatha saat dia naik ke lantai atas. Dia menanyakan Apakah Douglas sudah datang, dan Agatha mengatakan bahwa Douglas belum datang. Emma bernafas lega. Kali ini dia selamat, doanya terkabul.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD