"Almaira, letakkan itu sekarang juga! " seru Anggara dengan langkah kaki mundur. "Apaan?! Kamu kira aku membunuhmu? Lalu kalau kamu mati, bagaimana aku di tengah hutan seperti ini? Pasalnya, aku tidak bisa menyetir, " bisik Almaira sambil tersenyum. "Jangan banyak bicara, letakkan saja benda itu! " Anggara menarik nafasnya dalam. Sesuatu yang buruk bisa saja terjadi. "Jangan tegang begitu. Ini hanya sebuah pisau, " seringai Almaira mengelus benda itu dengan lembut. Sesekali dia menggoreskan perlahan di pergelangan tangannya, seolah akan memotong urat nadinya. "Almaira... " lirih Anggara. Almaira lagi-lagi tersenyum. Ia meletakkan pisau itu dengan santai. "Hmmm...perutku mulai keroncongan. Bagaimana kalau ini? Aku masak sekarang. Aku ahli memasak ini sejak dulu. Tunggu. " Alm

