Seminggu setelah Rendra memberi kalung panda, Maya merasa hidupnya berjalan di atas awan. Setiap pagi dia bangun dengan senyum. Setiap malam dia tidur dengan rasa hangat di d**a. Tapi di balik awan itu, ada kabut tipis yang mulai menyelimuti pikirannya. Kebingungan. --- Senin pagi, kantor Maya. Maya duduk di meja kerjanya, menatap layar laptop tanpa benar-benar melihat. Pikirannya melayang entah ke mana. Rina mendekat. "May, lo kenapa? Dari tadi melamun." Maya tersentak. "Hah? Nggak apa-apa." "Bohong. Mata lo kosong." Maya menghela napas. "Gue bingung, Rin." "Bingung apa?" Maya diam. Dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa. "Gue... nggak tahu." Rina mengangkat alis. "Bingung tapi nggak tahu bingung apa?" "Iya." Rina tertawa. "Itu namanya galau, May." "Bukan galau. Bingung

