Tiga minggu setelah Maya menyatakan cinta, hidup berjalan dalam ritme yang nyaman. Terlalu nyaman. Rendra sudah hafal jadwal Maya: bangun jam 6.30, sarapan kopi hitam (yang katanya complex tapi sebenarnya pahit), berangkat kerja jam 8 kurang, pulang bervariasi tergantung deadline. Maya sudah hafal kebiasaan Rendra: bangun kesiangan, sarapan mie instan, lupa bawa bekal, suka ngemil tengah malam. Mereka sudah punya tempat nongkrong langganan: warkop dekat apartemen Maya yang buka 24 jam, pemiliknya sudah hafal pesanan mereka—kopi s**u untuk Maya, teh manis panas untuk Rendra, pisang goreng satu porsi berdua. Mereka sudah punya inside jokes: "resleting macet" untuk situasi yang tiba-tiba rumit, "kondom museum" untuk barang kedaluwarsa, "preman panda" untuk orang yang suka meminjam barang

