51.Kopenhagen

1703 Words

Zahira berusaha mengawali harinya seperti biasa. Pagi ini ia sedang membuat sarapan untuk dirinya dan Rafael. Rafael terbangun karena mencium aroma nasi goreng yang menyeruak masuk ke dalam hidung mancungnya. Ia membuka matanya perlahan, kemudian merenggangkan tubuhnya. Rafael melirik jam weker di atas nakas dan menunjukkan pukul tujuh pagi. Tak menunggu lama Rafael segera beranjak dari kasur lalu masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya. Rafael tersenyum geli mengingat percintaannya semalam dengan Zahira. Sangat luar biasa, ia benar-benar kelelahan bercinta dengan gadis itu. Setelah menyelesaikan mandinya, Rafael segera keluar dari kamar Zahira. Ia berjalan menuju dapur dan tentu saja Zahira sedang sibuk dengan penggorengan. Zahira membalikkan badan dan alangkah terkejutnya Rafael sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD