Gaza menopang kepalanya dengan kedua tangannya,meski tatapannya berfokus pada plafon berwarna cream,namun pikirannya menyebar kemana mana. beberapa jam lalu "om!"seru Sandra saat baru saja keluar dari kamar Anya. menghampiri pria yang sibuk membuat tiga gelas jus . Gaza memperhatikan raut wajah sendu keponakannya itu,tergambar jelas bahwa sesuatu buruk telah terjadi. "Anya menolak untuk di tes?"Sandra mengangguk lesu membuat Gaza mendesah kecewa.Terlihat bahwa Anya sangat tidak mengharapkan nya,berbeda dengan Gaza yang banyak berharap. "Dia juga nggak terima karna hamil ,om"wajah mereka tampak kuyu.Seperti baru saja mendapat musibah besar. "terus apa lagi yang dia bilang?"Gaza menyerahkan segelas jus yang baru saja selesai dibuat,lalu duduk sebelah Sandra.Meski ragu nyatanya tak mam

