04.BERTEMU KEMBALI

1204 Words
Sudah sebulan kepindahan Anya dan Marvel ke surabaya,mereka berdua mendaftar di kampus yang sama dengan Sandra,yaitu di Universitas Airlangga Anya mengambil jurusan Ilmu hukum,Sandra fakultas farmasi dan Marvel fakultas ekonomi dan bisnis. Mereka bertiga berteman sangat baik,meski tergolong masih sebulan ,namun Marvel mampu membaur dengan Sandra. Malam ini,Marvel berencana mengajak kedua gadis yang menjadi teman dekatnya itu ,makan malam . sebelumnya,dia telah mengirim pesan kepada Anya bahwa dia akan menemuinya di restauran ternama yang terletak di jl.Mayjend HR.Muhammad ,dia juga mengajak temannya yang tinggal kebetulan berada di universitas yang sama. Setelah membalas pesan Marvel ,Anya melihat jam dinding yang melekat didinding, menunjukkan pukul enam sore. Hujan yang semula deras kini sudah berhenti ,hanya menyisakan hawa dingin yeng menusuk kulit nya. sesuai pesan Marvel,Anya mengajak Sandra ikut serta,gadis itu telah mengirimkan pesan untuk Sandra untuk segera bersiap, Setelah memastikan dirinya sudah siap dengan memakai kaos tshirt berwarna putih,celana jeans highwaist coklat yang sobek bagian dengkulnya lalu di padu dengan sneakers berwarna senada dengan celananya. Rambut lurus sepunggung di bentuk curly untuk menghasilkan penampilan yang sedikit berbeda Seperti biasa,Anya nyelonong masuk ke kamar Sandra, "Sandra,woi,buruan dong!Udah mepet nih jam setengah tujuh"Anya melirik arloji berwarna silver di pergelangan tangannya. Anya kembali mengetuk pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat hingga bosan "Yah,bentar napa!buru buru amat,sih"suara ketus Sandra dari balik pintu. Akhirnya,Sandra keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutup batas dadanya berjalan menuju walk in closet untuk memilih baju,membuat Anya bernapas lega,setidaknya tahap mandi sudah diselesaikan dengan baik oleh Sandra, baru saja bernapas lega,tak lama nafasnya kembali berhembus kasar. Bagaimana tidak?Sandra hanya mematung tanpa ada kemajuan apapun ,dia masih betah berdiri disana sambil terus memilih baju yang akan dipakainya,sementara itu hampir memakan waktu lima belas menit. "Aduh,milih baju doang ,lama amat sih lo?"Anya mulai jengah. "Ya,kan mau ketemu sama cowok ganteng,masa penampilannya brandal kayak elo sih.Penampilan mau ketemu calon gebetan itu harus totalitas tau!"Anya memutar bola mata nya malas,entah kenapa sifat centil Sandra tak pernah berubah sejak dulu. Dua puluh lima menit kemudian. "Taraaaa......gimana penampilan gue?"Anya mengerjapkan matanya berkali kali ,karna sempat tertidur menunggu Sandra yang tak kunjung selesai. Mata Anya membulat sempurna setelah menyisir penampilan Sandra dari rambut hingga kaki. Bayangkan saja,gadis itu menggunakan dress selutut berwarna navy bermotif bunga,rambutnya di gelung cantik menampakkan leher jenjangnya,riasan yang agak tebal di wajahnya,dan memakai heels dengan tinggi tiga centimeter menghiasi kaki putihnya,lalu tak lupa dia menyematkan beberapa aksesories disana. Tentu saja terkesan Glamor dan terlalu berlebihan menurut Anya. "San,kita lagi mau dinner,bukan mau kondangan"sindir Anya. "Terus maksud lo,gue nggak cocok gitu dengan berpenampilan kayak gini?ya udah gue ganti!"sebelum hal mengerikan itu terjadi,dengan cekatan Anya mencegah Sandra. "Eh..nggak usah,nggak usah,kita telat sepuluh menit ini,yuk, capcus cyin...!" Anya segera menarik lengan Sandra sambil menuruni anak tangga sangat tergesa. "Eh, bentar !"Anya berhenti seketika sudah berada dilantai bawah menyadari sesuatu yang ganjil,disusul Sandra yang menubruk punggungnya. "Apaan sih?tadi katanya buru buru?"tanya Sandra sambil merapikan riasannya,dia mendengus kesal karna takut riasan wajah nya rusak karna menubruk punggung Anya "Om Gaza,kemana?kok sepi?" "Yaampun ,An, kirain apaan?om Gaza lagi kencan ama ceweknya,kenapa?cemburu ya lo?"goda Sandra,padahal Sandra tau,Gaza pergi meeting bersama sekretarisnya. "Cemburu?gue? cih..tebakan lo bener mulu,"yang mengundang gelak tawa Sandra. Chamas Brazilian Churrascaria RESTAURANT. "Vel,maaf aku terlambat!"Sandra terpaku melihat ketampanan pria sebelah Marvel yang belum diketahui bernama siapa. "Nggak apa apa,duduk sini!"Marvel menyuruh para gadis itu duduk,dan menyodorkan buku menu yang teronggok di atas meja. "Oiya..sebelum pesen makanan,kenalin dulu,ini Steve temen sekaligus tetangga sebelah rumah sepupu"ucap Marvel kepada Anya dan Sandra "Hai..halo aku, Steve" "Anya" "Gue...ekhem... maksudnya, aku Sandra"dengan bersikap sok manis dia mengulurkan tangannya bersalaman dengan Steve,jelas tingkah centil Sandra membuat Anya ingin muntah. "Pesen makanan dulu,girls!"instruksi Marvel,Anya menarik buku menu lalu membuka halamannya satu persatu, "aku pesen tenderloin garlic aja,deh" "kamu ?" Marvel melirik Sandra yang duduk sebelah Anya. "Hmm..berhubung aku lagi diet karna mau ngincer calon gebetan,jadi aku pesen beef kebab aja"sandra nyengir kuda. Marvel pun memanggil waiters untuk menghampiri meja nya. Tanpa sengaja ekor mata Anya menangkap sosok pria yang duduk sedang seorang wanita cantik di hadapannya,jemari lentik itu menyapu sudut bibir Gaza dengan tisu,kedekatan yang cukup intens antar dua orang beda kelamin itu. 'apa dia pacarnya?'batin Anya. Dia membandingkan penampilan perempuan itu dengan dirinya,memang sangat berbeda sekali. Pantas,dia tidak pernah masuk nominasi dalam hati Gaza. Ternyata rata rata pria menyukai cara berpakaian perempuan yang anggun nan elegan,berbanding terbalik dengan dirinya yang suka memakai baju asal asalan dan celana sobek sobek seperti habis berkelahi. Tatapan Anya masih terpaku disana,tanpa sadar Gaza juga menatap kearah nya dengan ekspresi datar dan dingin. Tanpa Anya sadari,makanan yang mereka pesan pun sudah diantar dan siap dinikmati. . . . "Gila,itu cowok ganteng banget,Anjir"puji Sandra dengan mata berbinar "Ck ck ck,cowo mana pun juga ganteng menurut pandangan lo.Dulu Raka,terus Marvel,sekarang Steve,besok?"sindir Anya,sambil fokus menyetir. "Ih Anya,lo nggak seneng ya kalau gue bahagia?nyebelin banget sih, merusak mood gue banget lo!"Sandra mencebik kan bibirnya "Dasar tukang ngambek"jawab Anya singkat,membuat Sandra tampak kesal "lo kenapa sih,dari tadi kayak uring uringan gitu?" "Nggak apa apa,gue kecapek.an aja kayaknya!" Anya berdalih Sandra tidak tahu saja,suasana Anya mendadak berubah buruk setelah melihat Gaza dinner romantis bersama wanitanya, Tapi, tidak mungkin dia bercerita kepada Sandra soal ini,dia tidak ingin menjadi sadgirl yang gagal move on dimata sahabatnya itu,karna Sandra pasti akan terus mencibirnya. Selama diperjalanan,Sandra tak berhenti berceloteh,menceritakan tentang kesempurnaan Steve dan daya tarik Steve yang membuatnya terpikat,sementara Anya, dia hanya diam menjadi pendengar setia,sesekali bola matanya berputar karna telinganya sudah memanas . Percuma menanggapi Sandra yang apabila membahas tentang laki laki yang dia suka,maka mustahil baginya untuk berhenti bercerita,hingga pada akhirnya dia bosan dengan sendirinya ,karna mulutnya mulai encok. "Yaampun,belum puas gue ngoceh,udah main sampe aja nih" tukas Sandra protes,setelah menyadari mobil Anya berhenti di depan rumahnya. "Besok lagi,sono turun !"Anya mendengus. "Ih...gitu amat lo,awas ya lo!"ancam Sandra sambil turun dari mobil Anya ***** "Baru pulang?"tanya Gaza yang sedang memainkan ponselnya di diruang tamu. "yoi om," "ceria banget nih kayaknya?ada apa nih?"tanya Gaza setelah menelisik wajah ayu Sandra yang selalu mengangkat kedua sudut bibirnya keatas. "Aku tu lagi kasmaran om ceritanya"matanya bersinar saat menekan kata kasmaran ,Sandra duduk disebelah Gaza sambil bersandar ke pundak kokoh om nya itu,mengayunkan kedua kakinya. "Siapa lagi?"tanya Gaza seolah bosan. "hihi..om penasaran ya?" "ya,sepertinya begitu!" "Namanya Steve,cowoknya cakep banget dia temen Marvel" "Siapa Marvel,baru denger "dahi Gaza berkerut, "oh ya,om belum aku kenalin sama dia ya?Marvel itu temen Anya selama di Bali,dia juga pindah kesini ,jadi dia temen baru aku juga" jelasnya. "Dan om tau?Marvel itu pernah nembak Anya waktu SMA" sambungnya "Terus?"Sandra heran mendengar celetukan Gaza,untuk pertama kalinya Gaza tertarik mendengar cerita nggak berbobot dirinya itu,namun dengan senang hati Sandra kembali meneruskan ceritanya. "Anya nolak,dia cuma anggap Marvel temen"Gaza menyeringai mendengar kalimat itu,apakah itu artinya Anya masih berharap pada cinta pertama dimasa kecilnya itu? "kalau Steve?", "nah,kalau Steve target aku om,awalnya aku ngincar si Marvel,tapi setelah bertemu Steve rasa penasaran aku ke Marvel ilang gitu aja om,yasudah aku beralih ke Steve deh" "karna Steve lebih ganteng pasti?"tebak Gaza,telunjuknya mencolek hidung mancung Sandra. "Om, tau aja"jawabnya malu malu "ck..ck..ck..keponakan aku playgirl ya ternyata?" "Ya dong,patut dibanggakan,dari pada jomblo abadi kayak sebelah"sarkas Sandra yang di hadiahi pelototan dari Gaza,Sandra terkekeh Sebenarnya Gaza melihat dua laki laki yang bersama mereka tadi,bahkan Gaza pikir mereka Doble date,rupanya cuma berteman saja. Entah akan bagaimana Gaza menggambarkan perasaannya,harus senang atau tidak?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD