Jonathan memperbaiki posisi duduknya. Ia mencoba menetralisir keadaannya. "Baby, kenapa kau berpikiran untuk belajar seks edukasi?" Tanya jonathan. Jonathan sampai susah untuk meneguk salivanya sendiri. bahkan untuk duduk saja pun rasanya jonathan mengalami kesusahan tersendiri.
tetapi, tampaknya jesi semakin menjadi. Dan dengan kurang ajarnya, jesi malah semakin mendekatinya. Lutut wanita itu bahkan bersender di paha jonathan. membuat jonathan semakin tidak fokus dan tenggorokannya mulai haus. apa lagi, menatap paha putih mulus adik kesayangannya, yang sungguh tidak mampu untuk di elakkan oleh mata jonathan.
"Brother, kau tahu, kurasa aku ini buta akan ilmu seks!" dengan percaya diri dan terang-terangan jesi berkata.
Nafas jonathan memberat mendengar perkataan itu. entah mengapa gadis kecil ini malah membahas hal seperti ini padanya. pada saat yang tidak tepat pula. Dan ia malah mendambakan adik kecilnya itu sekarang. Kenapa pula dia harus membicarakan tentang seks denganku! Batin jonathan.
dengan memasang wajah polosnya itu, si kecil jesi kembali berucap untuk meyakinkan jonathan. "Aku baru menyadari bahwa di kelasku, hanya aku satu-satunya wanita yang masih perawan!" seakan apa yang ia katakan itu adalah hal yang patut disayangkan.
Oh apa ini sungguh harus dibahas batin jonathan.
jesi tidak melihat ada reaksi apapun dari jonathan. pria itu hanya diam tidak merespon apa yang jesi katakan dan keluhkan. "Mmm.. brother.. kau mendengarkanku tidak?" Rengeknya mengguncang lengan jonathan.
"Iya.. iya.. aku mendengar. Lalu apa masalahnya kalau kau masih perawan baby? Justru itu bagus menurutku." Jonathan memijat pelipisnya sendiri. Ucapan terakhirnya membuat jantungnya berdegup kencang, karena otaknya sudah berpikir aksi untuk membobol keperawanan seorang gadis kecil.
apa yang ku pikirkan?! apa yang ku pikirkan?! jonathan membatin memarahi pikiran kotornya sendiri.
Jesi mendegus kesal. tampaknya jonathan ingin menapik segala perkataan jesi. hampir tidak ada peluang bagi jesi untuk mendapatkan apa yang ia mau. tetapi semangat jesi tidak boleh di remehkan. ia akan terus berusaha, sampai jonathan menjadi miliknya. "Itu tidak baik brother! Teman-temanku menilai bahwa aku ini kampungan!" ucapnya dengan memasang wajah memelasnya di hadapan jonathan. wajah manisnya yang sedang memelas, adalah kelemahan untuk mengalahkan jonathan.
Rasanya kepala jonathan semakin sakit saja. Ini tekanan yang cukup kuat bagi jonathan. disatu sisi ia harus mengajarkan hal yang baik dan benar pada adik kesayangannya, namun di sisi lain efek film panas yang begitu tanggung ia tonton tadi membuat gejolak di dirinya jadi tidak stabil. "Lalu apa yang ingin kau tahu? Kalau kau ingin belajar, belilah bukunya atau kau cari saja di internet." ucap jonathan masih menebalkan kesabarannya. bagaimana pun, sebagai kakak yang baik, ia tetap harus bersabar dalam menghadapi adiknya.
"Mmm.. brother jo, aku ingin melakukannya denganmu!" rengek jesi.
"What?!" Pekik jonathan tak percaya akan apa yang ia dengar. ingin melakukannya denganku? jonathan terheran bukan main di dalam hatinya.
jesi memegang lengan pria itu dan mengguncangnya. "Yaa...? Aku ingin kau yang mengajariku." rengek jesi memohon kepada jonathan. bahkan wajahnya begitu memelas minta dikasihani.
Jonathan menghelakan nafasnya karna merasa salah tangkap dengan apa yang jesi katakan. Ia fikir jesi mengatakan, bahwa jesi ingin melakukan seks bersamanya. Ia bernafas lega, karna ternyata yang jesi maksud adalah belajar. Jonathan menghelakan nafasnya. "Baiklah!" serunya dengan nada geram, membuat senyuman di bibir jesi merekah seketika. "Aku akan mengajarimu. Apa yang ingin kau tahu?" tanya jonathan menatap jesi dengan ekor matanya.
"Mmm.. brother, jangan menatapku seperti itu." rengek jesi mengguncang lengan jonathan.
"Iya.. iyaa.." jawab jonathan mengalah. Ia menatap jesi dengan sendu. ya Tuhan, kenapa kau cantik sekali, baby? "apa yang ingin kau ketahui, baby?" tanyanya dengan alis terangkat.
Jesi tersenyum senang. rasanya ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan sebentar lagi. jesi yakin, bahwa rencananya pasti berhasil. "Mulai dari hal yang kecil saja, brother." ucapnya dengan manis membuat jonathan menganggukkan kepalanya dan menatap serius jesi. "Bagaimana caranya ciuman, brother jo? Apakah ciuman itu menyenangkan? Bisakah kau mempraktikkannya padaku?"
apa? ciuman? mem.. mempraktikkannya?
Seketika jonathan tercengang dengan pertanyaan jesi. Kesabarannya sudah di kikis habis oleh adik kesayangannya itu. Jonathan pun beranjak dari duduknya. membesarkan matanya menatap jesi yang juga menatapnya dengan wajah polos. lalu jonathan yang sudah habis kesabaran pun menarik tangan wanita itu.
***
"Tidak brother! Aku tidak mau pulang! Kau harus memprkatikkannya dulu denganku! Kau belum mengajariku apapun! Tidak! Aku tidak mau pulang!" Teriak jesi memberontak. Sementara jonathan menyeret dengan paksa wanita itu untuk segera pulang keasalnya.
Trik 1 : menggoda brother jo, gagal!
"Jesi!"
Jesi dan jo seketika tersentak melihat seorang wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu rumah jesi. Ialah lusiana alguero ibu jesi.
"Mommy!" teriak jesi senang dan berlari memeluk wanita itu. Wanita itu pun membalas pelukan jesi dengan hangat. Mengecup kening jesi serta mengusap kepala jesi.
"Kau kenapa sih malam-malam begini teriak-teriak tidak jelas di depan rumah jonathan?!" Tanya sang mommy heran.
Jonathan langsung menghampiri lusiana ibu jesi dan menyalam tangan wanita itu dengan sopan. "Apa kabar mommy?" Tanya jonathan ramah.
Lusiana pun tersenyum ramah menepuk bahu jo. "Kabar baik. Kau bagaimana jo? Kenapa anak nakal ini teriak-teriak di depan rumahmu? Apa dia merepotkanmu? Hmm? Dia mengganggumu?"
Jonathan dan lusiana sama-sama tertawa. Sementara itu jesi malah menekuk wajahnya cemberut. "Mommy, aku tidak mengganggu brother jo! Dia tidak mau mengajariku dan malah menyuruhku pulang!" adu jesi dengan wajah cemberut dan tangan terkepal.
Lusiana tersenyum saja mendengar aduan jesi. Lalu ia menatap jo yang terlihat santai saja. "Dia minta diajari apa jo?! Sepertinya anakku ini berniat sekali untuk mempelajarinya. Tidak biasanya."
Jesi menarik nafasnya dan seketika ia gelagapan. Ia melirik jonathan yang malah tersenyum geli menatapnya. "Dia minta di ajari ca-",
"Aaaaa! brother jo!" seru jesi menutup mulut jonathan cepat. Namun jonathan lebih kuat. Pria itu menarik lengan jesi dan mencengkram kedua tangannya. Justru, jesi yang terkunci saat ini.
"Mommy, anakmu ini sudah nakal!"
"Aaaa! brother jo! Jangan katakan! Please brother! Aku janji akan jadi anak baik." rengek jesi. Ia sampai melompat-lompat dan memberontak. Jantungnya berdetak cepat dan ia keringat dingin.
"Dia memintaku untuk mengajarinya seks edukasi. Dan dia memintaku untuk memberitahu bagaimana rasanya itu ciuman! Dia juga memakai sepatu super tinggi kemarin dan ia ingin punya pacar saat pesta perpisahan sekolahnya nanti!"
"Aaaaa!! brother joo!!" Teriak jesi histeris. Wanita itu menginjak dengan keras kaki jo membuat pria itu mengaduh. Tangan jesi terlepas dan jesi langsung mengambil kesempatan untuk kabur. Ia melarikan diri segera dan menghilang bersama rasa malunya.
Lusiana tertawa melihat kelakuan mereka. "Lain kali kunci saja rumahmu!" Saran lusiana.
Jonathan menghelakan nafasnya. "Aku sudah mengunci rumahku mommy. Tapi dia menggedornya seakan ingin merubuhkan pintu besar itu." kini giliran jonathan yang mengadu. Lusiana hanya bisa tertawa geli mendengar aduannya itu. Ia sadar bahwa anaknya memang selalu menyusahkan jonathan. Dan untung saja jonathan menyayanginya dan tidak jengah melihat kelakuan jesi.