Kotak Musik

4639 Words

DARAH seperti berhenti mengalir dari jantungku yang sempat terhenti. Mengapa ia memelukku seperti ini, seperti seseorang yang tak ingin kasihnya pergi? Batinku pernah berkata bahwa aku tak boleh mengharapnya lebih. Bukankah ia telah memiliki pendamping hidup, yang sudah pasti ia cintai dan mencintainya dengan sangat? Waktu seketika bagai dibekukan. Sebetulnya aku tak boleh berlaku seperti ini. Coba posisikan dirimu di tempat tunangannya. Hanya wanita bodoh yang hatinya tak akan bergetar dan jantungnya berdenyut nyeri jika melihat orang yang dicintanya memeluk orang lain. Maka, aku berdeham kecil sekadar berusaha menarik alam bawah sadarnya. Ia seperti disentak sesuatu hingga pelukannya dilepas seperti kedipan. Pandangan matanya tidak berani ia labuhkan padaku. “Maaf,” hanya kata itu yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD