KERAP aku mengajak orang lain makan bersama. Entah teman kerja, keluarga, atau perempuan yang tak sembarangan bisa memasuki ranah privasiku. Namun kali ini, aku seakan tak merasakan kesepian, biarpun hanya ditemani seorang gadis asing. Kuamati ia dalam diamku. Kuperhatikan caranya bergerak, berkedip, dan balik memandangku. Ini sering terjadi padaku. Aku melakukannya sekali lagi hanya untuk mencari tahu apa yang sebetulnya kualami. Aku tak boleh terlibat kontak dengan orang yang baru kukenal, itu prinsip hidupku. Sebab kau tak bisa mempercayai siapa pun. Meski mereka telah lama kau kenal. Orang terdekatmu bisa menjadi musuh dalam selimut. Pengkhianat berkedok teman akrab. Apalagi orang asing, siapa sangka mereka memiliki maksud tersembunyi? “Kamu tahu dari mana nama panggilanku?” Larasita

