Kelabu

3879 Words

PEMBACA, sekiranya hari ini aku akan tamat di tangan Raka, tolong simpan baik cerita ini. Tampak dari matanya yang menyorot tajam padaku, keinginan tak tersiratnya untuk membunuhku. Siapa sangka sepulangku dari rumah Seni dan Sastra ini, ia merencanakan pembunuhan dan melakukannya dengan hati-hati. Membaca cerita misteri kadang membikin aku makin sinting macam begini. “Hai,” sapaku. “Untuk apa... kamu ke sini?” “Seharusnya saya yang bertanya seperti itu, Nona Larasita Nareswari Gevaarlijk.” Kilat seakan menampar pipi dan menohok jantungku kala ia sebutkan dengan lancar tanpa kesalahan pengucapan, nama lengkapku. Bagaimana ia tahu nama terakhirku?! “Ini adalah galeri pribadi keluarga saya. Peninggalan turun temurun sejak abad 19 dan diisi dengan mahakarya kakek buyut saya. Kenapa kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD