Pelindung

1028 Words

Pagi datang tanpa suara di mansion inti. Kabut masih menggantung di sela pepohonan, membuat dunia terasa terpotong dari waktu. Xavier berdiri di balkon lantai dua, rokok menyala di antara jari-jarinya. Ia tidak benar-benar menghisapnya. Api hanya jadi penanda bahwa ia terjaga. Ara belum bangun. Ia sudah mengecek napas Ara tiga kali sejak subuh. Bukan karena takut Ara hilang, tapi karena pikirannya tak mau berhenti. Setiap detik terasa seperti jeda sebelum sesuatu meledak. Renard masih hidup. Itu satu-satunya ancaman yang mengganggu semua rencananya. Xavier mematikan rokok di asbak besi, lalu masuk kembali ke kamar. Tirai tebal menahan cahaya pagi. Ara terbaring miring, rambutnya menutup setengah wajah. Ia terlihat damai, terlalu damai untuk dunia yang sedang mengincarnya. Xavier dudu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD