Ara baru aja mau masuk ke dalam mobil ketika bulu kuduknya berdiri. Kayak ada yang ngelihatin dari jauh. Nggak keras, tapi cukup buat bikin jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. “Xav…” bisik Ara sambil pegang lengan Xavier. Xavier langsung geser posisi berdiri, memposisikan Ara di belakang tubuhnya yang tinggi dan kokoh. “Apa?” “Ada yang… perhatiin kita,” gumam Ara sambil nyapu mata ke sekitar parkiran salon yang luas. Xavier mengerutkan dahi. Ia menoleh ke dua anak buahnya yang stand by di mobil belakang. “Periksa area. Sekarang.” Dua pria itu langsung bergerak cepat, memeriksa sudut-sudut parkiran. Ara menggenggam ujung bajunya. “Xav, gue… gue nggak halu, tapi tadi ada yang ngangkat ponsel. Kayak motret gue.” Xavier menunduk sedikit, suaranya rendah banget sampai bikin napas A

