Melepas Rindu

1876 Words

Mansion itu akhirnya benar-benar tidur. Tidak ada alarm. Tidak ada rapat. Tidak ada senjata yang disiapkan di balik pintu. Hanya malam yang tenang, terlalu tenang untuk dua jiwa yang sudah seminggu penuh hidup di bawah tekanan. Ara terbangun lebih dulu. Bukan karena mimpi buruk, melainkan karena kesadaran sederhana tubuh di sampingnya nyata. Hangat. Bernapas pelan. Ada. Xavier. Ia memiringkan tubuhnya sedikit, berhati-hati agar tidak menyentuh perban di rusuk pria itu. Tangannya naik pelan, mengikuti garis bahu, d**a, lalu berhenti tepat sebelum luka. Ia menelan napas. “Tujuh hari,” gumam Ara pelan, hampir tak terdengar. Xavier membuka mata perlahan. Senyumnya muncul sangat manis dan itu membuat Ara jadi tenang. “Aku dengar nada hitungan di suaramu sayang.” Ara mendengus kecil. “Kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD