Setelah Sekian Lama

1325 Words

Pesawat mendarat mulus di landasan privat tanpa satu pun hambatan. Tidak ada kejaran. Tidak ada sabotase. Tidak ada darah baru yang harus dibayar. Langit Indonesia menyambut Xavier dengan warna keemasan senja. Hangat. Berbeda jauh dari dinginnya Rusia yang menggigit tulang. Begitu pintu pesawat terbuka, aroma tanah basah dan udara tropis menyentuh inderanya dan untuk pertama kalinya dalam tujuh hari, bahunya terasa sedikit lebih ringan. Ia pulang. Langkah Xavier turun dari tangga pesawat mantap, meski tubuhnya masih menyimpan luka. Jas hitam menutup perban di bahu dan rusuknya dengan rapi. Wajahnya tenang, tapi matanya mencari satu hal saja. Ara istrinya. Di sisi lain landasan, Ara berdiri di depan mobil hitam, tanpa mantel, tanpa pengawal di depannya. Rambutnya tergerai diterpa angin.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD