6. Foto Siapa?

623 Words
"Jika tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, saya izin kembali bekerja," ujar Aldin setelah sepakat untuk menyembunyikan pernikahan dan tetap bekerja di sana. Shaka mengangguk. "Permisi." Aldin mengangguk sopan, berlalu tanpa sedikitpun melirik pada istri. Pun dengan Amanda. Tidak tertarik untuk melihat suami. "Kamu tetap di sini. Saya mau bicara," kata Shaka saat Amanda hendak bangkit. "Bicara apa?" Shaka tidak langsung menjawab. Menunggu hingga Aldin menutup pintu ruangan. "Apa dia memperlakukan kamu dengan baik?" tanya Shaka penuh selidik setelan Aldin kembali ke ruang kerjanya. "Iya." Amanda mengangguk. Sejauh ini masih terbilang baik. "Bagus. Dia laki-laki yang bertanggung jawab. Aku yakin dia bisa jadi suami yang tepat untuk kamu. Tapi kalau ada apa-apa, kamu bilang sama aku," kata Shaka, bicara sebagai saudara. "Eh, Pak. Aku mau tanya sesuatu." Amanda bergeser, sedikit mendekat. "Apa?" "Bapak tau gak cewek di foto yang ada di rumah Pak Aldin itu siapa?" Amanda setengah berbisik, tidak ingin ada yang mendengar. "Foto? Mana aku tau." "Masa Bapak gak tau?" "Kan memang aku gak tau. Memangnya ada yang mewajibkan aku harus tahu?" "Tapi kan dia kerja sama Bapak udah lama, jauh sebelum aku kerja di sini." Shaka mengambil bantal sofa lalu memukulkannya pelan pada kepala gadis itu. "Itu gak berarti aku harus tau urusan pribadi dia," ujarnya sambil bangkit berdiri. Amanda berdecak seraya melirik sebal. "Lagian kalau kamu memang pengen tahu, kenapa nggak tanya sendiri sama orangnya? Iya kan suami kamu sekaligus yang punya rumah. Ini kamu malah nanya sama aku." Shaka bicara sambil berjalan menuju meja kerjanya. "Iya tapi Bapak tahu kami menikah karena apa." "Aku tahu kalian menikah karena terpaksa. Tapi itu bukan berarti kamu nggak bisa nanya langsung sama orangnya kan?" "Udah. Aku udah tanya. Tapi dia nggak jawab." "Ya sudah. Tunggu aja. Siapa tahu nanti dia cerita." Shaka mendaratkan diri di kursi kerja. Amanda berdecak. "Nanti kapan? Orang penasarannya juga sekarang." "Sudah. Kerja sana. Atau kamu mau aku pecat?" Gadis itu bangkit dari kursi. "Aku laporin Mbak Anes baru tahu rasa!" "Tukang ngadu!" cibir Shaka tampa menoleh, membuka map yang ada di atas meja. Abai dengan adik ipar yang akhirnya keluar dari ruangan. *** Amanda berdiri di depan lift. Menunggu pintunya terbuka. Suara derap langkah kaki terdengar di belakang. Hingga tak lama kemudian seorang pria berdiri di sampingnya. "Kamu yakin gak mau ikut makan siang?" tanya Shaka. Amanda menoleh. Ekor mata menangkap sosok pria lain. "Enggak. Saya mau makan di kantin aja. Lagi males keluar jauh-jauh. Bapak mau makan di mana?" "Restoran biasa." Amanda tersenyum. "Saya titip ya?" "Ikut aja. Saya males repot bungkas bungkus." "Enggak. Ya udah, kalau bapak nggak mau bungkusin bakaran buat saya, saya laporin Mbah Aneh. Bilang Bapak pelit sama saya." Tung! "Aduh!" "Tukang ngadu!" "Sekalian saya laporin kalau bapak KDRT sama saya," sahut Amanda setelah ponsel pintar kakak ipar pendarat pelan di kepalanya. "Terserah kamu," sahut Shaka sambil masuk lebih dahulu ke dalam lift yang baru saja pintunya terbuka. Amanda cemberut, melangkah masuk diikuti oleh suami. Sunyi. Tak ada yang bersuara. Hingga suara perut yang keroncongan memecah kekeringan. Shaka terkekeh. "Ini alasan saya mau makan di kantin aja. Lebih dekat. Saya udah laper banget. Sarapan cuma sedikit, kerjaan saya banyak sampai saya gak sempat ngemil. Udah gitu saya juga janjian sama temen-temen yang lain buat buat makan di kantin," celoteh Amanda. Keadaan kembali bening hingga lift berhenti di salah satu pantai. Beberapa orang masuk setelah mengangguk sopan pada atasan mereka. Beberapa menit kemudian, lift sudah tiba di lobi. Semua orang keluar satu persatu. Amanda keluar lebih dahulu sebelum dua pria yang bersapanya tadi. "Saya ke kantin duluan, Pak. Udah itu gue sama yang lain," pamitnya. Berjalan tergesa-gesa. "Manda!" Langkah wanita muda itu terhenti saat mendengar suara seseorang memanggil. Berbalik. Matanya seketika membulat saat melihat siapa yang sedang berjalan mendekatinya sembari tersenyum lebar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD