70. A Trap

1205 Words

Angin dingin berhembus cukup kencang bertiup menerpa setiap tubuh manusia yang sedang berbaris dengan rapi di tengah daratan luas. Pandangan mata mereka menatap lurus pada musuh yang tepat berada di depan mata mereka. Ada kegetiran tergambar pada setiap pasang mata, ada kegelisahan, dan ada kecemasan yang coba dibuang melalui udara yang keluar dari hidung mereka. "Yang Mulia." Suara Barra mengusik heningnya Vizena yang sedang mengamati barisan pasukan musuh yanh terlihat begitu banyak seolah tak akan berkurang jumlahnya. Genggaman tangan Vizena pada tali kekangnya semakin erat, jantungnya juga berdebar dengan kencang. Rasa takut kembali menggerayangi tubuhnya. "Yang Mulia?" Barra sedikit meninggikan suaranya hingga Vizena menoleh pada Barra dengan tatapan bingung bercampur takut. "Sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD