“Kau tidak akan bisa mengejutkanku!” Suara Vizena penuh dengan ancaman sehingga membuat seseorang yang berniat mendekatinya berhenti melangkah. Vizena yang hampir saja terlelap ketika sebuah aroma membelai indera penciumannya. Segera ia mengetahuinya bahwa seseorang telah masuk ke dalam tendanya. Dari sudut gelap sosok Zaviest keluar, ia menggunakan mantel tebal dengan tudung yang menutupi kepalanya. Namun semua itu tak bisa menutupi senyum jahilnya yang tersungging dan menghiasi wajahnya. Melihat sosok Zaviest berjalan mendekat padanya,Vizena menegakkan tubuhnya, lalu ia bangkit dan berjalan kearah Zaviest, menghentikan Sang Raja berjalan lebih jauh. “Aku tidak melihat bendera Sholaire di medan pertempuran?” Tidak terucap satu patah kata pun terucap dari bibir Zaviest, ia hanya merai

