Keluarga dengan lima anggota itu sedang makan siang bersama. Akhir pekan ini Arya tak pergi untuk urusan kerja. Dia ingin menghabiskan waktu dengan anak-anak dan juga istrinya. Menepati janjinya yang sudah lama untuk mengajak Ara, Gibran dan Kafka membeli es krim di Mal. "Nanti aku mau es krim rasa toboli." "Iya, habisin dulu makanannya, Kak." seru Arya membalas si anak sulung. "Dua ya, Pa." Ara membuka dua jarinya. "Oke." jawab sang papa sambil mengusap sudut bibir Ara yang belepot saus spageti. Kedua matanya yang bulat berbinar cerah. Ara semakin cepat mengunyah makanannya. Lebih cepat habis, lebih cepat pula ia dapat es krim. Sementara Gibran diam-diam mencuri pandang ke arah Ara dan ayahnya. Jauh di dalam lubuk hatinya, anak itu juga ingin diperlakukan sama. Bukan oleh Arya, G

