12. Jadi Tawanan

1010 Words

Satu kata yang keluar dari dua suara berbeda tersebut, tentu memiliki makna yang berlainan pula. Aneska benar-benar terkejut dengan permintaan ayahnya, pun Shaka, tak kalah terkejut. Hanya saja ia lebih kepada tidak percaya bahwa jalannya untuk selamat dari ancaman sang ibu, begitu mulus dan dipermudah. Aneska tertawa hambar. "Ini pasti gara-gara ayah belum minum obat. Makanya ngawur. Minum obat dulu deh. Abis itu Ayah istirahat." "Ayah udah minum obat," kilah Ahmad. "Belum, Yah." Aneska memang belum memberi ayahnya obat sesuai dengan permintaan ibunya tadi. "Sudah." "Kapan?" "Tadi sama ibu waktu kamu duduk di sama," jawab Ahmad. "Oh. Berarti sekarang ayah butuh istirahat. Aku keluar aja biar ayah bisa istirahat.'' Aneska berniat untuk beranjak, menghindar. "Tunggu, Nak." Ahmad m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD