11. Bukan Kebetulan Biasa

1109 Words

Aneska tentu saja terkejut saat mengetahui bahwa ayah dan Shaka saling mengenal. Berdiri lalu menatap dua pria itu bergantian. "Kenapa kalian bisa saling kenal?" Tatapan tajam tertuju pada pemuda paling menyebalkan di matanya. "Saya mau jenguk ayahnya Anes dan ternyata itu Om." Shaka terkekeh, menghampiri seraya mengulurkan tangan. Abai dengan pertanyaan sang gadis. Ahmad menyambut dan tersenyum ketika pemuda yang ia kenal itu mengecup punggung tangannya. "Pantas saya udah lama gak ketemu Om di sana. Ternyata Om sakit," imbuh Shaka sambil duduk di tepi tempat tidur. Bola mata Aneska membulat sempurna dengan mulut sedikit terbuka. Apa-apaan ini? Kenapa mereka berdua bisa terlihat akrab? Selama ini ia tidak pernah tahu ayahnya mengenal pria yang ia benci. Ah, tidak. Ia tidak membenci Sha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD