Luka Jiwa

1176 Words

Beberapa kali Anggara mencoba untuk mendekati Nila, tapi yang ia dapatkan hanyalah suara jeritan ketakutan Nila. Seperti sekarang, Anggara mencoba memberi Nila makan karena ia tidak makan selama seharian. Gadis itu hanya merenung dengan air mata yang tak berhenti menetes. "Pergi! kamu jahat! kubilang pergi!" teriak Nila. Ia melempar semua barang - barang yang ada di kamar ini. "Nila tenanglah. Aku akan pergi tapi kamu harus makan, okey?" kata Anggara. Kedua tangannya terentang ke depan seolah menyerah dan menuruti semua yang Nila inginkan. Sayangnya niat baik dari Anggara tidak pernah sampai di otak Nila. Di matanya Anggara menjadi sosok yang hendak menghukumnya. Gadis itu bahkan menutup kepalanya dan kembali meringkuk. Ini membuat hati Anggara semakin sakit. "Nila, aku akan keluar. J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD