116. Rindu Membara

1400 Words

Kedua insan manusia yang dilanda gelora asmara itu berdiri berduaan di ruangan kerja direktur perusahaan Sampoerna. Dengan kedua tubuh yang masih saling berpelukan erat diiringi lantunan irama syahdu dari kedua jantung mereka yang semakin berpacu. Saling berhadapan, saling pandang, dan saling melemparkan senyuman bahagia di bibir masing-masing. Yah hanya begitu saja rasanya sudah sangat bahagia bagi mereka berdua. Apalagi dengan adanya berbagai rangkaian bunga mawar di sekeliling mereka. Seolah keduanya sedang berada di taman surga yang indah. Cukup lama keduanya menghabiskan waktu dengan hanya saling terdiam, bahkan tanpa perlu untuk berkata-kata. Linggar merasa blank isi kepalanya, tak dapat lagi untuk berpikir dengan jernih. Terkalahkan oleh segala kobaran api membara di dalam jiwa. L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD