Setelah zikir pagi bersama, para jamaah surau kembali pulang ke rumah masing-masing. Pagi gini Tian dan yang lain akan kembali ke Jakarta, tapi Jamima akan tinggal di Semarang sampai saatnya hari pernikahan tiba. Memang begitulah keputusan kedua belah pihak keluarga. Gadis itu sebenarnya lebih ingin ikut ke Jakarta bersama Tian. Tapi, Tian meminta Jamima untuk bersabar dan menetap di Semarang terlebih dahulu karena nantinya Tian akan kembali ke Semarang untuk kembali menghandle pabrik yang belum rampung dibangun itu. Orang-orang berduyun-duyun meninggalkan surau. Jamima, Jelita dan sang Ibu sudah lebih dulu keluar karena akan bersiap menyiapkan makan pagi untuk mereka. Tian dan Gabrian masih duduk di teras surau, sibuk memakai kaus kaki dan sepatu sambil sedikit ngobrol soal Tian dan Ja

