Sesuai dengan dugaanku tidak ada siapapun saat aku masuk kediaman Young, bahkan sosok Grace juga tidak menampakkan batang hidungnya.
Ting tong!
Aku yang baru saja masuk dari pintu samping meletakkan tasku dengan asal di atas tempat tidurku dan tiba-tiba saja harus mendengar suara bel pintu.
Sudah pasti bukan tamu untukku, biarkan saja Grace yang membukanya. Bukankah itu sudah tugasnya, aku memilih mengganti pakaianku karena aku harus ke bengkel sepeda untuk memperbaiki ban sepedaku yang bocor dan menyimpan beberapa barang berhargaku di apartement milik orangtuaku.
Aku juga berencana membersihkan apartement yang sudah pasti dipenuhi debu tersebut.
Setelah mengenakan celana pendek berbahan denim dengan kaos hitam, aku kembali berjalan menuju pintu samping yang langsung terhubung dengan garasi dimana sepedaku berada dan tentu saja aku terpaksa menuntun sepeda tersebut menuju bengkel sepeda terdekat.
Ada rasa kesal memenuhi rongga dadaku. Tetapi aku harus tenang, tidak boleh terbawa emosi yang akan menghancurkan diriku.
“Apa tidak ada orang?”
“Apa mereka mencoba menghindar?”
Langkahku terhenti saat mendengar percakapan dua orang pria, yang membuatku bertanya-tanya jika keluarga Young sedang terbelit hutang dan tidak bisa membayarnya.
Sungguh menggelikan jika hal itu benar-benar terjadi, tetapi aku juga malas berurusan dengan mereka, sangat malas untuk berurusan dengan masalah keluarga ini. Kuputuskan untuk diam, menunggu mereka pergi baru aku akan membuka pintu garasi.
Sambil membunuh waktu aku kembali menuju dapur, duduk dikursi mini bar dan menikmati seporsi sandwich yang belum kumakan dan sekaleng soda dingin untuk menyegarkan diriku.