Hari ini adalah hari diselenggarakannya Grammy Award di Staples Center. Para member sedang bersiap di dalam kamar suite milik mereka dengan beberapa makeup artist. Allyson, Sam, dan Calie membantu mereka bersiap-siap. Para makeup artist juga sedang merias wajah dan rambut mereka. Tak lama kemudian Sara datang ke kamar suite mereka dan menyapa mereka semua.
"kau sudah datang" sapa Allyson mengecup pipi kanan dan kiri Sara.
"ceritakan malammu dengan In Ho" bisik Sara di telinga Allyson. Allyson langsung menekuk wajahnya di depan Sara, dan Sara tertawa melihat wajah temannya tersebut.
"Sam, aku akan bersiap-siap di kamar" ucap Allyson pada Sam. Ia menitipkan pekerjaanya sebentar kepada Sam, dan Sam langsung mengacungkan jempolnya. Wanita memang selalu yang paling memakan waktu untuk acara seperti ini.
Allyson, Sara, dan Calie kembali ke kamar yang ditempati Allyson dan Calie. Mereka melakukan persiapan di sana.
"jadi apa yang terjadi semalam?" tiba-tiba Calie mengajukan pertanyaan tersebut yang didukung juga oleh Sara.
"tidak ada yang terjadi", Allyson menjawab dengan santai, tapi kedua temannya tidak menurunkan intensitas rasa ingin tahunya. "aku akan mandi" tambah Allyson segera sebelum pertanyaan susulan muncul dari bibir teman-temannya.
Allyson membasahi tubuhnya dengan air dingin di dalam kamar mandi. Mandi adalah aktivitas yang juga sangat disukainya. Mungkin dari semua teman-temannya, Allyson adalah yang paling sering membersihkan diri, meskipun sebenarnya itu tidak terlalu dibutuhkan saat ia sudah pindah ke Amerika. Tapi ia tidak bisa meninggalkan kebiasaan lamanya.
Di luar, Calie dan Sara mengeluarkan peralatan makeup nya masing-masing. Mereka mulai merias dirinya masing-masing dengan sangat lihai, terlihat sudah terbiasa melakukan hal itu.
Tak lama kemudian Allyson keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe nya. Saat Allyson selesai mandi, Sara dan Calie sudah setengah jalan menyelesaikan riasannya. Sedangkan Allyson baru akan memulainya. Allyson tidak ingin berlebihan kepada dirinya. Ia hanya menggunakan foundation tipis yang berwarna sama dengan kulitnya. Menggunakan eyeshadow bernuansa coklat, maskara, eyeliner, dan blush on berwarna peach. Ia menggunakan lipstick berwarna sama dengan blush on yang ia gunakan. Kemudian ia menggunakan bedak tabur agar wajahnya terlihat matte.
"Biar kubantu menata rambutmu" Sara menawarkan bantuan kepada Allyson. Sara mengikat rambut Allyson dengan model ekor kuda. Kemudian Sara menambahkan hiasan rambut berwarna perak yang mempercantik rambut Allyson.
Setelah selesai, Allyson mengambil baju yang akan ia pakai untuk acara bergengsi tersebut. Allyson memilih gaun panjang berlapis, bermotif motif polos dengan warna lilac yang sangat lembut. Allyson menambahkan sabuk berwarna putih yang berkilau agar tidak terlihat polos. Baju itu memiliki gaya Yunani, sehingga membuat Allyson seperti dewi yunani saat memakainya. Allyson kemudian memakai heels berwarna silver, menambahkan gelang putih dan menggunakan clutch berwarna sama dengan gelangnya.
"ini tidak berlebihan kan?" tanya Allyson pada kedua temannya.
"kau selalu cantik dengan porsi yang pas" jawab Calie.
"mari kita tanya pendapat In Ho" tambah Sara.
"hentikan Sara" Allyson mulai lelah dengan candaan mereka. "saat aku mengatakan tidak terjadi apapun, maka tidak terjadi apapun" Allyson mempertegas sekali lagi. Calie dan Sara tertawa bersama, tidak menunjukkan mereka berdua akan berhenti.
Satu setengah jam mereka melakukan persiapan. Sara menggunakan gaun selutut berwarna merah marun dengan kombinasi brukat di bagian dadanya. Sara mengurai bebas rambut merah panjangnya. Sedangkan Calie menggunakan dress panjang berlapis berbahan satin berwarna putih dengan satu lengan. Di bagian lengannya berhias bunga-bunga berwarna sama dengan gaunnya.
Sara, Calie, dan Allyson memiliki gaya berbusananya masing-masing. Sara sangat tipikal dengan warna-warna mencolok, sedangkan Calie dan Allyson lebih menyukai warna-warna yang lembut menghiasi penampilannya. Mereka bertiga kembali ke kamar suite di mana para member sedang bersiap-siap.
"wah.. Ally, kau terlihat berbeda" ucap Dae Jung saat melihat Allyson datang dari pintu. Sam dan Tae Yun yang juga melihat kedatangan Allyson sependapat dengan Dae Jung. Sedangkan In Ho yang sedang meneguk segelas air putih tiba-tiba tersedak melihat kedatangan Allyson, sehingga membasahi kemeja putihnya.
"aahh.. ck ck ck" Sam menggelang-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak muda ini. Tae Yun, Dae Jung, Calie, dan Sara mencoba menahan tawanya melihat In Ho kaget seperti itu. Kemudian Sam langsung menarik lengan In Ho untuk mengganti kemeja In Ho dengan kemeja yang baru.
"apa temanku secantik itu?" goda Sam pada In Ho.
"i-itu..", Sam tertawa mendengar kegugupan In Ho, membuat In Ho mengurungkan niat untuk menjawab pertanyaan Sam.
Beberapa menit kemudian, In Ho sudah kembali dengan kemeja putih yang baru. Para member sudah selesai dengan dirinya masing-masing. Mereka terlihat sangat tampan dan berkelas dengan balutan tuksedo hitam. Jika mereka dinominasikan dalam Grammy, maka penampilan mereka sangat pantas untuk memberikan sambutan sebagai seorang pemenang piala Grammy.
"mobilnya sudah siap" Sara memberi kabar setelah menerima telepon. Akhirnya semua yang ada di kamar bergegas keluar untuk berangkat menuju red carpet. Pak Kang dan pak Han juga ikut dengan mereka ke acara tersebut, namun sara menyiapkannya dengan mobil berbeda, karena mereka berdua tidak akan ikut untuk red carpet.
Mobil yang akan membawa mereka ke Staples Center akan menunggu di exit belakang gedung hotel. Beberapa menit kemudian para member sudah sampai di pintu keluar belakang, dan terkejut melihat mobil limosin hitam yang sangat panjang, yang bisa menampung mereka berenam dalam satu mobil. Pak Kang, pak Han berada dalam satu mobil yang dikendarai oleh Sam, sedangkan Allyson, Calie, dan Sara, berada dalam mobil Sara yang dikemudikan oleh Josh. Tiga puluh menit kemudian mobil para member dan mobil Sara memasuki perhentian red carpet.
Ddrrttt.. ddrrttt...
handphone Allyson berbunyi di dalam clutch nya, nama Alex muncul di atas layar.
"kau sudah jalan?" tanya Alex dari seberang telepon
"ya, sebentar lagi kami sampai"
"anak buahku akan mengenali kalian. Dari situ akan ada tiga orang yang mengawasi. Kalian akan di jemput oleh kru dari sana. Aku di pusat sehingga tidak bisa stand by disana"
"aku mengerti, sampai nanti Alex" Allyson menutup teleponnya. Josh memberhentikan mobilnya saat mobil limosin di depannya berhenti. Saat Allyson melihat dari dalam mobil para member sudah turun, ia dan yang lain ikut turun dari mobil.
"anda nona Allyson?" tanya seorang pria berbadan besar menghampiri Allyson
"ya, kau dengan Alex?" jawab Allyson
"ya nona, saya Ben"
"mereka disana" Allyson menunjuk ke arah para member di dekat arena masuk red carpet.
"kami mengerti", kemudian pria itu berjalan menuju para member dengan beberapa pria lainnya. Allyson, Calie, dan Sara menunjukkan id card agar bisa masuk. Allyson, Calie, dan Sara mengikuti para member berjalan di belakang. Banyak reporter yang memanggil nama mereka untuk diabadikan ke dalam foto. Banyak juga para penggemar yang hadir untuk melihat idola mereka berjalan di red carpet.
"Ally.. sepertinya lima puluh persen orang disini datang untuk mereka" ucap Sara
"ya.. sepertinya begitu"
Banyak wartawan yang meminta mereka untuk diliput. Setiap berapa meter mereka selalu berhenti untuk difoto dan diliput. Setiap diliput bisa memakan waktu tujuh sampai sepulu menit.
"ya Tuhan.. aku benci high heels" Allyson merasa lelah hanya dengan berdiri saat ini. Jika setiap peliputan memakan waktu paling cepat saja tujuh menit, dan disini ada lebih dari sepuluh media yang berlomba untuk meliput sebanyak-banyaknya artis, maka wajar saja jika Allyson mulai mengeluh.
Allyson, Calie, dan Sara tidak begitu memperhatikan kliennya sendiri. Terkadang mereka banyak melihat artis-artis lain yang ada di depan atau belakang mereka.
"aku akan gila jika jadi selebritis" ucap Allyson tiba-tiba pada dua sahabatnya. Hal itu terucap setelah ia melihat penyanyi wanita yang sangat terkenal dengan gaya busananya nya yang sering di kritik oleh banyak.
"aku tak bisa membayangkan bagaimana aku harus memilih baju terbaik, termahal, bahkan terseksi, hanya untuk dipamerkan beberapa jam saja" Allyson menggeleng-geleng kepala sambil melihat penyanyi tersebut. Kedua temannya terkekeh menertawakan Allyson.
Mereka berdua tau bahwa sahabatnya adalah orang yang mengerti fashion tapi cenderung untuk tidak tenggelam terlalu jauh untuk menerapkan fashion pada dirinya sendiri. Allyson adalah gadis sederhana yang bisa tetap modis dengan kegeniusannya mencampuradukan beberapa gaya dalam dirinya. Ia mengenal dirinya sendiri, ia tau apa yang cocok dan tidak cocok untuk dirinya. Sehingga meskipun dunia fashion terus berkembang, ia cenderung untuk tidak tenggelam dalam gemerlapnya dunia fashion.
Setelah satu jam lebih, akhirnya mereka tiba di ujung red carpet dan masuk ke dalam gedung utama Staples Center.
"apa kalian tidak gila saat ini? Satu jam lebih hanya untuk berjalan di red carpet??" Allyson bicara di depan para member dan sahabatnya. Semua tertawa melihat Allyson yang menekuk wajahnya.
"kalian tidak gila. Hanya dia yang mulai tidak waras" ucap Sara membantah keluhan Allyson yang hanya berlaku pada dirinya sendiri.
"aku akan mengambil foto kalian disini." Sara mengambil handphone dari dari clutch nya dan membidik mereka dengan kamera handphonenya.
Allyson sudah mengerutkan dahinya saat ini. Ia berjalan lebih dulu ke lantai atas dengan tangga, dan disusul yang lain mengekor dibelakang. Para kru dan bodyguard yang bertanggung jawab atas mereka membimbing mereka munuju hall utama. Mereka masuk melalui pintu besar untuk masuk ke dalam arena panggung. Deretan bangku yang bersusun seperti dalam opera masih banyak yang belum terisi. Sejuknya ruangan tersebut lumayan mendinginkan kepala Allyson saat ini.
Saat para member terlihat memasuki arena panggung, penggemar dengan kencang memanggil nama mereka dari bangku penonton yang ada di podium atas. Para kru pun mengantarkan mereka ke tempat duduk yang sudah dipetakan sebelumnya oleh para pelaksana acara. Mereka mendapat bangku di barisan pertama. Deretan bangku tersebut berisi tujuh baris setiap kolomnya, entah ada berapa baris ke belakang Allyson tak ingin menghitungnya.
Para member duduk dalam satu baris, dan Allyson mengisi satu bangku kosong sisanya. Calie dan Sara mendapat bangku tepat di belakang bangku Allyson. Di samping Allyson telah duduk In Ho, Jun, Ye Suk, Dae Jung, In Su, dan Tae Yun secara berurutan. Sara duduk di belakang Allyson, dan Calie duduk di belakang In Ho. Para member banyak disalami oleh artis-artis lain yang mungkin mengenali mereka atau memang mereka saling kenal. Entahlah, Allyson tidak terlalu penasaran dengan dunia para artis.
Allyson melepaskan heels nya dan bertelanjang kaki saat ini. Ada kelegaan di dalam wajahnya saat ini. In Ho melihat hal itu dan tersenyum memperlihatkan giginya.
"tidak usah menertawaiku" ucap Allyson yang mengetahui bahwa seseorang menganggapnya lucu. "harusnya aku pakai flat shoes saja." In Ho tertawa lagi mendengarnya.
"apa kita akan mendapatkan makanan? Belum apa-apa aku sudah lapar" Allyson bicara pada dua temannya di belakang sambil meraba-raba perutnya.
"ini" Calie memberikan sebungkus wafer coklat kepada Allyson. Mata Allyson langsung berbinar melihatnya.
"kau memang yang terbaik" Alyson menerima wafer tersebut dan langsung memakannya. Lagi-lagi In Ho tertawa melihat tingkah gadis itu.
Bangku bangku di dalam sudah mulai terisi penuh. Para artis sudah mulai menempati tempat duduknya masing-masing. Tepat pukul delapan malam acara pun dimulai oleh MC hari ini. Kemudian menampilkan sederet artis yang akan mengisi panggung malam ini. BT1 akan mengisi tampil di tengah-tengah acara, kemudian In Ho akan berduet dengan BM beberapa menit setelahnya.
Satu jam kemudian BT1 bersiap-siap untuk tampil. Keenam member diikuti Calie dan Allyson kembali ke ruang tunggu untuk bersiap-siap. Di ruang tunggu mereka berganti pakaian, dan melakukan pemanasan vokal masing-masing. Setelah selesai seorang kru menghampiri mereka di ruang tunggu, menjemput mereka untuk menuju backstage. Sesampainya di backstage mereka bertemu dengan artis yang akan menyambut penampilan mereka, mereka berbincang dan berfoto bersama sebentar.
"empat menit lagi" kata salah seorang kru kepada Allyson.
"aku mengerti" balas Allyson.
"okey semuanya.. empat menit lagi. Aku tak pandai berkata-kata. Hanya saja.. Berjuanglah!!" ucap Allyson menyemangati.
"fighting" mereka semua berteriak. Allyson sama sekali tidak melihat mereka merasa gugup saat itu. Kemudian Allyson dan Calie kembali ke tempat duduknya semula, bergabung bersama Sara.
Tepuk tangan dan sambutan yang meriah menggema di hall tersebut saat nama BT1 dipanggil untuk tampil. Musik mereka mulai bermain, semua sorotan lampu mengarah kepada mereka. Para member bergantian bernyanyi sesuai bagiannya masing-masing. Dance mereka sangat energik dibandingkan selama latihan. Allyson tau mereka akan memberikan yang terbaik di atas panggung. Para penggemar mereka meneriakkan nama-nama mereka, dan terkadang bernyanyi bersama.
"Aku sekarang mengerti kenapa Alex bisa kalah darinya" ucap Sara di telinga Allyson
"hentikan Sara"
Di lagu ini terlihat In Ho, Tae Yun, dan Ye Suk, adalah pusat gravitasi di dalam BT1. Allyson mengakui bahwa In Ho sangatlah berbeda jika sudah di atas panggung. Kharisma seorang idolnya begitu menonjol. Mulai dari vokal dan tarian yang hampir 40% didominasi olehnya sendiri, tetapi tidak menenggelamkan member yang lainnya. Allyson akui bahwa agensi mereka benar-benar genius dalam mengkombinasikan mereka menjadi satu grup.
Sebelum lagu berakhir Allyson beranjak dari bangku untuk menuju backstage dan menyambut mereka kembali. Allyson tiba di backstage tepat saat lagu mereka berakhir. Kemudian Allyson pun menyambutnya dan memberikan hi five kepada mereka. Mereka mengambil botol air dan handuk yang diberikan para kru, kemudian mereka semua kembali ke ruang tunggu. Mereka berjalan sambil berbicara mengenai penampilan mereka tadi.
"hey Sam.. kau melihat kami? Bagaimana penampilan kami?" tanya Ye Suk saat sudah tiba di ruang tunggu.
"kalian luar biasa. Kalian dengar seperti apa teriakan penonton?" jawab Sam
"itu yang membuat kami semakin semangat" ucap Tae Yun
"In Ho berjuanglah.." ucap Jun memberikan semangat. In Ho hanya mengangguk sambil tersenyum. Allyson tau ia sangat gugup sekarang.
"cepat ganti pakaianmu" pinta Allyson, dan In Ho pun mengganti pakaiannya untuk duet bersama BM. Dua puluh menit kemudian In Ho dan member lain kembali ke backstage untuk memberi semangat pada In Ho untuk penampilan duetnya. Di backstage mereka bertemu dengan BM yang sudah bersiap juga.
"kau gugup?" tanya BM kepada In Ho. In Ho tak menjawa, ia hanya tercengir memperlihatkan gigi-giginya.
"tenanglah.. kau luar biasa saat Latihan" para hyung nya juga ikut menyemangati In Ho.
"lima menit lagi" kata seorang kru
"hey In Ho, kami akan menyaksikanmu dari bangku penonton" kemudian para member satu persatu memberikan pelukan semangat kepadanya dan pergi dari backstage. Allyson tersenyum melihat ikatan mereka berenam. Mengingatkan dirinya dengan persahabatannya dengan Calie, Sam, dan Sara. BM telah pergi ke atas panggung sebelum namanya dipersembahkan.
"huuffht.." kegugupan terpancar di wajah In Ho saat BM beranjak ke atas panggung. Kemudian MC mempersembahkan nama BM, musik pun mulai bermain. Terlihat sorotan lampu terpusat pada panggung BM. Tiba-tiba In Ho menggenggam tangan kanan Allyson yang sedang berdiri di sampingnya.
"kau harus menungguku di sini sampai aku turun" ucap In Ho yang sambil fokus pada musik dan bait lagu. Saat bagian menyanyinya akan tiba, In Ho melepaskan genggaman tangan Allyson dan berjalan menuju panggung kecil yang akan mengangkatnya ke panggung utama. Saat masuk bagian In Ho, panggung kecil itu mengangkat In Ho naik ke atas panggung. Allyson bisa mendengar suara penggemar yang luar biasa.
Allyson berjalan menuju backstage yang lebih tinggi agar ia bisa melihat penampilan duet In Ho. Dari tempat itu ia juga bisa melihat seruan penonton yang begitu ramai. Ia juga melihat para member lain tak kalah memberikan semangat pada In Ho.
Penampilan itu mengkombinasikan tarian-tarian sederhana yang telah mereka latih. Tidak serumit tarian BT1, tapi cukup untuk memeriahkan lagu dan panggung. In Ho terlihat tenang di atas panggung, membawakan lagu dengan baik, senyumnya bahagia, dan tariannya menghibur semua penonton. Tak sadar bibir Allyson menyunggingkan senyum melihat In Ho di atas panggung saat ini. Ia memegang kalung yang ia terima dari In Ho. Mengingat bagaimana pertemuan awalnya dengan In Ho, saat mereka berdansa di apartemen, dan saat In Ho menyanyikannya sebuah lagu dengan piano di ruang latihan. Ia belum pernah memiliki pengalaman seperti itu dengan laki-laki manapun sebelumnya. In Ho lah yang pertama baginya.
Setelah lima menit, lagu berakhir dan suara penonton riuh memberikan tepuk tangan meriah untuk mereka berdua. Semua berdiri dan berteriak meneriakkan nama mereka. In Ho dan BM turun dari panggung dan berbicara sebentar. Allyson memperhatikannya dari jauh dan tersenyum. In Ho dan BM berpelukan sebelum mereka kembali ke ruang tunggu masing-masing. Kemudian mata In Ho berputar mencari seorang gadis. Matanya menemukan gadis itu sedang tersenyum khasnya dan bertepuk tangan beberapa meter darinya. In Ho pun menghampiri gadis tersebut.
"ujian terberat sudah terlalui dengan baik bukan?" ucap Allyson sambil memberikan botol minum pada In Ho. In Ho terkekeh dan meminum air dari botol yang diberikan oleh Allyson.
Mereka berdua berjalan santai menuju ruang tunggu. Sampai disana, para member, Sam, Calie dan Sara menyambut In Ho dengan meriah, termasuk pak Kang dan pak Han. Memberikannya pelukan dan hi five.
"kau hebat In Ho", In Ho pun merasa malu semua orang memujinya. Sifatnya sebagai member termuda kembali muncul saat tidak sedang di atas panggung. Allyson tertawa melihatnya. Mereka semua menyantap hidangan yang ada di ruang tunggu. Berbicara dan mengobrol satu sama lain. Memuji dan menertawai penampilan masing-masing member yang mereka anggap lucu. Para artis banyak yang menemui mereka di ruang tunggu saat mereka telah selesai menampilkan lagu mereka di atas panggung.
Allyson duduk di salah satu bangku dan ikut bergabung mengobrol bersama mereka, pun Sara, Calie, dan Sam. Allyson dan Calie menyantap hamburger yang disediakan di sana. Mereka berdua sangat lapar, terutama Allyson yang mudah sekali kelaparan.
"hyung, apa kita harus kembali?" tanya Ye Suk pada Jun. Jun menjawab dengan anggukan. Beberapa menit kemudian mereka kembali ke area panggung.
"Sam.." Allyson memberikan kode untuk meminta tolong Sam menggantikannya di dalam. Sam mengangguk mengerti. "kabari jika butuh sesuatu" lanjut Allyson.
Semua orang pergi dari ruang tunggu, hanya tersisa Calie dan Allyson disana. Para member berjalan beriringan sambil bercanda satu sama lain. Suasana diantara mereka tidak pernah sepi dan hening.
"Allyson tidak ikut?", In Ho bertanya pada Sam setelah menyadari tidak ada Allyson dan Calie dalam rombongan mereka
"ia memintaku menggantikannya", jawab Sam dan In Ho mengangguk tanda mengerti. "ia tidak nyaman berada lama-lama di keramaian" tambah Sam.
"oohh.. aku mengerti" tambah In Ho
**
Allyson meregangkan kakinya setelah cukup lama menggunakan high heels. Ia sedang duduk di sofa yang nyaman bersama Calie. Kepala Allyson disandarkan ke paha Calie
"kau tidak ingin kesana Ally?" tanya Calie sambil mencicipi beberapa makanan ringan yang ia ambil dari meja
"kurasa tidak.. kalau kau ingin kembali kesana aku tak apa-apa Calie. Aku lelah dengan heels ini"
Ddrrtt..ddrrtt.. sebuah pesan masuk ke handphone Allyson.
"kau baik-baik saja?" bunyi pesan dari In Ho.
"aku baik-baik saja. Apa kau butuh sesuatu?" Allyson segera mengetik untuk membalasnya
"tidak"
"enjoy the show " balas Allyson
"Allyson.." panggil Calie
"hmm?"
"setelah ini mereka akan konser stadion bukan?" tanya Calie
"yupss... sepertinya pekerjaanku tidak habis-habis. Konser berikutnya akan butuh tenaga ekstra dibandingkan acara hari ini"
"lalu bagaimana rencanamu?"
"agensi akan mengirimkan tim mereka untuk membantu. mereka khawatir kalau tidak menggunakan tim yang sudah terbiasa dengan mereka, akan lebih sulit mengadaptasikannya. Lagipula konsep panggung dan acara mereka semua yang menyusun. Cole hanya perpanjangan tangan untuk merealisasikannya saja"
"lalu tugas kita apa?"
"menyiapkan wardrobe dan kebutuhan mereka. Mereka akan memberikan listnya padaku dalam beberapa hari ini. Juga daftar lagu yang akan mereka nyanyikan agar kalian mendapatkan wardrobe yang pas untuk mereka." Calie mengangguk-anggukan kepalanya.
"apa setelah ini mereka akan menggunakan suite room nya?" tanya Calie
"sepertinya begitu" jawab Allyson
**
Di area panggung, salah satu artis terkenal menutup acara dengan meriah dan spektakuler. Semua orang berdiri memberikan tepuk tangan. Para artis dan penggemar sangat merasa terhibur dengan pertunjukkan yang memakan waktu dua jam lebih. BT1 pun bubar menuju ruang tunggunya, dibarengi oleh Sam dan Sara
"yes Sam.." jawab Allyson dengan suara parau di seberang telepon
"kau tidur? Acaranya sudah selesai. Kami menuju ruang tunggu." Sara terkekeh mengetahui Allyson mencuri tidur di tengah-tengah pekerjaannya
"aku akan menghubungi supir" Sam menutup teleponnya. Lima menit kemudian mereka semua tiba di ruang tunggu. Suasana ruang tunggu tersebut menjadi ramai kembali dibandingkan sebelumnya. Allyson sibuk dengan handphonenya untuk menghubungi orang-orang yang ia butuhkan.
"Josh dan yang lain sudah datang belum?" tanya Sara
"kurasa sebentar lagi" jawab Allyson.
"Sara, tidurlah di hotel dulu. Aku khawatir denganmu" tambah Calie
"ya sepertinya begitu, aku lelah jika harus menyetir." Lima belas menit kemudian Allyson mendapat telepon yang memberitahukan bahwa mobil sudah siap.
"mobil kita sudah datang." para member bersiap-siap untuk keluar dan kembali ke hotel.
"Jangan sampai ada yang tertinggal" ucap Allyson pada semua rekan kerja hari ini.
Allyson keluar paling terakhir untuk mengecek ruangan bahwa semua sudah dibawa. Para member berjalan menuju tempat dimana mobil sudah menunggu. Mobil limosin hitam dan mobil Sara sudah terparkir menunggu. Para member menaiki mobil limosin, pak Kang dan pak Han pergi bersama Sam. Allyson, Calie, dan Sara naiki ke mobil Sara yang dibawa oleh Josh. Karena semua orang memadati jalanan di area Staples Center, perjalanan mereka menuju hotel memakan waktu dua kali lipat. Setelah setengah jam, mobil mereka berhenti di depan pintu masuk hotel.
"Josh, kunci mobilku titipkan saja ke respsionis" ucap Sara
"baik". Sebelum turun, Allyson melepaskan heels nya yang sangat menyusahkan dirinya hari ini. Ia turun dari mobil dengan bertelanjang kaki. Diikuti oleh Sara dan Calie yang mengekor di belakang Allyson. Para member juga terlihat sudah turun dari limosin.
"ya Tuhan, Ally.. kau sudah gila?" ucap Sara yang melihat Allyson berjalan masuk ke dalam hotel dengan bertelanjang kaki, heels nya dijinjing di tangan kirinya dan clutchnya di tangan kanannya. Calie dan para member pun terkekeh melihatnya.
"Tipikal Allyson", ucap Calie. Allyson dan yang lain menunggu pintu lift terbuka
"kenapa sepatumu?" tanya Jun yang melihat Allyson menjinjing sepatunya
"menyusahkan", semua yang mendengar menertawakan Allyson. Tapi Allyson tidak peduli.
Ding..
Pintu lift terbuka dan mereka semua masuk berhimpitan dalam satu lift. Ye Suk yang terdekat dengan tombol lift menekan angka tujuh belas. Sambil bergerak ke atas mereka masih bercanda dan mengobrol. Seperti tidak pernah kehabisan baterai.
Ding ..
Pintu lift terbuka di lantai 17. Mereka keluar dan berjalan menuju area kamar mereka berkumpul. Allyson membuka pintu kamar suite dan mereka semua masuk kedalam untuk merayakan penampilan pertama mereka di Grammy.
Pak Kang dan pak Han juga bergabung bersama mereka. Sam, Calie, dan Sara kembali kekamar. Allyson masih bersama para member di kamar suite. Ia meletakkan sepatunya di dalam, dan clutch nya di meja. Kemudian ia mencari buku menu untuk memesan makanan.
"hey.. kalian ingin pesan apa? Biar aku yang pesankan" Allyson menghampiri mereka yang sedang mengobrol di sofa dan memberikan menunya. Kemudian mereka semua memilih beberapa menu makanan, minuman, dan juga sebotol wine. Allyson mencatatnya di atas kertas kosong dan menelepon menggunakan telepon di kamar tersebut.
Allyson memisahkan diri dari mereka karena mereka sedang akan membuat video untuk menyapa para penggemarnya. Allyson duduk di meja bar yang kosong. Sambil menunggu pesanan datang, dan sambil melihat keseruan mereka berenam dengan para penggemarnya. Mereka berbahasa korea, dan sedikit mencampurnya dengan bahasa inggris, sehingga Allyson tidak mengerti apa yang mereka bahas.
"Allyson.. bisa kau panggilkan temanmu yang lain? Kami ingin merayakannya bersama. Kalian sudah bekerja keras untuk kami hari ini." Pinta pak Han pada Allyson.
"akan ku panggilkan". Allyson segera menelepon teman-temannya di kamar untuk ke suite room. Sepuluh menit kemudian Calie, Sara, dan Sam bergabung di suite room.
Sepuluh menit kemudian bel pintu berbunyi, dan Allyson segera membukanya. Seorang pelayan dengan troley membawa banyak piring sesuai pesanan. Ada juga ember besi berisi es batu yang di dalamnya terdapat botol wine. Kemudian pelayan tersebut menghidangkannya di atas meja. Setelah itu pelayan tersebut pergi dengan memberikan billnya pada Allyson.
"Allyson.. kemarilah" Dae Jung memanggil Allyson yang baru saja menutup pintu. Allyson langsung bergegas menuju mereka dan melihat banyak hidangan yang membuatnya lapar kembali. In Su membagikan gelas berisi wine kepada semua orang, termasuk Allyson.
"maaf aku tidak minum" Allyson menolak dengan halus saat In Su memberikannya gelas berisi wine. In Su bingung dan menengok ke arah teman-teman Allyson seperti memastikan kembali apa Allyson benar-benar tidak minum. Sam dan Sara mengangguki menjawab wajah bingung In Su.
"pertama aku ingin mengucapkan terimakasih pada pak Han yang telah membesarkan kami hingga kami bisa tampil di panggung yang besar ini. Membantu kami mempercayai mimpi-mimpi kami, dan mendorong kami untuk mewujudkannya." Para member terhanyut dengan kata-kata Jun sebagai seorang leader. Rasa hormat dan sayang mereka pada pak Han sangat terasa di hati Allyson dan yang lain.
"kemudian untuk pak Kang yang sudah bekerja keras memvisualkan kami agar terlihat sempurna di depan kamera." tambah Dae Jung
"dan kami juga berterimakasih sebesar-besarnya pada Allyson, Calie, Sam, dan Sara." Ucap Tae Yun.
"Tanpa kalian, kami seperti sekumpulan anak tersesat di sini." tambah Ye Suk yang membuat semua orang tertawa.
"kemudian selamat untuk kita karena telah sukses menampilkan yang terbaik" ucap In Su.
Semua orang bersorak dan bertepuk tangan. "dan terakhir selamat untuk In Ho, kau juga telah menampilkan yang terbaik malam ini" tambah Jun lagi.
Semua orang bersorak dan memukul-mukul tubuh In Ho saking bangganya mereka dengan In Ho. Allyson mulai hafal dengan gaya bercanda dan cara berteman orang-orang Korea. Calie, Allyson, Sam, dan Sara tertawa melihat mereka berenam. Kemudian Jun mengangkat gelas winenya. Dan semua orang ikut mengangkatnya kecuali Allyson.
"bersulang.." mereka bersulang dan meneguk winenya. Kemudian mereka beralih ke makanan yang sudah ia pesan, Allyson mencicipi sepotong udang yang digoreng dengan baluran tepung roti. Masing-masing orang mengambil makanan yang menurut mereka menarik. Mereka semua saling mengakrabkan diri, bercanda dan mengobrol bersama-sama. Calie terlihat sangat bahagia saat ini. Sara yang jarang bertemu dengan merekapun tiba-tiba menjadi sangat lugas dengan semuanya.
Tbc