Pagi ini Allyson sudah berada di dalam subway untuk menuju kantor. Sejak tuan Shin melimpahkan tugasnya kepada Allyson, jarang sekali ia pergi ke kantor menemui temannya.
Dddrrrttt.. Ddrrttt
Handphone Allyson berdering di dalam mantel panjangnya. Nama Calie muncul di dalam layar, dan Allyson langsung mengangkatnya
"kau jadi ke kantor Ally?" tanya suara ceria seorang Calie
"aku sedang menuju ke sana"
"baiklah.. Sampai nanti"
Allyson turun dari subway dan mulai berjalan di trotoar yang menuju kantornya. Jalanan sangat padat. Itulah sebabnya ia malas menggunakan kendaraan pribadi di sini. Kecuali jika memang sangat terdesak.
Lima belas menit kemudian ia telah sampai di loby kantor dan langsung menuju ke lantai lima menggunakan lift. Setelah keluar dari lift di lantai lima, ia langsung menuju ke lorong yang membawanya keruang kerjanya, sebuah ruangan dengan dinding kaca besar. Allyson segera masuk ke ruangan kerjanya dan menemukan Calie dan Leigh di dalam
"Allyson" sapa Calie hampir berteriak seisi ruangan. Calie segera menghampirinya dan memeluknya erat. "kau terlambat hampir satu jam Allyson"
"yang benar saja? Saat ini kantorku sudah tidak di sini lagi" jawab Allyson sambil tertawa menggoda Calie dan Leigh
"aku merindukan keberadaanmu di sini Ally" ucap Leigh
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU.... HAPPY BIRTHDAY TO YOU.... HAPPY BIRTHDAY TOOO ALLYYYYY.... HAPPY BIRTHDAY TO YOUUUUUU" tiba-tiba Sam, Alex, dan Sara keluar dari ruang istirahat di dalam. Mereka memakai atribut pesta. Alex datang membawa kue ulang tahun yang di atasnya terdapat lilin yang menyala. Sam dan Sara berdiri di sisi-sisi Alex. Allyson sangat terkejut sekaligus senang melihatnya.
"buatlah permintaan dan tiup lilinnya Ally" ucap semuanya saat Alex sudah berdiri di depan Allyson. Allyson memejamkan mata dan kemudian meniup lilinnya.
"yuhuuhuhuhuuuuu..." semuanya bersorak dan bertepuk tangan. Mereka satu persatu memeluk Allyson untuk mengucapkan selamat.
"kalian berlebihan sekali.. tapi aku senang kalian mengingatnya." Allyson tertawa caria di hadapan teman-temannya.
"oh ayo kita potong kuenya" Allyson mengajak mereka semua masuk ke ruang istirahat. Mereka berlima duduk di sisi-sisi Allyson. Allyson mulai memotong kuenya dan memberikan potongan pertama untuk Sam. Kemudian Allyson memotong-motong kuenya untuk diberikan kepada Calie, Sara, Leigh, dan Alex.
"apa aku ketinggalan pestanya?" tiba-tiba Jackson muncul di bibir pintu.
"kau bosnya.. tidak ada kata terlambat untukmu Jacks" semua orang tertawa mendengarnya
"selamat ulang tahun Allyson ku sayang. Aku sangat menyayangimu beberapa minggu terakhir ini" Jackson mengucapkan selamat kepada Allyson.
"jangan lupa kau harus menaikkan gajiku" goda Allyson kepada Jackson
"akan kuingat itu"
"Jacks.. kau harus ikut makan siang bersama kami" pinta Allyson kepada Jackson
"oh sebenarnya aku sangat ingin. Tapi kau bisa tanya Leigh sesibuk apa aku akhir-akhir ini"
"hey.. jangan hanya mencari uang saja selama kau hidup" balas Allyson sambil mengerucutkan bibirnya. Dan Jackson hanya tertawa mendengarnya.
"aku harus pergi sayang.. jangan lupakan Grammy Ally. Bye.." Jackson meninggalkan ruangan setelah melambaikan tangan
"hey bagaimana pertunjukkan kemarin?" tanya Sara membuka perbincangan di antara mereka berlima
"waah Sara.. kau pasti menyesal tidak melihat penampilan mereka secara langsung" jawab Calie dengan semangat dan membulatkan matanya. Semua orang tersenyum kecil melihat Calie yang seperti anak kecil
"apa mereka sebagus itu?" tanya Leigh membuka suaranya
"aahh.. tidak bisa kugambarkan dengan kata-kata" wajah Calie menerawang ke masa lalu saat ia menyaksikan penampilan mereka secara langsung di studio. Allyson dan Sam terkekeh melihatnya.
"kau tau yang bernama In Ho dan juga Tae Yun? Waahh... mereka seperti pusat gravitasi" Allyson terus mendengarkan Calie mengoceh kepada Sara. Allyson hanya memakan kuenya dan mangangguk mengiyakan ocehan-ocehan Calie.
"kau tidak ke tempat mereka hari ini?" tanya Sara kepada Allyson yang sedang sibuk memakan kuenya
"aku merindukan kalian.. apa kalian tidak merindukanku?" Allyson menyandarkan kepalanya di bahu Calie. Alex tersenyum melihat tingkah Allyson seperti gadis yang merindukan ibunya.
"hey bagaimana kalau kita ke restauran Jepang sepulang kantor?" Allyson langsung duduk tegap mengusulkan ide dengan semangat.
"saat ini kepalanya sudah dipenuhi hal-hal berbau Asia" ucap Sam sambil menghabiskan kue di piringnya. Allyson hanya tertawa dan meninju pergelangan tangan Sam.
"aku akan reservasi" Calie semangat mengiyakan ajakan Allyson.
"aku akan menyusul nanti.. sekarang aku harus kembali ke kantor" ucap Alex yang sudah bangkit berdiri.
"terimakasih kau sudah datang pagi-pagi hanya untuk ini" Allyson terkekeh kepada Alex dan mengantarnya sampai ke depan ruang kaca.
**
"Allyson.. bukankah di Grammy nanti In Ho akan berduet dengan BM?" tanya Calie kepada Allyson yang sedang asyik menikmati sushi. Allyson, Calie, Sam, Sara, Leigh, dan Alex sudah tiba di restauran Jepang untuk merayakan ulang tahun Allyson
"ya.. besok aku akan mengantarnya berlatih"
"aku penasaran seperti apa jika ia bernyanyi solo" Calie membayangkan dengan memainkan sumpit di tangannya
"he's good" Allyson menunjuk sumpitnya kearah Calie
"sepertinya Allyson sudah mulai mematai-matai mereka bernyanyi" Leigh menggodanya
"tidak tidak.. ia sering melakukan pemanasan vocal saat aku meriasnya." Allyson menjawab dengan datar masih sambil melahap beberapa potong sushi di depannya.
Perkataan Allyson terdengar biasa di depan teman-temannya. Tapi tidak di telinga seorang Alex. Ada sedikit cemburu yang muncul saat Allyson menceritakan tentang pria lain. Alex membaca jauh ke dalam wajah Allyson. Menerka-nerka apa ada sesuatu tentang Allyson dan laki-laki bernama In Ho itu, tapi ia tidak menemukannya.
"besok kau akan mengantarnya ke studio latihan?" tanya Alex kepada Allyson. Allyson hanya mengangguk sambil mengunyah sushi di mulutnya. "apa kau ingin ditemani?"
"ehem.. ehem" Sam dan Sara mangucapkan dehaman dari mulutnya, tanda memahami apa maksud Alex.
"emm.. sepertinya tidak. Aku tidak akan membawa mereka semua ke studio latihan. Aku akan meminjam mobil kantor saja besok" Allyson berpikir sejenak sebelum menjawab Alex.
"kemanakah Alex yang sangat mahir dalam urusan wanita?" Sara berbisik pelan di telinga Alex agar Allyson tidak mendengarnya. Alex hanya tersenyum miris mengasihani dirinya sendiri. Kenapa ia selalu menjadi laki-laki bodoh di depan Allyson.
Mereka melanjutkan makan sampai satu jam kemudian. Setelah selesai Allyson meminta bill dan membayarkannya ke kasir. Tak lama kemudian Allyson kembali ke meja makannya. Mereka bersiap-siap untuk pulang.
"aku akan mengantarmu pulang" ucap Alex kepada Allyson. Allyson hanya menjawab dengan anggukan. Kemudian mereka berjalan keluar untuk menuju parkiran. Mereka berpisah saat akan ke mobil masing-masing.
Alex berada di balik kemudi dengan Allyson di sisinya. Mereka berjalan membelah kesibukan kota LA. Satu jam kemudian mobil Alex telah terparkir di apartemen milik Allyson. Allyson membuka sabuk pengamannya dan Alex mematikan mesin mobilnya.
"Allyson.. ini bukan barang berharga, ku harap kau menyukainya" ucap Alex dan ia mengambil sebuah papperbag berwarna ungu berukuran kecil, dan di dalamnya ada sebuah kotak yang terlihat mahal.
"kau berlebihan sekali Alex. Ini hanya ulang tahunku yang terjadi setiap tahun" Allyson menerima dengan senyum khasnya yang membuat Alex jatuh cinta kepadanya.
"kuharap kau suka" senyum Alex menatap lekat ke mata Allyson. Allyson menghindari tatapan mata Alex saat ia merasa tidak nyaman. "masuklah.. kau harus istirahat untuk besok".
"sekali lagi terimakasih Alex" senyum manis Allyson mengakhiri perbincangan mereka hari ini. Allyson keluar dari mobil dan melambaikan tangannya kepada Alex sebelum ia masuk ke gedung apartemen. Alex pun segera membawa mobilnya pulang saat bayangan Allyson sudah tidak terlihat lagi di matanya.
**
Setelah selesai mandi Allyson mengganti bajunya dengan piyama tidur, agar ia langsung bisa berduaan dengan kasurnya. Ia keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil segelas air. Saat di dapur matanya menangkap sebuah papperbag berwarna ungu di atas meja ruang tengahnya. Kemudian ia menuju ke sofa ruang tengah dan mengambil papperbag tersebut.
Ia mengambil kotak yang ada di dalamnya. Kotak tersebut berwarna senada dengan papperbagnya. Di bagian atas kotak, dihiasi tulisan berwarna emas dengan nama brand yang Allyson belum pernah dengar. Ia membuka kotak kecil tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah botol parfum kaca mungil berwarna pink. Di bagian badan botol tersebut terdapat gelang rantai cantik yang mengelilingi botol tersebut.
Ada sebuah kartu yang di atasnya tertulis "semoga kau menyukainya, Alex". Allyson tersenyum kecil melihat hadiah dari Alex. Kemudian ia meletakkannya kembali di atas meja, berdekatan dengan jurnal-jurnal penelitian yang ia cetak untuk di baca di apartemen.
Ia mengambil handphonenya dan mencari nama nam Jun di kontaknya. Kemudian ia menekan tombol berwarna hijau untuk meneleponnya.
**
Keenam member sedang berkumpul di ruang tengah. Tae Yun sedang bermain games di handphonenya. Ye Suk dan Jun sedang memainkan gitar sambil bernyanyi bersama. In Ho sedang berlatih lagu yang akan ia bawakan saat duet. In Su dan Dae Jung sedang asik membaca majalah.
Ddrrttt.... Dddrrtttt..
Handphone Jun berbunyi, nama Allyson muncul di layar handphonenya.
"Allyson" sapa Jun di telepon saat menerimanya. Mata In Ho langsung melihat kearah Jun saat nama Allyson terdengar di telinganya.
"Jun.. apa aku mengganggu?" suara Allyson di seberang sana
"tidak.. kami hanya sedang menikmati waktu kosong"
"aku ingin minta tolong kepadamu.. katakan pada In Ho aku akan menjemputnya besok pukul sepuluh"
"baik.. akan aku sampaikan padanya" Jun menutup teleponnya saat Allyson mengucapkan terimakasih dan mengakhiri pembicaraan.
"In Ho.. Allyson akan menjemputmu pukul sebelas besok", Ucap Jun kepada In Ho. Dan In Ho menjawabnya dengan anggukan.
Tbc